
setelah candramaya dan temannya menggunakan tehknik kecepatan dalam waktu satu jam mereka telah sampai disebuah hutan. Welang yang berjalan paling depan kemudian menghentikan langkahnya, dia melihat kearah 2 pohon besar yang tepat ada didepannya kemudian dia memberikan isyarat kepada candramaya "baik ratuku, kami hanya mampu mengantarmu sampai sini. Untuk selanjutnya kau sendirilah yang harus berjalan melewati 2 pohon besar itu? ". Kemudian candramaya bertanya "kenapa kalian tidak ikut masuk saja kedalam hutan, bagaimana jika terjadi sesuatu denganku? " sang welang pun menjawab " ratuku, tugas kami hanya menunjukan jalan bukn untuk ikut masuk, karena naga yang didalam mudah sekali untuk bangun saat ia tertidur, jadi lebih baik satu orang yg masuk agar mencegah naga itu terbangun, jika sampai naga itu bangun dan anda tidak mampu lagi untuk melawannya maka tiuplah peluit ini maka kami akan segera menolong anda? " sembari memberikan sebuah peluit kecandramaya. Candramaya mengambil peluit lalu melangkah menuju 2 pohon yang ada didepannya. Setelah candramaya cukup jauh melangkah Sanca 1 kemudian bertanya kepada welang "kakak tertua apa sebaiknya kita mengikuti ratu bagaimana jika ratu ditelan oleh naga itu, bagaimana jika penantian yang kita tunggu akan sia' jika ratu terbunuh? ". Welang tersenyum sembari menjawab "apa kau meragukanku sanca, baik jika kau meragukanku kamu boleh mengikuti secara diam' sang ratu, namun jika kau percaya kepadaku maka beristirahtlh disini dan melihat keajaiban besar yang diperoleh ratu? ". Sang sanca pun mengangguk namun disertai rasa cemas dia beristirahat dan mendengarakn kata' welang. Candramaya yang berjalan telah mendekati pohon besar dan dia tetap berjalan sampai melewati 2 pohon besar yang berjajar seakan" pohon itu adalah sebuah pintu. Saat setelah candramaya melewati pohon itu dia tidak menemukan tanda' keberadaan sebuah gua, candramaya tanpa patah semangat tetap melanjutkan perjalanan saat kaki candra maya melangkah tiba' dia terperosok kedalam lubang yang sangat dalam. Karena gelap candramaya segera menyalakan obor yang dibawa didalam kantong bekalnya. Disebuah lubang ternyata ada sebuah pintu masuk seperti gua. Dan ya memang benar itu adlah jalan masuk gua mustika, candramaya seketika melihat cahaya merah bersinar terang, dan didalam pikiran candra itulah mustika yg dia cari, candramayapun merasa sangat senang karena saking senangnya dia melupakan pesan welang.dia berlari menuju arah cahaya merah itu, dan tanpa ia sadari ia menginjak benda keras seperti tali besar bersisik. "Groarrrrrrrr...... " suara besar yang menggema memenuhi gua. Candramaya pun seketika kaget dan ketakutan kemudian dia mengarahkan obornya keasal suara itu dan untuk berjaga dia memegang belati pemberian ayahnya. Saat candramaya mengarahkan obornya keasal suara tiba' dia melihat moncong ular dan melihat mata merah menyala yang mengerikan. Dan tiba" semburan api datang mengarah kecandramaya, namun dengan kekuatan kecepatan dia berhasil menghindar. "Huh hampir saja.. Kena api. Namun api ini dari mana dan mulut tadi?? .. Wahhh apakah itu naga!! " teriak candramaya. "Groarrrrrrr. Kau manusia pendosa beraninya datang keguaku apkh mksdmu untuk mengambil mustika milik tuanku.. Hha jangan harap, " kata naga. Seketika naga itu menyemburkan apinya kearah candramaya "wushhhhhhhhh" "wussshhhh" bbeberapa kali semburan diarahkan kecandramaya namun dengan sigap candramaya berhasil menghindar. , "ahaha boleh juga kemampuanmu.. Namun kali ini kau takan lolos. Rasakan kematianmu manusia lemah! " ucap naga yang bahasanya tidak dimengerti sama sekali. Kemudian sang naga mengarahkan ekornya untuk menyerang candramaya. Karena candramaya lengah akhirnya dia terkena pukulan naga itu dan terpental menghantam batu besar. Saat setelah itu dia memuntahkan darah dan mengalami kesakitan yg sangat sakit. Kemudian dia ingat akan peluit pemberian welang dia pun mengeluarkan peluit itu dan akan meniupnya. Namun saat candra ingin meniup sambaran api dari naga yang mengarah kecndramaya begitu besar tetapi candramaya masih sanggup menghindar. Namun sayang peluit yg dipegang terlempar jauh darinya saat itu dia berpasrah akan takdir. "Haha manusia bodoh yang hanya datang mengantar nyawa.. Saat ini kau akan menyesal karena pernah datang kesini bergabunglah kau dengan teman manusia mu dineraka!!! " ucap naga. Sang naga pun mengarahkan ekornya untuk menyerang candramaya, namun tiba' candramaya berteriak "tunggu dulu wahai naga. Sebelum. Kau membunuhku aku ingin kau sampaikan kepada temanku yang ada diluar untuk menjaga ibuku. Dan untuk perkataanmu itu aku bukn manusia bodoh yang hanya datang mengantar nyawa. Aku hanya ingin meminjam mustika itu untuk menolong ibuku". Sang naga lantas kaget dan mendekati candramaya "a.. Apakah kau mengerti apa yang kukatakan.. Bagaimana mungkin selain tuanku didunia ini tidak ada yg mampu mendengarku bahkan keturunan dari tuanku pun tak sanggup.. Siapakah kau bagaimana bisa. Tuanku telah mati terbunuh 200 taun lalu.. Siapa kau!! " tanya naga kepada candra. " maaf tuan naga akupun tak tahu siapa diriku. Aku hanya kebetualn saja mampu mengerti apa yang kau bicarakan? " jawab candramaya. Sang naga lalu melihat secara jeli dan dia berkata " sang dewa telah menjawab kata'ku. Kaulah tuanku. Roh tuanku telah bereinkarnasi.. Tuan maafkan kesalahanku yang tak mengenalimu. ". Candramaya kebingungan smbil menahan ras a sakit dia pun menjawab "ah sudah lah. Aku ini. Anak kecil bagaimana mungkin aku ini ttuanmu yang telah mati. Tapi jika benar aku tuanmu Saat ini bantu aku lukaku sangatlah sakit. " kemudian candramya pun pinsan. Sang naga kemudian membawa canddramya ke dalam gua dan seketika menceburkan tubuh candramaya kedalam kolam berwarna yang airnya berwarna merah.