
Mereka pun sampai ke supermarket
" Makasih ya den"
" Santai bi ,aku tungguin ya bi"
" Nggak usah den,langsung pulang
aja ,nanti bibi sama laura pulang naik angkutan aja , kelamaan ntar kalau mau nungguin"
" nggak ada jadwal juga, Dari pada bosen,kafa ikut masuk aja deh "
Bi ana juga tidak bisa menolak, akhirnya mereka masuk ke supermarket.
" neng bibi kesana ya,neng cari aja apa yang mau di beli" bi ana meningalkan laura dan kafa
Laura yang bingung, akhirnya berjalan meninggalkan kafa ,ia mencari cemilan.
Tapi ternyata kafa mengikutinya
"Kok ngikutin aku?" tanya laura , ia mencoba menghilangkan rasa gugup nya
" Lah emang nggak boleh?" tanya balik kafa
"Ya kan kamu bisa kesana"
" Nggak!! Mau ngikutin lo" kafa sengaja terus menerus menggoda laura
" Yaudah terserah" laura seperti nya sudah mulai tidak perduli dengan tingkah kafa.
Laura memasukkan beberapa cemilan ke dalam keranjang belanja
" Nitip dong" kafa memasukkan beberapa cemilan juga
" He?! Tapi bayar sendiri" ucap laura , sebenarnya ia hanya bercanda
" Yaampun pelit amat,gue bayar sendiri kok ,tenang"
Laura memutuskan menyudahi berkeliling nya,ia lelah ,sedari tadi kafa terus saja membuntuti nya dan ia pun langsung menuju kasir.
Laura mengeluarkan uang cash untuk membayar belanjaan tadi ,tapi tiba2 kafa sudah memberikan Atm nya.
" Pakek ini aja" kafa menyodorkan kartu Atm ke pelayan kasirnya.
__ADS_1
" Eh nggak usah aku bayar sendiri aja,bayar punya kamu aja" tolak laura
" Udah diem aja ,banyak banget Nolak nya"
" Dihh?! Ya udah deh makasih"
"Nunggu bi Ana di mobil aja" ajak kafa
Merekapun keluar menuju mobil kafa,saat laura ingin masuk mobil
" Ngapain di belakang,di depan aja"
Laura sedikit mengerut kan keningnya
" Ha?!"
" Yaampun duduknya di depan aja "
" Duh di belakang aja yak"
" Nggak ada penolakan sih,ini mobil gue"
" Dih sombong Amat, iya iya" laura langsung menuju kursi depan
" Ternyata kalau udah kenal gini kafa nggak se cuek itu sih,tapi kayak lebih ke Ngeselin banget" gumam laura dalam hati
Laura sibuk memainkan handphone nya, sedangkan kafa sibuk memperhatikan gerak gerik laura.
"Bisa bisa nya gue dari tadi ngeliatin nih cewek" kafa langsung tersadar
" Maaf ya den , kelamaan ya" bia ana yang sudah kembali
" Enggak kok bi, belanjaan nya tarok aja di bagasi ya bi"
" Iya den"
Kafa melajukan mobil nya dengan tenang,
" Cemilan tadi buat kamu aja" ucap kafa ,ia pun masuk ke GH meningalkan laura dan bi ana
" Makasih " teriak laura
Kafa hanya tersenyum kecil ,sambil berjalan menuju ruangan team nya
__ADS_1
" Lama amat bro,mana dateng senyum2 lagi,nemu apaan loh" tanya Evano
Kafa hanya mengangkat bahunya , menandakan ia tidak tau.
" Kafi belum nyampek?!" Tanya kafa
" Belum,kalian gimana sih ,kan satu rumah ,kok nggak barengan aja"
" Kalau bisa sendiri2 ngapain barengan" ucap kafa
" Dasar kembar aneh,gengsi nya tinggi banget,salah satu yang sakit aja baru panik" cerocos evano
" Bacot ah" ucap kafa
" Tuh ,panjang umur nih anak,baru di omongin"
Kafi Berjalan menuju yang lainya
" Ngapain ngomongin gue,kangen lu pada sama gue" ucap kafi dengan Pd nya
" Iyain aja dah iya" ucap haris
Mereka ber empat sudah berkumpul,karena moment kayak gini mungkin akan sulit untuk terulang,mengingat Haris sudah Keluar dari Amigo.
.
.
.
Semua sudah berkumpul di halaman GH, membuat pesta kecil,perpisahan mereka dengan haris.
"Buat Amgio Q , Kafa,kafi,evano,Team ladies semua staf disini, terimakasih selama ini udah Nerima aku disini dengan baik,semuanya menjadi kenangan terbaik dalam hidup aku"
" Dan buat ko jason terimakasih sudah percaya sama haris selama ini,udah mengizinkan haris bergabung dengan team yang hebat ini"
" Mungkin ini perpisahan yang terberat bagi saya,tapi mungkin ini sudah jalanya saya"sambung haris
" kamu tetap jadi keluarga Amigo ,sering2 main kesini ya,kita tetap terbuka untuk kamu" ucap ko jason
Sedari tadi yang lainya hanya bisa diam bersedih,apalagi Team cowok ,sedihnya luar biasa,mereka kehilangan pemain terbaik nya juga.
" Udah udah cukup sedihnya ,kita senang senang dulu,yukk makan2" ajak dion
__ADS_1
Merekapun menghabiskan waktu dengan bernyanyi , bercanda, bercerita,mungkin moment ini akan sulit terulang kembali.
-TBC-