
Malam harinya di kediaman arka Sanjaya
"Arka ayo turun,makan malam dulu nak'' teriak nenek memanggil arka yang tengah di kamarnya
Arka yang mendengar sang nenek manggilnya pun lantas turun ke bawah untuk makan malam
"Arka,umur kamu sudah mau menginjak 30.. apa kamu tidak kepikiran untuk menikah nak" tanya nenek Gayatri serius
"Uhhukkk .. uhukk..'' arka tersedak
"Arka,pelan pelan dong makannya jadi tersedak kan''
Lalu arka minum
''kamu kenapa arka,sampe tersedak gitu"
"Gapapa nek'' jawab arka
"Arka,kejadian yang menimpa papamu itu sudah takdir dari yang maha kuasa nak,jadi jangan pernah berfikir kamu pun akan mengalami hal yang sama
Dan penghianatan kekasihmu dulu,itu karena kebodohan dia yang menyia-nyiakan ketulusanmu nak.. nenek harap kamu bisa melupakan semua kejadian pahit itu dan memulai hal yang baru'' nasihat nenek kepada arka
''iyya nek,doakan saja yang terbaik buat arka"
''tanpa kamu memintapun nenek selalu mendoakanmu nak,di setiap sujud nenek..nenek menyelipkan doa untukmu,karena hanya kamu yang nenek punya saat ini arka'' ucap nenek Gayatri sembari mengelus tangan cucunya tersebut
''makasih nek,arka sayang banget sama nenek'' Ucap arka sembari memeluk neneknya
''nek,arka boleh tanya sesuatu''
''boleh dong,apa itu''
''nek,misalkan orang yang arka sukai itu hanya wanita biasa dan dari kalangan orang biasa .. apakah nenek akan menerima dan menyukainya serta menerima keluarganya'' tanya arka
''arka,nenek tidak pernah memandang seseorang dari status sosialnya.. mau dia dari kalangan biasa,asalkan dia mencintai kamu dan bisa menerima nenek maka nenek akan menyetujuinya arka'' jawab nenek arka
__ADS_1
Lalu arka tersenyum
''emang siapa gadis itu hmmm?'' goda nenek Gayatri
'' emmmm ada lah nek pokoknya'' jawab arka tersenyum
Lalu arka berlalu pergi meninggalkan neneknya
''jangan jangan Irma'' lirih nenek gayatri
''kalo emang itu Irma,nenek akan sangat senang arka'' lirih nenek kembali
Ya arka telah mengetahui asal usul Irma,Aldo telah mendapatkan apa yang arka tugaskan
Lalu aldo memberi tahu arka pas saat menjelang Maghrib
#Flash back #
Aldo mengirim pesan wa pada arka berupa file biodata Irma serta kehidupan Irma selama ini
Arka pun membelalakan matanya saat membaca isi file tersebut
"Halo do,itu yang Lo kirimin tadi bener semua'' tanya arka
"Iyya Ka,itu semua gue dapetin dari temen gue .. soalnya gue minta bantuan dia'' jawab Aldo
Arka merasa kasihan pada Irma,karena keluarganya cukup menderita selama ini
Ibunya harus banting tulang semenjak kepergian ayah Irma,belum lagi dengan hinaan dari keluarganya
Di tambah lagi yang di pandang sebelah mata oleh para tetangganya
Arka berjanji,jikaa Irma mau menjadi istrinya
Maka arka akan membahagiakan Irma dan juga keluarganya
__ADS_1
Sekarang yang menjadi pertanyaan buat arka adalah,apakah Irma mau dengan arka?
#Flash back off#
*___________________________*
*__________________________*
Malam hari di kostan Irma
Irma yang tiba tiba merasa gak enak badan,lalu membeli obat di warung
"Kamu sakit Irma?'' Tanya Arum yang melihat temannya tersebut membawa obat
"Iyya rum,aku berasa gak enak badan'' jawab Irma sembari lesu
Lalu Arum memegang kening Irma
''ya ampun Irma,kamu demam ya ..badan kamu juga panas'' kata Arum
''iya rum,kyanya aku masuk angin .. mudah mudahan setelah minum obat nanti enakan badannya ya,besok kan harus kerja'' kata irma
''irma,kalo kamu gak enak bada kan gapapa izin dulu aja.. besok biar aku yang izin langsung ke pak arka'' titah Arum
''ya mudah mudahan besok aku udah enakan rum'' kata irma
''ya udah aku tidur duluan rum'' tambah Irma
Setelah minum obat,Irma pun langsung tidur terlelap
*__________________________________________*
*__________________________________________*
HAPPY READING
__ADS_1
semoga kalian suka
jangan lupa untuk terus dukung author,supaya author semangat menulis