
Setelah mengobrol cukup lama, aku dan papah pulang dari rumah mamah.
Kemudian, aku dan papah makan bersama di restoran. Aku senang papah yang sekarang sudah berubah.
***************
"No, semalam ada apa sih emangnya?" tanya Rosa.
"Gak tau Ros, tapi aku didatengin arwah semalam. Malah aku dicekik sama dia, kayaknya itu Fifin deh, dia mau balas dendam sama aku." jawab Gino.
"Ah masa sih? Gak mungkin No! Yang udah mati tuh gak bisa datang lagi kesini." kata Rosa.
"Beneran Ros, aku ngalamin sendiri semalam." kata Gino.
"Ok ok, sekarang kamu tenang ya. Nanti kamu nginep di rumah aku lagi aja, jadi kamu gak sendiri kayak semalam." kata Rosa.
"Enggak deh Ros, itu sama aja, malah di rumah kamu aku tambah di takutin sama Fifin." kata Gino.
"Gino, seenggaknya kamu gak sendiri kalau di rumah aku, jadi aku bisa bantu kamu." kata Rosa.
"Enggak Ros, aku gak mau, aku disini aja." kata Gino.
"Loh kok gitu si No? Kamu kan pacar aku." kata Rosa.
"Enggak Ros, aku bukan pacar kamu lagi, kita udahan aja ya." kata Gino.
"Apa? Kenapa kamu begitu sama aku? Kenapa kamu putusin aku? Pasti gara-gara si Maya kan, dia yang udah hasut kamu kan. Gino please, jangan percaya sama Maya!" kata Rosa.
"Enggak Ros, Maya gak hasut aku! Aku emang pengen kita putus aja, aku udah gak mau pacaran sama kamu!" kata Gino.
"Kamu tega ya No! Padahal aku udah peduli sama kamu. Ok, kalo kamu maunya begitu, aku akan pergi." kata Rosa.
Rosa berdiri dan pergi sambil menangis.
"Maafin aku Ros, aku udah gak cinta sama kamu. Sekarang, aku akan berusaha buat dapatin Maya." batin Gino.
"Cih, dasar cowok gak tau diri!" kata Fifin.
**************
Malam harinya, Fifin datang menemui ku di kamar ku.
"May, ada kabar tentang Gino." kata Fifin.
"Kabar apa Fin?" tanya ku.
"Gino udah putusin Rosa tadi, terus dia bilang kalau dia mau usaha buat dapatin kamu." jawab Fifin.
"Apa? Yang bener kamu Fin?" tanya ku.
"Bener lah May, makanya besok kamu langsung beraksi ya." jawab Fifin.
"Ok Fin, tapi sekarang aku tidur dulu ya." kata ku.
"Iya May, selamat tidur mimpiin aku ya." kata Fifin.
"Enggak ah serem." kata ku sambil tertawa.
Fifin cemberut.
"Ih becanda kali, jangan marah dong!" kata ku lagi.
"Iya tau kok, yaudah tidur sana! Aku pergi ya." kata Fifin.
"Iya." kata ku.
Fifin melihat ada sosok disamping lemari Maya yang sedang memperhatikan Maya.
Namun Fifin tidak bilang ke Maya, ia langsung pergi keluar dari kamar Maya.
************
Besok paginya, Laras kembali datang ke rumahku.
"May, gimana udah siap belum?" tanya Laras.
"Iya siap kok." jawab ku.
"Yaudah, sekarang coba lepas kacamata lu." kata Laras.
"Oke." kata ku.
Aku pun membuka kacamata ku.
"Wah May, aura kecantikan lu langsung terpancar nih." kata Laras.
"Apaansi kamu?" kata ku.
"Dih beneran, cuma perlu di make up sedikit langsung jadi bidadari deh." kata Laras.
"Ngaco, mana bisa coba." kata ku.
"Ok gua tunjukin nih." kata Laras.
Laras langsung membuka alat makeup nya, ia mulai mendandani ku.
Sosok seram itu masih ada di samping lemari ku, aku melihatnya dari cermin.
Aku coba menengok, tapi dia tidak ada dan saat aku melihat ke cermin lagi, dia kembali ada disana.
"May, lu kenapa sih? Diem dong lagi di makeup-in juga!" kata Laras.
"Iya sorry, tadi aku ngeliat..." kata ku.
"Ngeliat apa?" tanya Laras.
"Duh, aku kayaknya jangan kasih tau Laras deh tentang sosok itu." batin ku.
"Enggak bukan apa-apa kok." kata ku.
Laras pun melanjutkan makeup nya.
1 jam kemudian
"Nah udah selesai nih May." kata Laras.
