Basic Human "Direktur Pecinta Bujang"

Basic Human "Direktur Pecinta Bujang"
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Chapter 1: Pertemuan Pertama


Di sebuah kota kecil yang terletak di tepi pantai Thailand, hiduplah seorang pria bernama Akira Jati. Akira adalah seorang direktur yang sukses di sebuah perusahaan besar di Bangkok. Meskipun memiliki karier yang cemerlang, Akira masih saja melajang dan tidak memiliki kehidupan romantis yang berarti. Oleh karena itu, teman-temannya menyebutnya sebagai "Pecinta Bujang."


{Pecinta Bujang : yang di maksudkan adalah seseorang yang lama melajang yang belum memiliki pasangan dari lawan jenis yaitu Gadis}


Hari itu, Akira memutuskan untuk mengambil cuti dan mengunjungi kota kecil tempat kelahirannya, Chiang Mai. Ia merindukan udara segar dan pemandangan indah yang hanya bisa ditemukan di kampung halamannya. Tanpa disangka, perjalanan pulang kali ini akan membawa perubahan besar dalam hidupnya.


Sesampainya di Chiang Mai, Akira mencari penginapan untuk menginap selama beberapa hari. Ia memilih sebuah vila kecil yang terletak di tengah-tengah perbukitan yang hijau. Saat ia masuk ke vila itu, matanya tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang berada di lobi.


Wanita itu memiliki rambut panjang berwarna cokelat dan mata yang berbinar-binar. Ia tampak sangat cantik dengan senyumnya yang ramah. Akira yang terpesona langsung berjalan mendekatinya.


"Apa kabar? Nama saya Akira. Saya baru saja tiba di sini," kata Akira sambil tersenyum.


Wanita itu menjawab dengan ramah, "Halo, Akira. Saya Dokmai, manajer vila ini. Selamat datang di Chiang Mai. Apakah saya bisa membantu Anda dengan sesuatu?"


Akira tersenyum malu-malu. "Apakah Anda memiliki kamar kosong untuk beberapa hari ke depan?"


Dokmai mengangguk. "Tentu saja, kami masih memiliki beberapa kamar kosong. Silakan pilih yang Anda suka."


Akira memilih kamar dengan pemandangan balkon yang indah, lalu membayar untuk menginap selama tiga malam. Ia mengikuti Dokmai ke kamar barunya, dan mereka berdua berjalan mengobrol sambil tertawa.


Setelah menempatkan barang-barangnya di kamar, Akira mengajak Dokmai untuk makan malam bersamanya. Mereka pergi ke restoran lokal yang terkenal dengan hidangan lezatnya. Saat mereka duduk berhadapan, Akira merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa antara mereka.


Selama makan malam, Akira dan Dokmai saling berbagi cerita tentang kehidupan mereka. Dokmai mengungkapkan bahwa dia telah menjalankan vila itu selama beberapa tahun setelah kembali dari studinya di luar negeri. Ia menikmati pekerjaannya karena bisa bertemu dengan banyak orang yang menarik.

__ADS_1


Sementara itu, Akira menceritakan tentang karier suksesnya di dunia bisnis, tetapi juga mengungkapkan rasa kesepiannya dalam kehidupan pribadinya. Ia mengaku bahwa meskipun memiliki segalanya, dirinya belum menemukan cinta sejati.


Dokmai memberikan semangat kepada Akira. "Mungkin cinta sejati akan datang ketika kamu tidak mengharapkannya. Tetaplah terbuka, Akira, dan siapa tahu, mungkin kamu akan menemukannya di tempat yang tak terduga."


Akira tersenyum mengangguk. Ia merasa sangat nyaman bersama Dokmai dan berharap hubungan mereka bisa menjadi lebih dari sekadar teman.


Setelah makan malam, Akira mengantarkan Dokmai pulang ke vila. Sebelum berpisah, Akira mengucapkan terima kasih kepada Dokmai karena telah membuat malam itu menjadi begitu menyenangkan.


Dokmai tersenyum dan berkata, "Sama-sama, Akira. Aku senang bisa bertemu denganmu. Jika kamu membutuhkan bantuan apa pun selama kamu di sini, jangan ragu untuk menghubungi saya."


Akira mengangguk dan berjalan kembali ke kamarnya dengan senyum lebar di wajahnya. Ia merasa ada keajaiban di udara malam itu, dan hatinya berdebar dengan harapan akan sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.


