
Ara yang sudah berada di dalam kamar dan mengunci pintu nya dan air mata yang ia tahan dari tadi tumpah sudah,,ia menangis sejadi-jadinya meluapkan emosi nya dari tadi ,,ia pun berlari ke kamar mandi untuk meredam suara isak tangisan nya ..ia berteriak di bawah guyuran shower untuk menuntaskan kekesalan,, kekecewaan dalam diri nya ..
'' kamu berubah mas ,,di mana mas Robin yang aku kenal dulu ,, yang sayang sama aku ,, yang cinta sama aku ,, yang perhatian sama aku ,, yang selalu menjaga aku ,,aku benci sama kamu mas ,,aku benci ..'' teriak Ara di kamar mandi,,
setelah 2 jam lama nya ia menangis di bawah guyuran shower akhirnya ia keluar dengan lemas ,,dan ia lebih memilih tidur saja dari pada ia harus keluar dan bertemu mereka lagi ,,dan Ara tertidur tanpa makan malam sedikit pun ..
sedangkan Robin ia mengantar Melly yang katanya mau main keluar rumah saja ,, sampai tengah malam baru mereka balik ,,Robin yang akan masuk ke kamar nya tidak bisa ,,di karenakan pintu nya masih di kunci dari dalam ,,ia sudah mencoba memanggil Ara namun tidak ada jawaban,,ia pun pergi ke gudang untuk mengambil kunci cadangan ..
saat sudah masuk hal pertama yang ia lihat adalah gelap ,, seluruh ruangan kamar gelap karena Ara juga tidak menghidupkan nya .. setelah menghidupkan lampu ia melihat Ara dengan wajah lelah dan sembabnya mendekati nya ..ia bergumam sendiri..
'' maaf kan aku Ra ,,aku bersikap begitu sama kamu ,,habis nya aku nggak bisa liat Melly terluka,,dia sahabat terbaik ku ,,coba kamu jangan sedikit-sedikit menyindir Melly bahkan menghina Melly mungkin aku nggak akan seperti ini Ra ,,'' gumam nya ,,Ara yang sudah terlalu jauh masuk dalam mimpi nya tidak tau jika suami nya sudah berada di samping nya ..
Robin yang berniat membetulkan selimut Ara kaget karena ia merasakan panas dari tubuh Ara ,,ia pun refleks menempelkan tangannya di kening Ara ,,dan ya Ara panas tinggi,,ai memperhatikan lagi wajah Ara ,,Ara masih menetaskan air mata nya dalam tidur ..
'' Ara bangun Ra ,,kita harus ke rumah sakit ..bangun Ra ..'' ucap Robin khawatir..
sebenarnya Robin masih cinta dengan Ara hanya saja kata jangan menyakiti Melly selalu terngiang di telinga nya ..
Ara yang merasakan guncangan di tubuh nya mencoba membuka mata ,,ia yang dalam keadaan lemas menepis tangan Robin ..
'' jangan sentuh saya ,,saya bisa urus diri saya sendiri tanpa bantuan orang lain ..'' ucap Anya lemah dan terus menetaskan air mata nya,,selama ia menghapus kasar air matanya akan terulang lagi menetes karena terlalu sakit hati nya Ara ..
__ADS_1
'' tapi kamu harus ke dokter Ra .. nanti tambah parah panas nya ..'' bujuk Robin
'' tidak apa-apa,, mungkin jika aku mati itu akan lebih baik lagi untuk kamu ,,agar tidak ada yang menghambat kalian lagi ,,''
setelah mengucapkan itu Ara berusaha bangun untuk pergi ke dapur mengambil air minum karena tenggorokan nya terlalu kering ..Robin ingin membantu namun Ara menolak lagi dengan alasan takut PRT baru mereka melihat mereka berdua,,apa kata orang nanti tentang nya ..
Ara pun berjalan sekuat tenaga untuk sampai di dapur,,ia berjalan sambil berpegangan di dinding,, sampai di dapur ia melihat Melly juga ada disana .. mungkin mengambil air minum juga ..
