
setelah suna sembuh kakek kami meninggal,aku yg memang sangat dekat dgn kakek merasa kehilangan karna kakek yg slalu ada saat aku sedang ada masalah
aku dan suna tinggal di rumah nenek untuk menemani nya,agar nenek ga kesepian soal nya rumah nenek besar dan nenek hanya tinggal dengan paman anak paling bungsu sedang kan paman sering ta ada di rumah,jadi orang tua suna dan mamah ku menyarankan agar putri" nya tinggal bersama nenek
setelah kepergian kakek,paman pun menikah karna memang sudah di rencanakan sejak lama oleh kakek paman akan menikah,dalam suasana yg masih berkabung paman pun menikah
ta lama paman di karuniai putra kembar yg bernama dena dan deni,karna paman dan istrinya masih muda akhirnya sikembar di asuh nenek,agar tida ada pilih kasih dena dan deni di asuh nya bergiliran,satu hari dena dan satu hari deni begitu seterusnya
karna nenek sering pergi melihat perkebunan akhirnya aku yg mengurus si kembar jika nenek ta ada di rumah ta sulit mengurus nya,padahal saat itu ak masih kelas 1 smp
sikembar sangat tida rewel malah dia termasuk anak yg gampang di urus padahal bukan sama mamah nya
saat berusia dua tahun saat itu deni adik nya yg giliran aku asuh saat itu ia sakit demam tinggi sama seperti suna dia sering bicara aneh karna anak kembar entah kenapa dena pun sakit alhasil deni tida bisa di asuh ibu nya
sepanjang aku asuh ia hanya menyebut
__ADS_1
mamah
mamah
mamah
"ka aku mau ke mamah"
aku menangis ta tega melihat deni seperti itu da aku antar kerumah ibu nya agar bertemu karna rumah kami tida jauh jadi ta perlu waktu lama udah sampai
karna udah sore aku membawa deni pulang kerumah nenek
dan saat deni bangun dia langsung duduk di pangkuan ku yg pada saat itu aku lagi nonton tv dan di rumah sendirian tida ada siapa pun
deni melihat ke arah belakang ku terus menerus ia melihat nya aku pun heran dan bertanya"den ada apa?""
__ADS_1
deni pun hanya diam
lalu ia bicara""ka itu apa putih?"
aku kaget tapi aku coba tenang dan aku pernah dengar kalo anak kecil bicara ada sesuatu tapi kita tidak melihat nya,lihat di mata anak itu pasti ada,apa yg mereka lihat karna mata seperti cermin
aku yg sudah gemetar ketakutan coba tenang dan melihat mata nya deni,,dan betapa terkejut nya aku melihat ada bayangan putih tepat di belakang ku sedangkan di belakang ku adalah ruang tamu kosong dan tida ada siapa"
aku yg kaget saat itu langsung menggendong deni dan membawanya keluar badanku berkeringat tubuh ku gemetar jantungku berdetak kencang aku terus membaca allahuakbar allahuakbar allahuakbar
dalam pikir ku apa itu tadi aku coba tatap mata deni dan ak lihat bayangan itu sudah ta ada deni yg kaget aku bawa keluar hanya memandang aku saja dia ta bicara
nenek sudah pulang,deni langsung di gendong nenek aku yg masih kebingungan dengan apa yg aku lihat aku coba tenangkan diri dan tida membicarakan nya pada orang lain,,,
aku ta tau apa deni juga bisa melihat karna setelah deni dan dena masuk sekolah mereka di asuh oleh ibu dan ayah nya karna orang tuanya merasa kalo sudah bisa mengurus mereka bersamaan nenek sangat kehilangan setiap aku dan suna sudah tidur nenek selalu bangun dan memeluk baju deni,yg tertinggal di rumah nenek prilaku nenek seperti itu mengingat kanku saat kakek meninggal, nenek selama setahun selalu bangun tengah malam hanya untuk memandang foto kakek saat aku tanya nenek hanya menjawab nenek kangen kakek dan langsung mengantar ku tidur,,,,
__ADS_1
bersambung....