
Gue memandang cermin dengan tatapan horor. Please, bilang kalo ini bukan gue, please!
Rambut warna dark brown digerai. Baju sekolah dengan ukuran pas-enggak kekecilan dan nggak kebesaran. Bukan rok span tapi kayak rok biasa gitu, dan sepatu kita berwarna hitam.
Kok penampilan gue kayak orang polos-polos sialan gitu sih?!
Dengan pasrah, gue melangkahkan kaki menuju meja makan untuk menemui mami.
"Wahh... Ini beneran anak mami! Kan enak diliat kalo lu kayak gini, coba kayak kemaren? Bikin gue pusing liatnya," kata mami melihat gue dari atas sampek bawah.
"serah mami deh. Angel mah apa atuh. Nggak bisa ngelawan sama orang ****TUA****. Nanti kualat," cibir gue sambil duduk untuk memakan roti yang sudah disiapkan oleh mami.
"Pagi pagi jangan bikin gue kesel deh. Gue paling sensitif sama kata 'tua' " ujar mami, menatap gue sinis.
"Lah? mami ken emang udah tua. Sadar dong," cibir gue lagi yang ngebuat mami tambah kesel.
Mami menatap gue dengan tatapan devil.
"Hmm...Duit jajan mami potong ah."
Tuh kan. Dikit dikit ngancem nya potong duit jajan mulu. Bosen gue dengernya.
"Ampun Dijah. Hayati nyerah. Udah ah. Aku berangkat dulu ya, Mi." Gue berjalan menghampiri mami dan bercirikan cipiki dengan mami. "Inget lho! Jangan kangen sama aku," lanjut gue dengan tertawa. Mami mencibikkan bibirnya.
"Jangan cari masalah lagi! Nanti pas udah di sekolah, kamu masuk aja ke dalam terus nanya kek sama siapa gitu, Kantor Kepala Sekolahnya di mana, terus pas udah dikantor kepala sekolah, kamu bakalan ketemu sama om irwan di situ, okey?" peringat mami ke gue.
Gue mengangguk. Setelah itu, keluar dari rumah dan langsung melajukan mobil menyusuri jaln raya menuju SMA Galaxy.
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit kemudian, gue memarkirkan mobil dan berjalan ke sekolah. Gue menatap ke sekeliling halaman depan sekolah.
Ini gue mau nanya sama siapa, coba? Gue ngeliat ada tiga cowok lagi ngerumpi dibawah pohon. Mendingan gue nanya ke cowok cowok itu kan?
"Permisi kak, boleh nanya gak? " kata gue sambil tersenyum dengan manis. Sekalian nyari gebetan leh ugha lah iya.
" Wahh....Anak baru ya "
" Aduh dek, gak usah senyum. Gak kuat abng ngeliatnya. Hahahaha. "
" Ngeliat senyum adek di pagi hari, kayak ada manis manisnya gitu. "
Na-jis
" Ruang kepala sekolah dimana ya, kak? " tanya gue, tak menghiraukan perkataan mereka tadi.
Gue mengernyitkan alis, bingung. Hah? lurus? belok kanan?belok kiri?lurus?lurus?terus belok kiri atau kanan lagi? ya tuhan, nyari ruang kepala sekolah aja ribet banget.
" Gak ngerti ya? yaudah sini gue anter, "kata cowok yang barusan ngasih petunjuk yang rumit.
" Modus lo. Biar gue aja yang nganter, " kata seseorang cowok dari arah belakang gue. Gue menoleh ke arah cowok itu.
" Anjir! Gw yang dapet malah lu embat, " Cibir cowok yang ngasih petunjuk tadi, gue cuma ketwa dalam hati.
Gw pun berjalan berdua sama dia.
" Lo anak baru? "tanya dia.
__ADS_1
" Iya hehehe... "jawab gue
" Dari mana? "
"Dari tadi "
Cowok itu tergelak. " Maksud gw lo dari SMA mana? "
"SMA Garuda. "
"Ooh..Kelas berapa? "
" Hmm, kelas 11. "
" Kanapa bisa pindah kesini? "
" Karena gw ngerokok di ruang kepal sekolah. Terus di drop out deh, " jawab gw dengan santai.
" Sumpah lo? " tanya cowok itu dengan tatapan tak percaya.
" Emang kenapa sihh? Biasa aja kali. "
" Lo keren banget, kiri! " sehabis berkata seperti itu, cowok itu mengambil handphone yang berada di kantong sakunya yang kayaknya tadi berbunyi.
" Kapan kapan kita ngobrol lagi deh ya kalo ketemu. Abis ini lu lurus aja, gw ada urusan. See you. " lanjut cowok itu langsung pergi entah kemana, dan gw belum sempat nanya namanya.
...note: Maaf ya kalau up nya lama soalnya gw kehabisan kuota terus sinyal nya lama banget....🙏...
__ADS_1