Ameer Dan Cahaya

Ameer Dan Cahaya
Penuh air mata


__ADS_3

Suara tangis terdengar dari gemerlap nya malam,hujan deras terus memadu air tangis dari kelopak mata yang indah,cahaya rembulan terus terpancar hingga menusuk kecela cela ruangan gelap tanpa penerang.


Teriakan seorang pria terdengar dari lantai bawah hingga kelantai paling atas,suara kaca,dan benda lain nya terjatuh dari tempat nya hingga menimbulkan suara yang sangat bising.


Cahaya memeluk kedua lutut nya sambil menangis tersedu sedu,ia duduk dilantai sambil memejam kan matanya dengan perasaan yang sedih.


Ketukan pintu terdengar olah cahaya,cahya sangat takut untuk membuka kan pintu itu,penuh amarah ia mengetuk nya,namun cahaya tetap tidak membuka kan nya,karna takut akan amukan dan ucapan kasar ayah nya.


"CAHAYA!!BUKA PINTU NYA SEKARANG!!"perintah sang ayah dengan nada yang tinggi


Cahaya tidak menjawab,hanya menggeleng kan kepalanya saja,dengan posisi yang sama terduduk lemah diatas lantai


"Cahaya akan ikut dengan ku,kamu mau apa??Cahaya adalah darah daging ku aku yang mengandung dan melahirkan nya,kmu tidak berhak apa apa terhadap Cahya"suara Ibu yang tiba tiba datang dibalik pintu itu


"Tapi Cahaya juga adalah darah daging ku,tanpa aku,Cahaya tidak akan ada didunia ini,jadi Cahya akan ikut dengan ku"ucap Ayah dengan suara tinggi nya


Hampir satu jam kedua orang tua itu cekcok,apalah daya Cahya yang hanya bisa menangis mendengar suara kegaduhan itu,sambil menutup kedua telinga nya karna tak kuat untuk mendengar ucapan kasar dari ayah nya


Akhirnya suara kegaduhan itu pun terhenti,saat ayah pergi dari balik pintu kamar cahaya,tinggal lah suara lembut ibu yang pelan pelan mengetuk pintu kamar Cahaya dan menyuruh Cahaya untuk segera keluar dari kamar nya.


"Cahaya,buka pintu nya nak"ucap ibu dengan suara lemah nya

__ADS_1


Dengan sedikit rasa takut,namun cahaya buang rasa takut itu dan segera membuka kan pintu kamar nya untuk ibu nya dan langsung memeluk ibunya dengan lembut


"Ibuu"ucap cahaya sedih sambil memeluk ibu nya dengan lembut dan disertai air mata kesedihan dari mata indah nya


"Cahaya,maafkan Ibu ya,kamu mau kan ikut bersama Ibu?"Ucap Ibu sambil mengelus halus kepalanya


"Iya Bu"


"Setelah ini kamu rapihkan baju baju nya ya,kita akan berangkat kekampung,kita akan tinggal beberapa hari disana"ucap Ibu


"Diruma Nenek?dikampung ya Bu?"tanya Cahaya


"Hum...Ibu cuman bisa pulang kerumah Nenek,kita gak bisa tinggal diJakarta lagi,kamu gak apa apa kan tinggal dirumah sederhana?"Tanya Ibu nya


Ibu Citra pun memeluk kembali putrinya,dia terharu dengan ucapan Cahaya yang begitu menyayangi nya.


Mereka pun bersiap siap,mengemasi baju baju yang akan dibawa kekampung,tidak banyak baju yang dibawa Cahaya, dia juga tidak mengambil fasilitas apa pun dari rumah Ayah nya,dia hanya membawa Henphone yang saat itu memang diberikan Ayah nya,namun hanya itu saja yang ia bawa,karna menurut nya memang itu penting.


Cahaya membawa dua kucing kesayangan nya yang bernama Gea dan Geri,dia tumbuh bersama dari saat Cahaya kecil dan dia adalah sahabat yang selama ini menemani Cahaya dikala senang dan susah.


Cahaya keluar dari kamar nya,membuka knop pintu perlahan demi perlahan,dibawah sudah ada Bi Inah dan Ibu,Bi Inah yang melihat kearah nya dan sesekali menghapus air mata nya.Cahaya pun menuruni tangga satu persatu dan menjinjing tas nya dengan rasa lesu.

__ADS_1


"Sudah hanya ini yang kamu bawa?"tanya Ibu nya sambil mengelus pundak Cahaya,dan dijawab anggukan dari Cahaya


"Bu,Ibu serius mau pergi?,Ibu gak kasihan sama Bapak,gak mau memperbaiki segala nya bu,kasih kesempatan yang kesekian kali nya untuk Bapak"ucap Bi Inah


"Bi,saya gak bisa ngasih kesempatan berulang ulang dengan rasa sakit yang sama,saya gak bisa terus terusan disakitin,Cahaya sangat tertekan dia harus mengikuti apa yang Ayah nya mau,saya gak bisa lihat itu terus menerus"ucap Ibu


"Saya gak bisa maksa Ibu,tapi mau sebagaimana pun saya menahan Ibu,Ibu akan tetap pergi juga kan,kalau Ibu sama Neng Cahaya pergi jangan lupa jaga kesehatan nya ya,Bibi doakan dari jauh"ucap Bi Inah sambil memeluk Citra dan Cahaya


"Tapi Hujan hujan begini Ibu mau pergi kemana,tidak nunggu sampai besok pagi saja Bu?"


"Ngga Bi,ini waktu yang tepat,saya gak tau mau pulang kemana inti nya tempat untuk Saya dan Cahaya tenang dari segala masalah"


Setelah berpamitan Cahaya dan Ibu nya pergi dari sana,beberapa menit yang lalu Taxi sudah dipesan.Hujan diluar juga semakin lebat tak butuh waktu lama Taxi pun sampai,pak sopir membantu membawa dua tas besar dan dimasukan kedalam taxi.


Cahaya meraih Henphone nya,membuka galeri dan memandangi potret bersama Ayah dan Ibu nya,digambar itu mereka sangat bahagia namun ntah kenapa sekarang sudah berbeda keadaan nya.


Citra menyenderkan kepala nya pada jok mobil,memandangi deras nya hujan yang turun dari langit,dia memeluk tubuh nya karna udara nya semakin malam semakin dingin.


"Bu,maaf ini mau diantar kemana ya?"


"Kejalan Xx saja pak"

__ADS_1


"Baik Bu"ucap nya


Cahaya dan Citra pun tanpa sadar tertidur disepanjang malam,karna memang lelah dan cuaca juga yang sangat mendukung saat itu.


__ADS_2