
"gue gk mau tau lo harus tanggung jawab kak!!" ucap bohai
"haaa... tanggung jawab apa? loo mau gue nikahin?" tanya gue
"gila lo ya kak lama lama, ngomong itu di filter!" ucap genji menyentil kepala gue
"aduuuhh, coba deh lo klok dimnta tanggung jwab pasti lo mikirnya yang lain kan!" bela gue
"bukan tanggung jawab kek gitu kakakku sayang!" ucap yihan
" jadii...?" tanya gue
" lo harus nurutin semua permintaan gue baik itu nanti wktu kita jumpa di kampus atau dirumah!" jawab bohai
__ADS_1
"enak banget lo! gkmau gue," jawab gue
" yaudah tinggal telpon ayah sma ibu bilng gara gara keusilan lo, lo bikin gue celaka!" ancam bohai
"okeoke, jangan aduin ini ke ayah atau ibu gue janji bakal nurutin permintaan lo," ucap gue menyerah. klok nanti diaduin bisa bisa gk jajan gue seminggu gara gara usil sma adek sndiri
"yeeess, mulai bsok lo harus nuruti permintaan gue," ucapnya penuh kemenangan
"emmm.." ucap gue lesu
akhirnya mereka kembali ke tempat tidur masing masing karna bsok mereka akan pergi ke seklah karna bsok mereka semua akan mulai belajar lagi
__ADS_1
KEESOKAN HARI DI RUMAH ANGKASA
"WOI BANGUN SEMUANYA, AYO TURUN SARAPAN!!" teriak gue sambil memukul mukul wajan dengan sendok pegorengan
Memang keluarga gue suka aneh gitu karna ibu gue orangnya barbar banget, dia klok bangunin kmi semua pasti teriak2 smbil mukul wajan dengan pegorengan jadi jangan salah klok itu sudah menjadi tradisi dikeluarga gue sebelum sarapan.
"apaan sii kak!gue berasa tinggal di hutan klok tiap pagi selalu dengar orang mukul wajan pakek penggorengan sambil teriak teriak! bisa pecah gndang telinga gue lama2," ucap genji sambil mengosok gosokkan telinganya
" yeee... udah tradisi tau gk!" ucap gue
" pagi kak! pagi bang!" ucap yihan
__ADS_1