
Setiap malam aku selalu memimpikan wajah yang sama, yaitu Ghandi. Mama dan Kayla belum memberikan ku penjelasan yang jelas mengenai Ghandi. Wajah nya selalu membayangi ku. Aku sungguh penasaran dengannya. Dimana dan Bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Ghandi.
"Kak" Kayla mengetuk pintu kamar ku dengan pelan.
"Masuk" kata ku pelan.
"Hmmmm" Kayla menunjukkan ekspresi bingungnya kepada ku, terlihat bahwa dia ingin memberi tahu aku tentang suatu hal
"Kenapa ?" tanya ku penasaran.
"Mas Ghandi kak" kata Kayla pelan.
Aku terkejut, bahwa Kayla menyebut nama Ghandi, tetapi setidaknya dia bisa meringankan rasa penasaran ku.
__ADS_1
"Mas Ghandi udah meninggal 1 tahun lalu kak, tepat ketika kakak kecelakaan dulu" Kayla berbicara dengan menahan tangis yang hampir jatuh dari matanya.
Aku terkejut mendengarnya, selama ini Ghandi selalu muncul dalam mimpi dan pikiran ku, dan tanpa ku sangka aku menangis mendengar kenyataan Ghandi telah meninggal, terasa sangat sakit dan sesak di dada ini, aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi bahkan aku tidak mengenal siapa Ghandi.
"Ini kak" Kayla memberiku album foto yang berwarna merah dan di bagian cover foto tersebut tertulis Selena dan Ghandi.
Aku hanya bisa menangis dan terus menangis. Ku buka album foto tersebut dan ku lihat foto yang jelas mengungkapkan aku dan Ghandi berteman sejak kecil. Album tersebut penuh berisi kenangan aku dan Ghandi ketika kecil sampai kami dewasa.
"Ghandi sahabat aku ?" tanyaku pada Kayla.
Kayla menunjukkan ku sebuah ruangan kecil yang ada di dalam kamar ku, sebuah ruangan yang penuh dengan buku-buku. Kemudian Kayla mengambil sebuah map yang berisi beberapa kertas.
"Satu tahun lalu ketika kakak dirumah sakit, aku yang selalu beresin kamar kakak, jadi aku lihat awalnya puisi puisi ini kakak tempel didinding kakak, tapi ntah kenapa puisi puisi kakak malah berserakan di lantai jadi aku kumpulin lagi, aku udah baca semuanya kak, dan puisi ini dari Mas Ghandi kak" Kayla memberikan map kertas itu kepada ku.
__ADS_1
"Kak, jangan bilang mama yah kak aku ngasih tau kakak, karena mama takut kakak akan sakit lagi karena tau kabar Mas Ghandi" Pinta Kayla pada ku.
"Ia, tapi kenapa kamu mau ngasih tau semuanya sama kakak?". Tanya ku penasaran.
"Aku takut kakak kenapa-kenapa, tapi aku lebih takut membuat kakak menderita karena kakak selalu di bayangi rasa ingin tahu tentang Mas Ghandi, aku rasa dengan kakak tahu yang sebenarnya bisa memembuat beban kakak hilang" Kayla masih dengan air mata yang tertahan. Aku langsung memeluk adikku itu, perasaan tulusnya kepadaku dan aku sangat berterima kasih kepadanya.
"Terima Kasih yah sayang, kakak janji gak akan buat kamu khawatir, tapi kamu janji mau bantuin kakak kan, untuk bantuin ngembaliin ingatan kakak lagi" ku peluk erat adik ku itu. Air mata Kayla yang sudah tertahan akhirnya jatuh juga.
"Ia kak, aku janji" Kata Kayla yang sudah menangis lepas di pelukan ku.
***
Aku mulai membaca satu persatu puisi yang di tulis Ghandi, terasa bahwa dia sangat romantis, terkadang aku tersenyum dan terkadang aku menangis membacanya, dan sepertinya aku tahu bahwa dia adalah orang yang berharga bagi ku, rasa kehilangannya terasa sangat menyakitkan.
__ADS_1
Sekarang aku memutuskan untuk menemukan siapa Ghandi ku untuk menemukan siapa Aku.