__ADS_1
"Wah iya Ras, keren banget kamu makeup-in nya. Makasih ya!" kata ku.
"Itu karena lu emang udah cantik." kata Laras.
"Bisa aja kamu." kata ku.
"Yaudah, sekarang siap-siap ketemu Gino." kata Laras.
"Iya oke, tapi dia dimana ya?" kata ku.
"Oh iya, gua juga gak tau May." kata Laras.
Hantu Fifin kembali datang.
"Gino ada di kostan nya May." kata Fifin.
"Oh oke makasih Fin." kata ku.
Fifin tersenyum dan pergi.
"Ada Fifin?" tanya Laras.
"Iya ada tadi, sekarang udah pergi." jawab ku.
"Apa katanya?" tanya Laras.
"Dia kasih tau, Gino ada di kostan." jawab ku.
"Yaudah, lu langsung kesana aja sekarang!" kata Laras.
"Iya Ras." kata ku.
Aku langsung pergi menuju kostan Gino diantar oleh pak Rudi. Sedangkan Laras mengikuti dari belakang.
Aku pun sampai di kostan Gino.
"Gino!" kata ku.
Gino yang sedang membereskan tempatnya kaget dan langsung menoleh.
"Eh Maya." kata Gino sambil tersenyum.
"Kok Maya kaya beda ya dari kemarin, yang kemarin cantik, yang sekarang juga cantik, tapi kayak ada yang beda dah." batin Gino.
"Ini kenapa? Lagi ada gotong royong ya?" tanya ku.
"Iya May, jadi semalam aku kena musibah." jawab Gino.
"Hah, musibah apa?" tanya ku.
"Tiba-tiba aja kaca kamar aku pecah, terus angin kencang nya masuk dan bikin barang-barang ku jadi berantakan." jawab Gino.
"Kasian banget si kamu, aku bantuin ya." kata ku.
"Eh gak usah May! Kamu duduk aja disana." kata Gino.
"Emangnya kenapa No?" tanya ku.
"Kamu kan cewek, terus juga kamu kan tamu. Masa beres-beres kamar aku." jawab Gino.
"Iya May, bentar lagi juga selesai kok." kata Gino.
Aku duduk di kursi Gino.
15 menit kemudian
"May, udah selesai nih, jadi kita bisa ngobrol." kata Gino.
"Iya." kata ku.
"Tunggu deh May, kamu lepas kacamata ya." kata Gino.
"Iya No." kata ku sambil mengangguk.
"Pantes aja tambah cantik, aku juga ngerasa ada yang beda tadi dari kamu, ternyata kacamata nya ilang." kata Gino.
"Haha, gak ilang ada noh dirumah." kata ku.
"Maksudnya gak dipake lagi." kata Gino.
"Iya." kata ku.
"Eh, kamu ada apa kesini?" tanya Gino.
"Gak ada apa-apa sih, emangnya gaboleh ya?" tanya ku.
"Ya boleh lah, kapanpun kamu mau kesini datang aja." jawab Gino.
Aku tersenyum.
"Diabetes dah aku lama-lama." kata Gino.
"Hah kenapa gitu?" tanya ku.
"Iya abisnya senyum kamu manis banget." jawab Gino.
"Apaansi No!" kata ku.
"Hehe. Eh May, nanti malam jalan yuk!" kata Gino.
"Jalan kemana?" tanya ku.
"Kemana aja yang penting berdua sama kamu." jawab Gino.
"Ah gak mau! Gak ada tujuannya." kata ku.
"Ada lah, aku tunjukinnya nanti malam." kata Gino.
"Ohh." kata ku.
"Gimana, mau gak?" tanya Gino.
"Oke deh." jawab ku.
"Nah gitu dong, nanti aku jemput jam 7 ya." kata Gino.
__ADS_1
"Iya." kata ku.
Fifin melihat dari samping kamar Gino.
"Bagus May, sebentar lagi Gino akan jatuh cinta sama kamu. Dan aku bisa mulai beraksi." kata Fifin.
***************
Jam 7 malam, Gino sudah sampai di rumahku. Ia bertemu dengan papah di depan.
"Eh Nak Gino, ngapain disini aja? Mau ketemu Maya? Ayo masuk!" kata papah.
"Eh iya om. Aku mau ketemu Maya, tapi aku nunggu disini aja om." kata Gino.
"Maya nya udah dikabarin?" tanya papah.
"Udah kok om." jawab Gino.
"Yaudah om masuk dulu ya." kata papah.
"Iya om." kata Gino.
papah masuk kedalam rumah.
"Maya, itu Gino udah nungguin noh." kata papah.
"Iya pah aku juga mau kedepan." kata ku.