Ara melewati Melly begitu saja dan mengambil air,,ia sudah terlalu capek dengan mereka berdua,,ia juga mungkin akan berusaha pelan-pelan melupakan saja Robin cinta pertama nya walaupun sulit,, dari pada ia setiap hari harus menangis yang tidak perlu..
ia berjalan dengan lemah nya ,, mungkin jika di dorong sedikit saja ia akan langsung jatuh ,,ia meminum dulu air nya sedikit dan membawa lagi air segelas..
'' aku bantu bawa air nya ya Ra ..'' tawar Robin ..
Robin pun mengalah hanya mengikuti nya dari belakang takut jatuh karena harus naik tangga lagi .. sampai di kamar ia meminum lagi air yang ia bawa sampai setengah,,saking panas badan nya ia rasa tenggorokan nya terasa terbakar dan ia melanjutkan lagi tidur nya dengan membelakangi Robin ..
'' Ra kamu udah makan..??'' tanya Robin tapi Ara sudah tidak mau lagi membuang suara nya ,,ia memilih tidur saja ..
besok paginya saat ia bangun ,,ia merasakan ada sebuah tangan melingkar di pinggang nya ,,ia yang sudah tau itu tangan siapa langsung melepaskan pelukannya dan mencoba duduk ..dan ia memaksakan diri nya untuk pergi kerja,,agar ia tidak diam di dalam rumah saja ..
selesai bersiap-siap ia pun langsung berangkat kerja tanpa sarapan dan minum susu lagi seperti biasa nya ,,hari ini Ara memilih mencari taksi untuk ke kantor,, karena kalau bawa motor ia sudah tidak sanggup.. sedangkan Robin yang lagi tidur pulas tidak melihat jika Ara pergi ke kantor..
__ADS_1
sampai di kantor hanya ada beberapa orang saja karena masih terlalu pagi ,,ia menekan lift khusus karyawan dan naik ke lantai atas ..ia yang biasa nya paling semangat tapi sekarang ia lemas seperti tidak punya tenaga sama sekali,, bahkan tidur lagi di meja kantor..
ia sampai tidak tau jika Aron datang dan memanggil namanya ,,Aron yang melihat Ara tidak ada respon sama sekali mendekati nya ,,
'' nih anak pulas sekali tidur nya ..Ra ,,Ara '' ucap Aron sambil menyentuh tangan nya ..namun Aron kaget karena tangan nya panas ..ia juga refleks menempelkan tangannya di kening Ara dan sangat panas ..
'' astaga dia sakit ..'' gumam Aron dan langsung mengangkat Ara ke ruangan rahasia nya ,,hanya ia dan Bagas yang tahu ,, karena ia mendesain ruangan tersebut dengan sangat rapi sampai orang berdiri di depan pintu nya pun orang tidak akan tau kalau itu adalah sebuah kamar yang lengkap dengan peralatan nya ..
Aron menidurkan Ara di tempat tidur dan menelpon dokter pribadi nya datang..
'' hallo dok ,, tolong ke kantor saya secepatnya,,'' ucap Aron yang langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak ,,
dan singkat cerita dokter nya pun sudah datang dan memeriksa keadaan Ara ..
'' bagaimana dok..??'' tanya Aron khawatir,,
'' panas nya sangat tinggi,, perutnya juga kosong ,,saya kira ia dari kemarin tidak makan apa pun itu juga salah satu penyebab ia lemas selain panas tinggi nya ,,ia harus di infus untuk menggantikan cairan pada pasien agar pasien tetap terhidrasi dengan baik ..'' ucap dokternya menerangkan..
'' lakukan yang terbaik dok ..'' ucap Aron memberikan perawatan terbaik untuk kesembuhan Ara ..
setelah selesai semuanya,, dokter pun sudah pergi ,,Aron menyuruh Bagas untuk mengambil air hangat dan lap untuk mengompres Ara ,, dan menyuruh Bagas untuk diam dengan apa yang ia lihat,,
__ADS_1
dengan telaten Aron merawat Ara sampai siang hari ia juga ikut tertidur di samping Ara dengan posisi kepala berada di tangan Ara dan ia duduk di kursi..