
Sebenarnya dira itu ga diizinin buat naik motor dengan lawan jenis yang bukan mahrom tapi mau gimana lagi ga ada pilihan lain, mau ga mau dira ttp harus profesional dalam organisasi. Namun seakan orang tua tak memberi restu di pertengahan jalan dira memberhentikan Azam karena Hp nya terjatuh. Namun karena hari sudah sore akhirnya teman-teman yang lain pergi terlebih dahulu sedangkan dira dan Azam mereka berdua menelusuri jalan itu kembali lagi ke arah sekolah dengan perlahan, dengan sabar azam menenemani dira mencari hpnya setiap ada orang ia tanya yang dilakukan dira hanyalah termenung memikirkan nasibnya ketika pulang ke rumah akankah orangtuanya marah atau tidak. Sampai berkali-kali mereka menelusuri jalan itu sampai ke sekolah lagi namun tidak menenemukan hp dira. Azam terus memberi lelucon agar dira terhibur.
" Tenang aja, nanti dapat yang baru" ucap azam.
Dira hanya tersenyum getir mendengarnya, sampai dirumah lisya dira langsung menangis. Dira bukanlah lebay menangis hp yang hilang namun memang karena hp itu dibeli dari uang yang ia kumpulkan dari sisa uang jajannya sendiri. Hal lain yang ia takutkan adalah orangtuanya marah. Sampai selesai membuat makanan ringan untuk acara besok dira hanya tersenyum getir setelah selesai mereka kembali lagi ke sekolah karena memang rencananya mereka akan bermalam di sekolah. Dira kembali ke sekolah bukan dengan azam melainkan dengan babas nama aslinya adalah bastian dipanggil babas satu kelas dengan azam memiliki sifat tenang dan suka menghibur orang, lucu setiap ucapannya selalu mengundang tawa.
Sepanjang jalan babas terus saja menghibur sampai-sampai dira ikut tersenyum dan sekali-kali tertawa, ketika sampai disekolah dira berubah lagi ia memjadi murung dan pendiam.
" uyy, bendahara melamun terus. Ayam tetangga semalaman melamun terus ehhh pas pagi nya udah ga bernyawa." ucap Azam sambil tertawa
" enak aja disamaain sama ayam" ucap dira
"nah gitu dong jawab dari tadi dipanggilin ngelamun terus kesambet tau rasa" ucap azam
" doa in tuh yang baik-baik, doain temen ko kesambet". ucap dira
"Gitu dong mulai debat lagi bearti dira sesungguhnya udah kembali, iya lo, liat jam udah malam tapi malah ngelamun." ucap azam
" Udahlah lo mau ngapain manggil, lagi ga mood debat" ucap dira
__ADS_1
" Itu loh buah-buah buat guru belum beli" ucap azam
" ya ampun ini kan udah jam 11, emang masih ada yang buka toko buah, kenapa ga dari tadi" ucap dira
" mungkin masih ada coba aja cari, lah kamu yang dari tadi ga fokus gimana sih dira" ucap azam
" hehe,, maaf " ucap dira
"iya udah gpp, sana sama babas cari toko buah yang masih buka, sebelum makin larut " ucap azam
" enak yah bapak ketua tinggal nyuruh, yaudah sana panggil babasnya. " ucap dira
" bas" panggil azam
" beli buah-buahan sana sama dira"ucap azam
" okk, ayo dir " ucap babas
Dira dan babas pun keluar mencari toko buah yang masih buka.
__ADS_1
" pulang dulu yah ambil makan" ucap babas
" ya ampun ini udah malam bas, masih laper aja" ucap dira
"hehe, maklum tadi belum makan" ucap babas
" tapi beli buah dulu yah, masa pulang tengah malam bawa cewe" ucap dira
" iyalah beli buah dulu baru pulang, tenang aja ga usah khawatir, jangan ngelamun terus nanti juga dapat hp baru" ucap babas
" iya" ucap dira
Mereka sampai disebuah toko buah dan setelah selesai babas menghantar dira kesekolah lalu ia pulang.
Sinar matahari sudah mulai terbit, seluruh panitia kini tengah sibuk karena beberala jam lagi acara akan segera di mulai...
Tak terasa, akhirnya acara maulid pun selesai dengan lancar..
Dari kejadian itu dira dan azam mulai dekat mereka terkadang teleponan bukan hanya urusan oranisasi tapi juga terkadang urusan pribadi mereka sering berbagi cerita. Azam terkadang tidak melihat waktu untuk menelpon dira walaupun ttng organisasi tapi seharusnya di waktu yang memungkinkan. karena azam yang sering menelpon diwaktu yang tak sesuai dan keseringan juga maka dar itu kontak di hp dira di ganti menjadi " ketua". Benar saja orang tua dira tidak pernah curiga karena mereka taunya ttng organisasi.
__ADS_1
Dira pun sudah membeli hp baru hasil sisa uang jajannya juga dan dapat sedikit tambah dari orangtuanya.
Bersambung...