
Shinichi yang berkunjung beberapa kali saja masih merasa kagum dengan kediaman nya sendiri . Sedangkan Kaito , Heiji dan Hakuba terdiam dan ikut jmenikmati pemandangan yang indah ini di perkarangan mansion Kudou .
Mereka mulai memasuki mansion terdepan milik keluarga kudou .
Berbagai hamparan bunga biru dan putih bercahaya serta tiupan angin yang halus membuat mereka betah berlama lama disana .
Karena ayah nya kudou masih terus berjalan , mereka berempat tetap mengikuti kudou yuusaku sampai disebuah ruangan yang bertulisan ruang pertemuan .
Kaito, Hakuba dan heiji terkejut . Tepat seperti apa yg dikatakan oleh Shinichi , mereka menemui ayahnya . Dan bahkan Kaito lebih terkejut lagi saat melihat ayah nya benar berdiri tepat di depannya .
" Ap- apakah ini kau ayah ? " Kaito berdiam tanpa bergerak karena masih tidak percaya akan hal ini .
" Hei anak ini ... Jika ini bukan ayahmu lalu siapa Kaito ? " Ayahnya terkekeh geli saat melihat anak nya bertingkah tak biasa .
" Kau bisa berbincang dengan ayahmu setelah kita membahas masalah yang akan kita bahas . Mari kita duduk di tempat masing masing " .Kudou Yuusaku tiba tiba mengucapkan hal itu yang seketika mereka ingat apa tujuan mereka berkumpul pada awalnya.
Mereka berkumpul di sebuah ruangan dengan meja persegi panjang di tengah ruangan serta berbagai rak yang berisi buku dibelakang mereka .
Meja persegi panjang yang sangat lebar serta kursi kayu yang berlapiskan emas putih di setiap sisi nya menghiasi ruangan tersebut.
Kudou yusaku duduk di dekat jendela tepat ujung depan , di sisi kanan di isi oleh ayahnya Kaito dan ayahnya Hakuba serta ayahnya heiji .
Sedangkan di sisi kiri di isi oleh Kaito , Hakuba dan heiji . Shinichi ? Dia berhadapan dengan ayahnya . Posisi ini sebenarnya menjelaskan posisi mereka secara tidak langsung . Tapi siapa yang peduli ?
Suasana disaat itu cukup hening . Tidak ada satupun yang angkat bicara sampai Kudou yuusaku alias ayahnya Shinichi angkat bicara .
" Mari kita mulai dengan masalah iblis yang menyusup kedalam wilayah kita para penyihir. Aku rasa kita tidak perlu memusingkan itu , tetapi yang harus kita rundingkan saat ini adalah pertarungan persahabatan yang akan di gelar beberapa bulan lagi . Pertarungan ini di ikuti oleh penyihir dan iblis . Meskipun namanya pertarunag persahabatan tetapi tidaklah bersahabat . Dan kalian berempat akan menjadi kandidat untuk petarungan persahabatan itu " .
Shinichi agak terkejut mendengar jika mereka berempat merupakan salah satu kandidat untuk pertarungan itu .
Yang seharusnya kandidat itu diberikan oleh penyihir yang mahir dan lebih tinggi tingkat nya .
" Tunggu ayah , apakah ayah yakin memberi posisi ini kepada kami berempat ? Ya masalahnya mereka bertiga kan baru saja sampai disini . Apa tidak terlalu terburu buru ? " Shinichi menghela napas karena saat ini ia menanggung tanggung jawab yang besar untuk nama baik penyihir saat ini .
"Ini keputusan dari pertemuan para tetua Shinichi . Turuti saja apa mau mereka Shinichi . " Ayahnya tersenyum kikuk melihat Shinichi sedikit jengkel karena keputusan mendadak ini .
"Ah sudahlah ... Mau bagaimana lagi .... Aku... Undur diri dulu " dengan cepat Shinichi bangkit dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Sisanya hanya mereka ber 7 di dalam ruangan itu karena Shinichi pergi . Mereka melanjutkan percakapan kembali meskipun sedikit canggung .
Sedangkan Shinichi berjalan sangat cepat menuju ruangan nya atau kamar nya saat ini .
Membuka pintu dan menutup pintu dengan kasar bahkan para pelayan yang ada disekitar terkejut mendengar suara pintu yang di hentakan begitu keras .
Shinichi duduk sesaat di ranjangnya lalu berdiri lagi meraih beberapa buku sihir yang ada di lemari bukunya .
Ia keluar dari kamarnya . Berjalan di koridor gelap yang hanya disinari cahay bulan . Sampai saat dia keluar dari mansionnya , ia menuju ke danau biru .
