
Beberapa saat sebelum Myllo akan menghadapi Klavak, sambil menjaga Djinn.
“*Prang!”
““Aaaargh!””
Tiga anggota Aquilla lainnya, Gia, Garry, dan Dalbert, berusaha mengejar Djinn, yang masih belum sadar dan hendak ditangkap oleh Serpentis.
“Kok mereka banyak banget, sih?!”
“A-Aing teh juga nggak tau, Teh Gia!”
Jawab Garry, sambil berlari di belakang Gia.
Sementara Dalbert tidak bisa ikut menyerang anggota Serpentis yang menghadang mereka karena menggunakan mata elang untuk memantau situasi di sekitar peperangan Dungeon of Whisper.
“Myllo!”
“Myllo teh kenapa, Dalbert?!”
Tanya Garry yang cemas melihat reaksi Dalbert.
“N-Nggak. Gue kira dia kenapa-kenapa. Nggak taunya kesandung bangkai Chimera.”
Mendengar penjelasan Dalbert…
““Haaaah…””
…Gia dan Garry menghela nafas secara bersamaan.
“Ya ampun, Myllo! Kok bisa ya dia kesandung?! Dasar nggak hati-hati!”
“Sianying itu teh gobloug pisan!”
“Ya, ya, ya.”
Sahut mereka bertiga secara bergantian.
Tanpa mereka sadari…
((Flame Shot))
…ada seseorang yang menembak mereka dari belakang.
((Sirena: Ola))
“*Bwush!”
“Aaargh!”
Beruntung ada Delolliah yang mengikuti mereka dari belakang dan menyerang balik orang yang hendak menyerang mereka.
“Apakah kalian baik-baik saja?!”
“Ya. Makasih sebelumnya karena udah jagain kita.”
Balas Dalbert kepada Delolliah, dengan merasa kesal karena tidak menyadari adanya serangan yang datang.
Kedatangan Delolliah membuat Gia penasaran.
“Delolliah, kamu nggak apa-apa ninggalin Siren di Coral Castle?”
“Tidak apa-apa, Gia. Sepertinya mereka bisa bangkit kembali, walaupun masa lalu menghantui mereka semua.”
Jawab Delolliah atas rasa penasaran Gia.
“Maka dari itu, izinkan aku ikut bersama kalian! Aku tidak tahu apa tujuan mereka menangkap Djinn, namun aku adalah temannya! Aku tidak akan membiarkan dirinya dibawa begitu saja!”
“Ya! Makasih banyak, ya!”
Sahut Gia, sambil melanjutkan perjalanan mereka menyusul Myllo yang baru saja tiba di titik Djinn berada.
……………
Sedangkan di tengah peperangan antara Chemia melawan Serpentis.
““*Koaaak! Koaaak! Koaaak!””
“Aargh!”
“Cih! Dasar gagak sialan!”
“Mengapa ada banyak sekali burung gagak?!”
Angela yang datang ke tengah peperangan mengalihkan perhatian mereka semua dengan banyak burung gagak miliknya.
Dengan teralihkan perhatian mereka semua, Eìmgrotr dan Zhivreeg langsung memanfaatkan kesempatan itu.
((Fire Magic: Blaze Missiles))
“*Boom! Boom! Boom!”
““Aaaargh!””
Dengan sihirnya, Eìmgrotr menembakkan begitu banyak api ke beberapa orang yang diganggu oleh burung gagak dari Angela.
((Sticky Threads: One Pull))
““*Cyut, cyut, cyut…””
“Eh? Kok ada benang di—”
““*Syush…””
““Aaaargh!””
Dengan sihirnya, Zhivreeg menarik seluruh anggota Chemia yang tersisa dari peperangan.
“Zhi-Zhivreeg?! Mengapa anda menarik—”
“Diem aja di sini dan nggak usah banyak komentar!”
““Y-Y-Ya…””
Jawab seluruh anggota Chemia dengan takut setelah mendengar teguran dari Zhivreeg.
Melihat kedatangan keempat mantan Scholar, hampir seluruh anggota Serpentis dilanda kecemasan.
“Si-Sial! Empat Kasta Merah mereka sudah datang!”
“Bahkan adanya empat orang itu bisa bikin kita kacau balau!”
Seru beberapa anggota Serpentis.
Dari antara mereka semua, hanya Petualang Kasta Merah saja yang menanggapi kedatangan mantan anggota Chemia dengan berbeda.
“Oh, mereka udah dateng, ya?”
Bisik Gadlu, sambil…
“*Crat, crat, crat…”
…memegang kepala Kwajoe, yang ia penggal.
