
Di Alam Atas
Para Dewa berkumpul pada satu meja dan saling berhadapan satu sama lain.
“Ada urusan apa sampai Kamu memanggil kami semua Yu Lin?” Seorang pria paruh baya mengeluarkan pertanyaan pertama saat mereka telah tiba beberapa waktu yang lalu.
Seorang wanita yang disebut sebagai Yu Lin oleh mereka tiba-tiba mengeluarkan suara setelah terdiam beberapa waktu.
“Aku tidak tahu harus memberi tahunya atau tidak... Tetapi... Agar mendapatkan jawaban, aku ingin bertanya kepada kalian terlebih dahulu. Apakah di dunia kalian pernah melahirkan seorang bayi tanpa takdir?”
Saat pertanyaan itu memenuhi telinga semua orang, mereka semua melebarkan mata dan melihat Yu Lin dengan tatapan aneh.
Seorang wanita tua berpakaian serbah putih melontarkan sebuah pertanyaan, “Apa maksudmu? Bayi tanpa takdir? Bahkan Dewa saja terikat dengan takdir begitu mereka baru lahir. Jadi mustahil ada makhluk seperti itu di dunia kami.”
Seorang pria dengan parut di wajahnya mengangguk ringan saat mendengar kata-kata wanita tua itu, dan kembali menatap Yu Lin.
“Itu benar, dan... Mengapa Kamu menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti itu?” Tiba-tiba terlintas sebuah pemikiran liar di benak pria tersebut, “Jangan bilang... Kamu...”
__ADS_1
Semuanya langsung menatap Yu Lin dalam-dalam setelah mendapatkan pemikiran yang sama, seolah-olah mereka sedang menunggu Yu Lin untuk mengeluarkan beberapa kata-kata.
Yu Lin mengangguk dan berkata, “Beberapa tahun yang lalu, di duniaku... Lahir seorang bayi laki-laki yang memiliki wajah yang lumayan tampan...”
Tiba-tiba pria yang memiliki parut di wajahnya itu menyela, “Mengapa Kamu malah membahas wajahnya?”
Yu Lin tiba-tiba menjadi sedikit malu, tetapi itu tidak berlangsung lama, dia segera menenangkan dirinya dan berdehem ringan sebelum melanjutkan.
“Tetapi aku menemukan beberapa keanehan...” Wajah Yu Lin menjadi sangat serius, “Sebagai Dewi Takdir, aku memiliki kemampuan untuk membaca setiap takdir dari segala sesuatu, tetapi... Saat aku mencoba membaca takdir anak ini ... Aku sama sekali tidak dapat melihatnya.”
Mata semua orang yang hadir tiba-tiba terbelalak penuh, lalu pria yang memiliki parut di wajah itu berdiri dan meninjau meja sebelum mengeluarkan beberapa kalimat dengan tidak percaya.
Suara menelan dan tersedak keluar dari tenggorokan Yu Lin sebelum dia berkata, “Awalnya aku juga berpikir seperti itu dan tidak terlalu memperdulikannya... Tetapi setelah beberapa tahun, tepatnya hari ini, aku mencoba melihatnya lagi, dan hasilnya tetap sama.”
Pria paruh baya yang hanya terdiam selama beberapa waktu itu kembali berbicara, “Siapa dia?” Wajahnya serius.
Yu Lin melirik, “Namanya Shen Xuan, anak dari selir Kerajaan Long Zhi yang berdiri di dunia milikku.”
__ADS_1
Seorang gadis kecil dengan tubuh mungil mengangkat tangannya ke atas dan mengeluarkan beberapa kalimat.
“Apakah aku bisa melihatnya?”
Saat rangkaian kalimat itu memenuhi pendengaran semua orang. Mereka juga ikut mengangkat tangannya masing-masing sebelum berkata.
“Aku juga ingin melihatnya.”
“Ya, aku juga ingin melihatnya.”
“Aku juga.”
Melihat hal ini, membuat Yu Lin sedikit ragu-ragu, tetapi setelah beberapa waktu memikirkannya, dia menghela napas dan kembali berbicara.
“Baiklah.”
Yu Lin membalikkan badan, membaca sebuah mantra sesaat setelah dia melemparkan selembar kertas putih di udara lalu menyentuhnya dengan jarinya yang lembut.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah pemandangan tiba-tiba muncul di kertas putih itu, lalu dengan tenang kertas putihnya menampilkan seorang pemuda berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun sedang menyapu halaman.
“Itu dia!”