"Kamu mau kemana?" tanya papah.
"Gino ngajakin aku jalan pah." jawab ku.
"Cie, kalian pacaran ya." kata papah.
"Ih, enggak kok pah, kita cuma temenan aja." kata ku.
"Pacaran juga gapapa kok, papah setuju, Gino kan anak baik." kata papah.
"Udah ah pah, aku ke depan ya." kata ku.
"Iya, hati-hati!" kata papah.
Aku salim dan pergi menemui Gino.
"Andai aja papah tau, kalau Gino gak sebaik yang papah kira." batin ku.
"Hai No! Maaf ya nunggu lama." kata ku.
"Iya gapapa kok, kalau nunggu kamu mah selama apapun itu pasti aku sabar kok." kata Gino.
Aku tersenyum.
"Yaudah yuk berangkat!" kata ku.
Kemudian, aku dan Gino berangkat. Setelah itu, Laras datang ke rumahku.
"Assalamualaikum." kata Laras.
"Waalaikumsallam. Eh ada non Laras." kata Bi Pur.
"Iya Bi, aku mau ketemu Maya. Maya nya ada?" tanya Laras.
"Non Maya baru aja pergi sama den Gino." jawab Bi Pur.
"Hah pergi?" tanya Laras.
"Iya Non, paling baru beberapa menit yang lalu lah." jawab Bi Pur.
"Yaudah makasih ya Bi." kata Laras.
"Kok Maya gak bilang sih kalau mau jalan sama Gino?" batin Laras.
Aku dan Gino berhenti di sebuah taman.
"Kita disini aja ya." kata Gino.
"Kenapa disini?" tanya ku.
"Ini dulu tempat aku sama Fifin jadian. Aku nembak dia disini, tepatnya di bawah pohon itu." jawab Gino.
"Aku ngajak kamu kesini, karena aku pengen mengenang Fifin." sambung Gino.
"Kok Gino keliatan sedih ya?" batin ku.
"Selain itu, aku dan Fifin juga sering banget datang kesini setiap malam Minggu. Dia tuh manja kalau jalan sama aku, dia selalu minta beliin es krim disana itu." kata Gino.
"Lalu, kami makan es krim bersama dan bercanda di kursi itu." kata Gino.
"Waktu itu, aku menyewa pemain musik untuk meminta maaf kepada Fifin. Dia marah karena aku tidak menemaninya pergi ke mall, yang akhirnya dia pergi sama kamu itu." kata Gino.
"Ternyata kalian romantis banget ya, andai aja Fifin ada disini pasti dia bahagia nginget semua itu." kata ku.
"Iya May, itu yang aku harapkan. Apalagi kemarin hari ulang tahunnya kan, seharusnya dia ada disini, dan aku ucapin selamat ulang tahun ke dia disini." kata Gino.
"Iya No, tapi sayang dia udah terlanjur marah sama kamu." kata ku.
"Iya, aku emang bodoh banget udah nyakitin perasaan dia. Seandainya aku gak bertemu dengan Rosa, mungkin Fifin masih ada disini." kata Gino.
"Emang gimana ceritanya kamu bisa ketemu Rosa?" tanya ku.
"Waktu itu aku abis nonton pertandingan basket Jordi & Ghifari. Pas mau pulang, ada cewek nyamperin aku, dia bilang namanya Rosa. Terus, dia ajak pulang bareng karena gak ada ongkos." jawab Gino.
"Setelah itu, aku anterin dia ke rumahnya. Dia minta nomor hp aku, lalu dia selalu menghubungi aku, bahkan saat bersama Fifin." kata Gino.
"Suatu hari, papah ku telpon, dia bilang kalau adikku sakit parah. Dia butuh biaya yang besar untuk operasi adikku. Aku bingung harus bagaimana, aku juga tidak punya uang." kata Gino.
"Lalu, Rosa menawarkan pinjaman kepada aku, dengan gantinya aku harus menjadi pacarnya. Aku terpaksa bilang iya dan kami pun pacaran." kata Gino.
"Lalu, aku mendapat kabar bahwa adikku telah sembuh. Aku sangat bahagia, aku berterima kasih pada Rosa. Dia bilang terimakasih saja tidak cukup, dia ingin aku putusin Fifin." kata Gino.
"Aku tidak bisa putus dari Fifin, karena aku mencintainya. Akhirnya, aku terpaksa bilang ke dia kalau aku akan putusin Fifin setelah aku mendapatkan hartanya." kata Gino.
"Jadi, ceritanya begitu. Aku berarti udah salah paham sama kamu." kata ku.
"No, aku gak nyangka ternyata selama ini kamu emang mencintaiku." kata Fifin.
__ADS_1