
hiks hiks huuu tangisan seseorang amora pun menuju ke arah tangisan itu
saat dia sampai di mana suara itu berasal iya melihat seorang pelayan sedang memukuli anak kecil
apa yang kau lakukan gara gara kau aku sampai terjatu haaa dasar anak siapa ucap pelayan sambil memukul anak kecil itu dengan tanganya meskipun dia hanya menggunakan tangannya masik sakit untuk anak kecil apa lagi pelayan itu memukulnya dengan keras
aap atu calah jana di putul ladi hiks hisk ucap anak kecil itu
APA YANG KAU LAKUKAN HAAA teriak amora
amora pun menghampiri pelayan itu dan menari anak kecil itu ke belakangnya
apa yang kau lakukan sampai kau membukulnya begitu kuat tanya amora
maaf permaisuri anak itu membuat saya jatuh makanya saya memukulnya ucap pelayan
amora pun melihat ke arah anak tersebut saat di memperhatikan iya seperti mengenal anak kecil itu iya ingat bahwa anak itu adalah putrinya yang bernama LIANA CLAMANTIME saat iya memperhatikan putrinya iya melihat pipinya memera sepertinya habis di pukul iya pun melihat ke arah pelayan yang memukul putrinya tersebut
apa kau yang memukunya tanya amora
iya permaisuri jawab pelayan itu iya yakin Bahwan amora tidak akan menghukumnya kerana iya tau bahwa permaisuri tidak menyayangi anaknya
PLAKKK
__ADS_1
saat pelaya itu merasa iya yakin tidak dihukun iya mendapatkan tamparan yang cukup keras
PENGAWAL teriak amora
iya permaisuri jawab pengawal
bawa pelayan sialan ini dan beri iya hukuman yang setimpal ucap amora
baik permaisuri ucap pengawal,pengawal itu pun membawa pelayan itu meski pun pelaya itu berontak dan teriak untuk di lepaskan tetapi pengawal itu tetap membawa pelayan tersebut
setelah pengawal itu membawa pergi pelayan itu amora pun membalik badanya dan melihat anak kecil yang sudang gemetaran
aap lia calah pelmaiculi lia enda latukan ucap liana anak itu bahkan sudah menangis dan bergemetaran amora pun mensejajarkan tingginya dengan liana
uda pelmaiculi jawab liana berbohong dengan menundukan wajanya iya tidak berani melihat wajah ibunya karena iya takut dihukum saat dia memjawab pertanyaan ibunya tiba tiba terdengar suara dari perut liana
hahah apa kau berbohong tanya amora
aaf lia bohong jangan hutum lia huuuu tangis liana
hy liat aku sambul mengapus air mata yang ada di pipi putrinya
aku tidak akan memukul sekarang ayo kita makan ucap amora iya menggondong liana
__ADS_1
amora dapat merasakan bahwa putrinya sedang ketakutan sampai badanya gemetaran sebenarnya amora ingin menangis melihat tampilan putrinya bagaimana iya tidak menangis iya melihat putrinya seperti tengkorak hidup karena anaknya sangat kurus bahkan pakaian anaknya sudah tak laya pakaibah bahkan anaknya sangat kotor
saat mereka sampai ke kamar amora iya menyuruh pelayan untuk membawakan makanan yang lezat
permaisuri makanya sudah siapa ucap pelayan
baik kau boleh pergi ucap amora
baik permaisuri ucap pelayan memberi salam
nah sekarang liana makan ya ucap amora iya pun mendudukan liana
liana melihat makanan yang sangat lezat iya belum perna memakan makanan yang ada di hadapanya meskipun iya seorang tuan putri belum perna iya memakan makanan itu kerana iya dan kakak laki lakinya hanya di berih nasik serta roti kering oleh pelayan itu pun jika pelayan berbaik hati memberi mereka makan
ayo makan kenapa hanya dilihat saja ucap amora
apa liana oleh matan ini cumua tanya liana takut
iya liana boleh makan ini semua ucap amora mengulus kepala liana
liana pun mengambil makanan yang ada di depanya meski pun tangannya gemetaran karena iya takut membuat kesalahan dan di hukum ibunya saat iya mau memasukan makanan ke dalam mulutnya iya teringat akan kakak laki lakinya
apa atuuuu ucap liana
__ADS_1