
Mendengar kata WILL YOU MERRY ME, RARA, rasanya seperti mimpi hihihi aku masih duduk di bangku sekolah tapi sudah di lamar seromantis ini. Ah... betapa beruntungnya aku, di luar sana banyak orang yang menjomblo atau memilih berkarir, tapi ah sudahlah mungkin ini jalanku.
Dengan perasaan yang bahagianya tak terkira, aku berusaha menjawab Kak Ndaru dengan menahan haru. Tetapi tetap saja tiba - tiba air mataku menetes tanpa sengaja.
"Aaa... aaa... aaaku..." kataku dengan berlinangan air mata
"*Kenapa nangis sayang? kamu enggak apa - apa kan?" tanya mamah
"Iyaa maafin aku, Ra. Ini memang mendadak dan orangtuaku juga menyuruhku untuk segera mengikatmu, walaupun pernikahan masih lamatapi dalam jarak atau waktu kita LDR pasti akan ada saja masalah di dalam hubungan kita. Aku engga mau kalau kamu jauh dariku, Ra. Aku sangat menyayangimu dan juga mamah sudah ku anggap seperti ibuku sendiri" kata Kak Ndaru dengan rasa bersalah karena menurutnya ini memang sangat tiba - tiba dan tak ada rencana apapun*
Bagaimana lagi, memang cobaan saat pasangan diuji dengan LDR itu bisa bermacam - macam, hmmm.... kalian tau kan apa lagi laki - laki. Zaman sekarang perempuan yang menggoda pun punya banyak cara untuk memperoleh yang diinginkannya.
Tiba - tiba terbayang di sinetron yang sering ku lihat, suami istri yang beehubungan dengan jarak jauh alias LDR pasti ada - ada saja jenis masalahnya.
"*Rara takut, Mah. Tiba - tiba terbayang itu loh acara di tv yang sinetron - sinetron suami istri itu. Rara kefikiran, Mah." jawabku
__ADS_1
"Aduh sayang enggak usah ngebayangin yang belum benar - benar terjadi seperti itu lah, yang terpenting kalian sudah saling mengenal dan tau baik buruknya masing - masing. Keluarga juga sudah tau kan, Nak. Tapi mamah juga terserah kamu mau melanjutkan hubunganmu ini sampai mana. Mamah sih hanya merestui kalian saja. Mamah juga setuju kalau kamu sama Ndaru Hehehe"
"Ahh... Mamah ini memang dari awal ku kenalkan kak Ndaru. Mamah sudah cocok kan." jawabku
"Jadi gimana nih jawabannya, Ra. Aku menunggu lhoo, tapi enggak ngarep jugak sih yaa. Siapa tahu nih Rara sudah ada calon yang lain hihihi ups" Canda Kak Ndaru
"Yaa jelas enggak mau lah yaa (Dengan ekspresi agak marah sebel gimana gitu hehehe buat ngerjain aja sebenernya sih) Ehh... Enggak mau nolak maksudnya hihihi" jawabku dengan malu - malu*
Seketika kami bertiga tertawa bersama, ah... rasanya bahagia sekali melihat mamah sebahagia ini. Mungkin sebegitu senangnya mamah mau punya menantu seperti Kak Ndaru.
Nawaitu saja lah, semoga memang benar - benar berjodoh. Ya Tuhan tolong mudahkan jalan hamba, walaupun mungkin hamba masih terlalu muda untuk menikah, tetapi apa yang tidak mungkin.
Walaupun aku sama Kak Ndaru sering bertemu tetapi sangat jarang bersentuhan kalau memang tidak sewaktu membonceng motor atau bergandeng tangan. Yah... masih dalam batasan sewajarnya pasangan kekasih lah, enggak aneh - aneh atau hal negatif lainnya.
"Eh... terus kapan Rara mau ke rumah. Biar ketemu juga gitu ngomong serius sama Bapak Ibukku di rumah hehehe. Calon mantu kesayangan kan soalnya, hmm... selalu ditanya terus nih belum ketemu aja udah bilang, mana nih calon menantu mamah. Mana nih calon istri kamu Ndaru. Sampai rasanya tuh sebenernya siapa sih yang anak kandung wkwkwkwk selalu Rara yang ditanyain" kata kak Ndaru
__ADS_1
"Wah... anak mamah nih sudah disayang camer nih alias calon mertua keknya ." kata mamahku
"Mamah nih sama saja dengan Kak Ndaru. Kan aku jadi tambah malu hihihi" jawabku
Aku sih senang sekali diundang untuk datang ke rumah Kak Ndaru , tapi keknya mentalku belum terkumpul hehehe. Mana ada aku saja masih sekolah dan kak Ndaru sudah mau masuk Universitas.
"*Rara ngikut kak Ndaru sajalah mau ngajak ke rumah kapan. Dengan senang hati Rara ikut hihihi" kataku
"Nah gitu dong calon istriku" jawab kak ndaru
"Dih Kakak nih buat becandaan mulu ah. Malu tauk" kataku
"Malu kenapa sih Rara, di rumah cuman ada mamah tuh yang jadi pebdengar setia sekaligus sahabat setia hubungan kita hehehe iya kan mah" jawab kak ndaru
"Memang tuh Nak Ndaru, Rara sukanya begitu. Malu - malu tapi mau dia hehehe" kata mamah
__ADS_1
"Mamaaaaah" jawabku*.
Kami seketika tertawa bersama. Setelah beberapa saat Aku sudah siap - siap lalu aku dan Kak Ndaru berpamitan kepada mamah mau izin keluar berkeliling alias bermain hehehe. Cuss laaaah..