Danau yang memiliki aura mana yang banyak dan cocok untuk melatih sihir tingkat atas disana .
Saat ia ingin merapalkan mantra , ia merasakan ada seseorang yang mengawasinya dari jauh . Karena reflek , ia menembakan panah petir ke arah orang itu .
Sosok itu terlihat menghindar dan tak lama terdengar suara .
" He-hei tenang dulu ! " Perlahan orang itu mendekat kearah Shinichi .
Masih terlalu gelap untuk melihat sosoknya dengan jelas .... Tapi Shinichi yakin orang ini merupakan seseorang yang ia kenal .
"Ini aku Shinichi ! Kaito ! " Ia melambaikan tangannya dan mengisyaratkan bahwa ia buhkan musuh .
" Apa yang sedang kau lakukan Shinichi ? " Kaito menghampiri Shinichi . Sosok yang tadi gelap mulai terlihat karena disinari cahaya bulan .
"Justru itu pertanyaanku . Apa yg kau lakukan disini ? " Shinichi mengernyit kesal karena ada seseorang yg mengganggu waktu sendiri nya .
" Itu tidak sopan loh metantei ... Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan " Kaito tersenyum , tersenyum licik lebih tepatnya .
"Sudahlah , aku tidak peduli kau ada disitu . Tapi kusarankan sebaiknya kau pergi Kaito " Shinichi menatap tajam ke Kaito .
"Iya iya... " Kaito berbalik menuju hutan gelap . Tetapi ia tidak pergi , melainkan bersembunyi untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Shinichi .
Iya iya... " Kaito berbalik menuju hutan gelap . Tetapi ia tidak pergi , melainkan bersembunyi untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Shinichi .
[|][|][|][|][|][|][|][|][|]♣♠♥♦....
Shinichi kembali fokus . Ia membalik halaman buku satu persatu untuk mencari mantra yang Ingin ia coba .
Sampai saat halaman yang dimana ada seutas tali yang merupakan pembatas buku itu menandai bahwa halaman buku itu merupakan yang ia cari .
Ia melihat sekilas , dan raut mukanya berubah menjadi kesal .
" Sial ! Jika aku tahu begini , aku tidak menyuruh Kaito untuk pergi tadi ... "
__ADS_1
Saat itu Shinichi membaca syarat untuk membaca mantra itu .
Disana tertera sebuah kalimat
" Mantra ini tingkat tinggi dan hanya bisa dilakukan oleh 2 penyihir . Dibutuhkan ketenangan hati dan terhubungnya niat diantara 2 penyihir "
" Syarat : seseorang yang benar-benar mencintaimu atau sudah mengenal sejak lama "
Apa apaan ini... Dia tidak memiliki seseorang yang dicintainya ...yang mengenalnya lama pun hanya teman masa kecilnya . Itu pun dia hanya manusia biasa .
Disaat Shinichi frustasi , Kaito keluar dari persembunyiannya .
" Ah kebetulan ! Aku membutuhkanmu Kaito ! " Tatapan cerah yang ditujukan ke Kaito membuat Kaito terheran-heran .
" Aku ? " Jarinya menunjuk dirinya sendiri . Dia terlihat bingung dengan permintaan shinichi .
" Aku membutuhkan 1 penyihir lagi untuk melakukan sihir tingkat tinggi " sembari menyerahkan buku mantra itu ke Kaito untuk dilihat Kaito .
Kaito meraih buku mantra yang diberikan oleh Shinichi padanya .
Sesaat dia tersenyum
" Ahh ! Aku tahu mantra ini ... Sebenarnya ayah mengatakan ini sebuah lagu . Saat aku mendengarkan lagu ini , hatiku selalu sakit setiap memikirkannya . Ternyata sebuah mantra , huh ... "
Kaito mengembalikan buku mantra itu kepada Shinichi .
Sedangkan Shinichi hanya diam saja sambil mengambil kembali buku mantra itu .
" Bisakah kita melakukannya ? Aku ingin mencobanya " shinichi menatap buku mantra itu . Tangannya bergetar karena dia mempertaruhkan segalanya untuk menguasai mantra itu .
" Kita akan mencobanya ! Biar aku membantumu " kaito tersenyum diam . Ia melihat wajah Shinichi erat2 lalu mengalihkan pandanganya ke danau biru itu .
Mantra lagu itu berjudul Inclusion .
Ini adalah lagu yang menyiratkan sebuah legenda yang menyelimuti dunia atau alam semesta mau dimanapun itu .
Lagu yang mewakili orang2 yang merasakan kepahitan dalam peperangan .
