
Dariku Untukmu
Hari ini ketika hujan turun membasahi bumi aku menatap setiap tetesan hujan itu dan aku merasakan seperti telah mengalami hal ini, entah kapan dan dimana. Aku merasa jika ini hanya sebuah dejavu tapi aku berusaha mengingat kembali dan ternyata ini bukanlah sebuah dejavu. Ini nyata, aku pernah menatap hujan dengan posisi berdiri di depan sebuah pintu namun itu bersama seseorang. Sesorang yang selalu mengisi hatiku, seseorang yang hingga kini selalu aku rasakan nyata meskipun aku tak pernah nyata lagi di hidupnya.
Aku sedikit bisa tersenyum legah setelah beberap hari ini merasakan gundah bercampur nestapa yang aku sendiri tidak mengetahui sebab dan datangya darimana. Kini aku mengerti atas jawaban semua itu, sebenarnya aku hanya merindukan keceriaan seseorang yang juga merindukanku. Mungkin saja dia juga merasakan hal yang sama ketika melihat tetesan hujan ini. Ingin ku sampaikan sebuah kata untuknmu melalui tulisan ini karena saat ini untuk pertama kalinya tuhan mengizinkanku dapat menyentuh sebuah pena yang ada diatas meja kecil di dalam kamarmu. Ini untukmu seseorang yang selalu mengisi hatiku.
*Buat Seseorang Yang Selalu Mengisi Hatiku,
Aku merasakan hatiku seperti dipenuhi oleh namamu. Setiap tarikan nafasku terasa kesedihan yang mendalam. Setiap hembusan nafasku terasa sebuah penyesalan Dan disetiap aku menutup mata selalu terbayang wajah dan bibirmu yang mungil.
__ADS_1
Aku masih bisa mendengar suara dan nada bicaramu. Aku masih bisa menatapmu dengan jelas dan nyata. Aku juga masih bisa mengingat beberapa tingkahmu yang aneh. Tatapanmu yang mengarah padaku selalu diiringi oleh senyuman, ketika aku menyadari tatapanmu kau selalu mengalihkan dan merasa malu sendiri.
Mungkin saja aku adalah satu-satunya orang yang tidak akan kamu lupakan. Bukan karena wajahku tapi karena takdirku yang tiba-tiba meninggalkanmu disaat kamu begitu mencintaiku.
Ketika aku bertemu lagi dengannmu akan ku sampaikan alasan dan jawaban atas nestapa yang kamu rasakan. Aku tidak pernah tahu akan takdir maka aku hanya bisa menuliskannya disini.
Tetaplah tersenyum. Semoga kamu juga merindukanku. Dariku seorang pria yang pernah menjalani sepenggal kisah cinta bersamamu*.
*****
__ADS_1
Aku berharap Fina membaca surat yang telah ku tuliskan ini. Meskipun suatu saat ia tak membacanya maka itu tak mengapa. Melihat dan menatapnya saja sudah membuatku begitu bahagia.
Aku juga berharap jika suatu saat bisa berkomunikasi langsung dengan Fina. Walaupun saat ini kami terpisah di dunia yang berbeda.
Suatu saat jikalau aku dapat berkomunikasi dengannya maka hal yang pertama kulakukan adalah meminta maaf dan jikalau tuhan menghendaki aku untuk dapat menyentuhnya maka aku sangat ingin bisa memeluknya.
Aku sungguh benar-benar ingin berbicara dan memeluknya. Walau saat ini aku hanya bisa menatapnya namun ini cukup membuat perasaanku legah. Kerinduanku padanya bisa terobati, pandanganku dapat mengawasinya walaupun untuk saat ini aku tak dapat berbuat banyak untuknya.
Terimakasih tuhan engkau telah mengembalikan ku ke dunia meskipun ku tau ini hanyalah sesaat. Aku akan menggunakan waktu yang singkat ini untuk memperbaiki semua yang harus ku perbaiki.
__ADS_1