__ADS_1
Sementara Moalkin…
“Hahaha! Akhirnya mereka datang juga!”
…sangat bersemangat menyambut kedatangan mereka.
“*Drap, drap, drap…”
Ia berlari menghampiri Zhivreeg.
“Hraaagh!”
“*Prang…”
“…”
Zhivreeg berhasil menghindari ayunan pedang Moalkin.
Namun ia baru pertama kali bertemu dengan Lizardman itu.
Oleh karena itu, ia tidak tahu tentang kekuatan yang digunakannya.
“Boom.”
“Hah?”
Zhivreeg merasa heran dengan bisikan Moalkin.
Hingga akhirnya…
“*BOOMMM!!!”
…tercipta ledakan dahsyat dari bawah kakinya.
““Zhivreeeegg!!!””
Seru Angela dan rekan-rekannya yang mengkhawatirkan Zhivreeg.
“…”
“Oh, dia udah dateng, ya? Artinya saya harus tukar tempat sama dia.”
Pikir Gadlu yang menyaksikan kedatangan Charvelle.
“Moalkin, bentar lagi Charvelle dateng. Saya pergi dulu, ya.”
“Baiklah, Gadlu.”
Balas Moalkin tanpa memandangnya karena ia terpaku dengan Zhivreeg yang masih bisa berdiri menghadapi ledakan yang dilesakkan olehnya.
“Ya! Saya yakin bahwa anda masih bisa berdiri menghadapi ledakan saya, Insectant!”
“…”
Zhivreeg tidak menanggapi pernyataan Moalkin karena menahan rasa sakit yang luar biasa besarnya, dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Melihat dirinya yang menahan rasa sakit, Moalkin merasa kecewa.
“Jika tidak salah, Snake mengatakan bahwa anda merupakan seorang Frontliner Kasta Merah, bukan?! Jika hal itu benar, seharusnya anda bisa mengatasi “luka kecil” dari serangan minim saya, Insectant!”
Sahut Moalkin dengan angkuh kepada Zhivreeg.
“Zhivreeg! Menghindarlah dari sa—”
“*Shrusshh…”
“!!!”
“Cih! Kau adalah—”
“Charvelle Bumvay, Striker dari Serpentis. Daripada lo bosen harus nontonin temen lo, mending lo lawan gue aja, Giant!”
“!!!”
Eìmgrotr terkejut ketika Charvelle mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
((Ice Dragon Magic: Icicle Shower))
“*Shrr, shrr, shrr…”
Charvelle mengeluarkan begitu banyak es tajam yang ia arahkan ke Eìmgrotr dengan lurus.
((Fire Magic: Swirling Flame))
“Vwumwumwum…”
Eìmgrotr memutar-mutarkan tangannya yang diselimuti api, hingga terbentuk pusaran api yang melelehkan seluruh serangan Charvelle.
“Aku sudah tahu kelemahanmu, Charvelle. Karena kau memiliki Mana Ice Dragon, maka hanya kekuatan alam itu saja yang kau gunakan.”
“…”
Charvelle hanya tersenyum mendengar kata-kata dari Eìmgrotr.
((Ice Dragon Magic: Curving Blizzard))
“*Shrr, shrr,
shrr…”
“!!!”
Eìmgrotr dikejutkan sihir milik Charvelle yang arah gerakannya melengkung dan akan menyerangnya dari dua arah yang berbeda.
((Kinetic Hold))
““…””
Eìmgrotr menahan serangan es dari Charvelle.
Akan tetapi, momen itulah yang ditunggu olehnya.
“*Swush!”
Charvelle terbang dengan cepat, lalu…
“*Shruk…”
“Urgh…”
…ia menusuknya dengan pedangnya.
“Hmph! Tipikal Giant banget! Karena terlalu fokus pake kekuatan pikiran yang jadi ciri khas mereka, makanya mereka jadi lengah sama badannya sendiri!”
Seru Charvelle, dengan pedang yang masih menancap di perut Eìmgrotr.
“*Shrrrkk…”
Perlahan-lahan Eìmgrotr mulai membeku karena adanya es yang menggerogoti tubuhnya.
“M-Mengapa… aku…”
“Hmph! Jangan lo pikir pedang gue nih cuma sekedar pedang biasa, ya!”
__ADS_1
“A-Apa… maksudmu…?”
“Frostbite. Pedang ini nggak cuma terbuat dari kulit atau tulang dari Ice Dragon aja, tapi pedang ini juga udah dibuat sama Dwarf, yang sejatinya ras yang pandai besi!”
Jelas Charvelle terkait senjata yang ia gunakan.