Mereka mulai berhadapan dan berdiri si tepi danau biru .
Suasana sangat tenang tanpa satupun suara berisik .
Kali ini ....
Ia mulai bernyanyi ....
__________________________________
Halaman pertama-
Mereka saling menyanyikan mantra tersebut dengan fokus .
Perubahan disekitar mereka mulai muncul
Halaman kedua-
Mana disekeliling mereka semakin padat dan bercahaya .
Disekitar mereka cuaca juga ikut berubah sesuai elemen mereka .
Halaman ketiga-
Arti keseluruhan lagu
( Telah diceritakan dan dikisahkan, walau itu semua hanyalah dongeng
Terdapat sebuah batu yang berpendar dalam tenangnya dongeng
Tujuh warna cahaya dikumpulkan, demi mengabulkan permintaan
Tangan manusia yang menginginkan mimpi, mengulang kembali sejarah.
Teriakan yang berasal dari ingatan yang berhamburan,
Sebuah kerajaan yang telah lenyap menyisakan air mata.
__ADS_1
Setiap orang berdoa demi lari dari sesuatu.
Ksatria itu mundur dan melupakan keinginannya.
Batu yang berpendar digenggamnya erat di kedua tangannya,
yang dilihatnya adalah (situasi) jatuh dalam api peperangan dan langit tanpa warna.
Jauh jauh dahulu kala telah terdengar sebuah dongeng.
Terdapat sebuah batu yang berpendar yang dapat mengabulkan permintaan.
Rumah dan langit pun terbakar dan berkobar, tak ada yang bisa menghentikan,
Dia tertawa dalam kesedihan, (melihat) darah terciprat oleh pedang yang berkarat
Dia teringat ada orang yang haus akan kehormatan, kemenangan,
keinginan untuk hidup, bahkan tak bisa lepas dari koin emas.
Orang itu menebas dan membunuh siapa saja, cahaya yang terkumpul ini,
yang kurang adalah merah ke biru, kemudian untuk melengkapi yang ke tujuh masih jauh.
~Dia bahkan telah lupa untuk mundur~
Batu yang berpendar itu jatuh tergelincir dari kedua tangannya
Suara yang terdengar pun sekarang menggema tanpa henti di dalam kepala.
Ah, Orang-orang mengharapkan alasan, melihat mimpi, hidup,
oleh karena itu (keinginannya) takkan terkabul.
Cahaya yang terakhir dilihatnya adalah kilau kelima, keenam, lalu dia menggunakan seluruh kekuatannya,
Dia sedih karena tahu tangannya tak bisa menyelamatkan siapapun......)
Bait terakhir adalah puncak dari mantra tersebut .
Sekitar mereka tiba2 turun salju dan banyak kilatan petir yang cukup berisik .
Sungguh keajaiban yang luar biasa .
Kegunaan dari mantra tersebut adalah untuk kemudahan dalam memakai sihir tingkat tinggi dengan sekali ucap dan sihir gabungan .
Yang bahkan para Tetua juga sulit melakukan ini jika tidak berlatih dengan sungguh-sungguh .
Kaito dan shinichi saling tersenyum dan mungkin tanpa mereka sadari , air mata mereka mengalir deras ditengah fenomena indah ini .
Sedangkan heiji sibuk dengan obrolannya dengan ayahnya , Hakuba menatap keluar dr jendela .
Salju dan petir yang bersamaan meskipun tidak hujan .
" Mereka benar-benar melakukanya ya...." Wajah Yusaku sekilas menyeringai .
____
" Hei Shinichi ! Cepat kita pergi dari sini ! Ini dingin tahu ! " Menarik tangan Shinichi dan pergi menuju ke mansion Kudo sebelumnya .
Bersambung~
Sorry puendekkk bgt .... Ide ku buntuuu helppp ! Lmaoo ( ╹▽╹ )
Btw btwww~ bagi kalian klo mau sumbang ide silahkan ! Nanti mana taukannn ide kita sama... Trs ide yg ku pakai dari kalian nanti akan ku tag juga nama kalian hehe (。•̀ᴗ-)✧
Btw lagi nihhh ~ aku ada story' baruu.... Dah lama btw cma jarang up .... Fanfiction Detektif Conan juga guys !
Genre nya rada psyco ? Idk~ tapi semoga membuat kalian tertarik !
Judulnya : detektif Conan ( psyco Mode )

Silahkan~
Penutupan seperti biasa ~
See You Next chapter ! (◠‿・)-☆
note author : " ku gak tau ternyata , di noveltoon ada yg nunggu ceritaku (っ˘̩╭╮˘̩)っ "
__ADS_1