
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku
save di my document yang bertitle “ Aku Mencintaimu Suamiku. ”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
“ Apakah kamu sudah siap? ”
__ADS_1
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata
“ Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu.. ”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu,tangis ku meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “ Lalu apa sayang? ”
“ Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan? ”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, ” Baik sayang akan tae ulangi, lalu apa sayang?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
__ADS_1
Dia tersenyum sambil berkata, ” Kita liat saja nanti ya! ”. Dia memelukku dan berkata, “ kamu adalah wanita yang paling kuat yang tae temui selain mama”.
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “tae, apakah ini akan segera berakhir? Kau kemana saja? Mengapa kau berubah? Aku rindu sama tae? Aku kangen belaian kasih sayang tae? Aku kangen dengan manjanya tae? Aku kesepian tae? Dan satu hal lagi yang harus kau tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama tae baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina tae.” Aku langsung bersujud di kakinya dan mencium kaki nya sambil berkata, ” Aku minta maaf tae, telah membuatmu susah ”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ” kau baik-baik saja kan? ” tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “ bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, tae." Aku hanya tak bisa bicara sekarang . Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
__ADS_1