Akan tetapi, ia tidak sadar bahwa dirinya sama lengahnya dengan lawannya.
“Harus kuakui kau benar, Dragonewt. Namun…”
“*Tap…”
“…sepertinya kau… terlalu meremehkan kami… para Giant…!”
“*Tap…”
Seru Eìmgrotr, sambil memegang kepala Charvelle.
((Mind Magic: Seismic Brain))
“…”
Dengan Sihir Pikiran yang Eìmgrotr gunakan, kepala Charvelle seakan otaknya seperti bergetar dengan sangat kencang, hingga membuatnya pusing.
“Aaaargh…”
“*Bruk…”
Charvelle pun terjatuh karena rasa pusing yang ia alami.
“Hoeeek!”
Ia merasakan mual yang seharusnya tidak ia alami.
Sementara Eìmgrotr…
“*Trang, tang, tang…”
((Fire Magic: Heating Touch))
“*Pwush…”
“Urgh…!”
…melepaskan pedang Charvelle yang tertancap di perutnya, lalu melelehkan es yang membeku pada bagian luar maupun dalam tubuhnya.
“Huff! Huff! Huff!”
Charvelle berdiri kembali, walaupun tubuhnya masih berguncang karena rasa pusing yang masih ia rasakan.
“Seperti yang kuduga, bahwa kau bisa berdiri kembali.”
Sahut Eìmgrotr kepada Charvelle.
“Jadi, apakah kau masih ingin bertarung denganku, Charvelle Bumvay?”
“Haha… Pastinya. Selama lo nggak ikut campur sama pertarungan mereka…”
Jawab Charvelle, sambil menunjuk ke pertarungan antara Zhivreeg melawan Moalkin.
“*Boom, boom, boom…”
Eìmgrotr menyaksikan Zhivreeg yang tidak berdaya dan hanya bisa menghindari serangan Moalkin.
“Jadi kau hanya membuatku sibuk berhadapan denganmu, agar aku tidak bisa membantu Zhivreeg maupun Angela, kah?”
“Pastinya. Karena, dari semua mantan Scholar, cuma lo aja kan yang bisa pakai serangan? Makanya itu, lo nggak boleh ikut bareng mereka berdua yang nggak bisa nyerang. Apalagi, Beastwoman itu yang jadi Scholar cuma karena cerdas aja.”
Jelas Charvelle terkait rencananya.
Mendengar penjelasannya…
“Hmph!”
…membuat Eìmgrotr tertawa.
“Hey, Charvelle Bumvay. Sepertinya kau terlalu meremehkan rekan kami.”
“Meremehkan? Apa maksud lo?”
Tanya Charvelle dengan penasaran.
“Lephta! Tunjukkan dirimu sekarang!”
“…”
Tidak ada respon dari Lephta yang sedang bersembunyi dari balik koral besar.
Akan tetapi, Angela mendengar seruan rekannya itu.
Oleh karena itu, ia menggunakan burung gagak yang menempel di pundak Lephta.
Lalu…
“*Tap…”
…ia melepas bandana yang ia gunakan.
“*BRUK!!!”
““!!!””
Semua yang berada di tengah peperangan, dikejutkan dengan Lephta yang berubah wujud, dengan telinga yang sangat panjang, hingga menyentuh dataran, yang lalu menendang sebuah koral besar dengan sangat keras, hingga hancur.
“Hey, Charvelle. Pernahkah kau mendengar tentang salah satu klan ternama di antara Beastman yang bernama Klan Nagaimimi?”
“!!!”
Charvelle terkejut ketika mendengar nama klan tersebut.
Sedangkan Moalkin, merasa senang ketika ia hampir mengalahkan Zhivreeg.
“Hahaha! Akhirnya saya menemukan tantangan baru!”
Seru Moalkin yang bersemangat ketika melihat adanya orang yang kuat di hadapannya.
“Asal kau tahu saja, Charvelle Bumvay.”
“Hm?”
“Pada awal terbentuknya Chemia Party, kami dikenal sebagai salah satu Party yang paling stabil.”
“Stabil?”
Tanya Charvelle dengan heran.
“Berius adalah Keeper. Angela adalah Observer. Aku dan Ghibr adalah Rounder. Zhivreeg adalah Frontliner. Dan Lephta, walaupun penakut, ia adalah seorang Striker Kasta Merah!”
“!!!”
Lagi, fakta dari Eìmgrotr mengejutkan Charvelle.
Dengan Lephta yang akan menghadapi Moalkin, maka pertarungan antara dua Striker Kasta Merah pun akan dimulai.
__ADS_1