Di dalam kamarnya, Akira memandangi pemandangan indah dari balkon dan berpikir tentang Dokmai. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda dalam pertemuan mereka. Apakah ini awal dari cerita cinta yang baru dan menggelitik?


Hari-hari berlalu dengan cepat di Chiang Mai, dan setiap hari Akira semakin dekat dengan Dokmai. Mereka menghabiskan waktu bersama, menjelajahi keindahan alam kota kecil itu, dan berbagi cerita serta tawa.


Setiap kali mereka berdua bersama, Akira merasakan getaran yang berbeda dalam hatinya. Ia mulai merasa bahwa ada ikatan khusus yang terjalin antara mereka. Namun, ia juga merasa ragu dan takut untuk mengungkapkan perasaannya kepada Dokmai.


Suatu sore, setelah menjelajahi sebuah taman bunga yang indah, Akira dan Dokmai duduk di bawah pohon rindang. Mereka menikmati keheningan dan keindahan alam sekitar. Akira memandangi Dokmai dengan penuh kekaguman, merasakan keberanian yang tumbuh di dalam dirinya.


Akira mengambil napas dalam-dalam dan berkata dengan tulus, "Dokmai, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, hatiku telah berubah. Aku merasa hubungan kita lebih dari sekadar persahabatan. Aku jatuh cinta padamu."


Dokmai terkejut, tetapi senyumnya tetap terpancar di wajahnya. Ia diam sejenak, membiarkan kata-kata Akira terdengar dalam keheningan sekitar mereka.


Akhirnya, Dokmai menjawab dengan lembut, "Akira, aku juga merasakan hal yang sama. Kita memiliki ikatan khusus yang sulit untuk diabaikan. Tetapi, ada sesuatu yang perlu kamu tahu."

__ADS_1


Akira menatap Dokmai dengan penuh perhatian. "Apa itu?"


Dokmai mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Sebenarnya, aku akan segera meninggalkan Chiang Mai. Ada sebuah peluang kerja di luar negeri yang menunggu dan aku tidak ingin melepaskannya."


Akira terkejut dan merasakan kekecewaan menyelimuti hatinya. Namun, ia mengerti bahwa setiap orang memiliki impian dan tujuan hidup masing-masing.


"Jadi, apa artinya ini?" tanya Akira dengan nada sedih.


Dokmai menatap Akira dengan tulus, "Aku tidak ingin menghilangkan apa pun yang telah kita bangun bersama. Apakah kamu bersedia menjalani hubungan jarak jauh jika kita memutuskan untuk bersama?"


Akira berpikir sejenak, mempertimbangkan keputusan yang akan ia ambil. Hatinya mengatakan padanya bahwa Dokmai adalah seseorang yang istimewa, dan ia tidak ingin melepaskannya.


Dengan mantap, Akira menjawab, "Aku bersedia menjalani hubungan jarak jauh jika itu berarti kita bisa tetap bersama. Cinta tidak mengenal jarak dan aku yakin kita bisa melewati ini bersama."


Sorot mata Dokmai berbinar dengan sukacita. Ia menggenggam tangan Akira erat-erat, menunjukkan keseriusan dan keinginannya untuk melanjutkan hubungan ini.


"Terima kasih, Akira. Kamu adalah orang yang istimewa bagiku. Aku berjanji akan berjuang untuk menjaga hubungan ini meski jarak memisahkan kita," ucap Dokmai dengan penuh keyakinan.


Mereka saling tersenyum, mengetahui bahwa tantangan besar menanti mereka. Namun, dengan cinta dan tekad yang kuat, mereka siap untuk menghadapinya.


Malam itu, Akira dan Dokmai berjalan pulang dengan tangan tergenggam erat. Mereka telah menemukan cinta yang tak terduga di Chiang Mai, dan meskipun masa depan mereka mungkin penuh dengan ketidakpastian, mereka siap untuk menghadapinya bersama.


Dalam hati mereka, harapan tumbuh subur, dan cinta mereka mengubah pandangan Akira tentang kehidupan. Ia menyadari bahwa takdir telah membawanya kembali ke kampung halamannya untuk menemukan cinta sejati yang selama ini ia cari.


Dengan langkah ringan dan hati penuh kebahagiaan, Akira dan Dokmai berjalan ke arah matahari terbenam, menjelang petualangan baru dalam kisah cinta mereka yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2