
Setelah kejadian kemarin Jessy sering memperhatikan Baek Hyeon dan putrinya dari lantai atas.Kebetulan kamar yang dia tempati di lantai dua,sedang Baek Hyeon dan putrinya di lantai bawah.
"Daddy ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Jessy sambil berkata pelan.
"Ya katakan saja."
"Apa Daddy tidak merasa ada hal aneh setelah kedatangan Anastasia ."
"Kita bicaranya lain kali ya,hari ini Daddy mau pergi ada sesuatu yang harus Daddy kerjakan " ucap Roberto sambil menatap kearah jendela kemudian meninggalkan Jessy.
"Dasar orang tua aneh,mau diajak bicara susah banget." gumam Jessy kemudian pergi kekamarnya.
Baru saja dia merebahkan badanya di kasur,pembantunya manggil untuk sarapan pagi.
Kemudian dia bergegas turun dan menghampiri Roberto yang telah duduk dimeja makan dengan Lily , Marvin dan Anastasia.
"Kemana perginya Baek Hyeon" pikir Jessy dalam hati sembari menatap kesekeliling ruangan.Namun dia tidak melihat manusia itu sama sekali.
"Lily ,Marvin,Jessy ayo makan.Kamu juga sayang makan ini yah" ucap Roberto sambil mengambilkan sebuah roti bakar yang berisi isian tebal.
"Tebal sekali isi rotinya beda dengan yang lainnya, dia nampak senang sekali dengan putri palsunya itu." gumam Jessy dalam hati sambil mengamati ayahnya menyuapi rati pada kakaknya.
Sementara Marvin dan Lily juga merasa kesal karena melihat kelakuan ayahnya.
"Kalian mau kemana? habiskan dulu sarapannya..ujar Roberto sambil menghentikan aktivitasnya.
"uhukkkk"
Tiba tiba Anastasia terbatuk dan memuntahkan rotinya,namun dari sida makanannya mengeluarkan cairan hitam.Cairan yang sama sewaktu Jessy mencakar lehernya.
"Minum dulu ini nak." ucap Roberto memberikan segelas air yang berada di depannya.
"Glekkk"
__ADS_1
"Glekkk"
Setelah minum air itu Anastasia memegangi tenggorokannya dan berlari menuju kamarnya.
"Sayang kamu mau kemana,?" tanya Roberto yang masih duduk ditempatnya.
"Kenapa dengan dia Dadd?" tanya Marvin sambil menghabiskan roti di tangannya.
"Tidak papa,mungkin dia tidak enak badan.Oh iya nanti malam kalian ke kamar Daddy,jangan pergi kemana mana.Daddy mau ajak kalian lihat bulan purnama,jam sebelas Daddy tunggu dikamar." sahutnya kemudian beranjak pergi.
"Tumben Daddy ngajak lihat bulan,aku mau lihat tar malem pasti seru.Di kamar Daddy kan banyak teropong." ujar Marvin bergegas pergi dari meja makan.
"Ahhh males aku,cuma liat bulan doang mending tidur." ucap Jimi yang dari tadi baru muncul dimeja makan.
"Jessy aku sudah menghubungi iparnya Baek Hyeon,tapi dia belum bisa bertemu mungkin besok besok.Aku sudah menceritakan semuanya,dia cuma nitip pesan supaya lebih hati hati.Sebab ini merupakan bulan purnama terus tadi katanya apa ya soalnya sinyalnya susah jadi suaranya tidak jelas." ucap Semmy yang sudah berdiri di belakang Jessy yang tengah berdiri di balkon kamarnya.
"Ya sudahlah mungkin dia menyuruh kita waspada,oh iya nanti malam kamu temani aku di kamar aku mau mengintai dia malam ini."
Hingga tengah malam Semmy menemani Jessy di kamar,sembari melihat pemandangan dari atas balkon.
"Tok
"Tok
"Jessy Daddy menyuruhmu kamarnya,cepetan sudah di tunggu." ucap Lily ketus kemudian pergi.
"Oh iya aku lupa malam ini Daddy meminta melihat bulan di kamarnya,maaf ya Semmy aku harus pergi." ucap Jessy bergegas ke kemar ayahnya.Namun saat turun dari tangga dia melihat Marvin berlari ke luar.
"Mau kemana malam malam Marvin berlari keluar,bukanya Daddy menyuruh kamarnya." gumam Jessy yang merasa aneh dengan kelakuan saudaranya.
Saat sampai dikamar ayahnya,nampak Jimi dan Lily tengah menggunakan teropong.Dan ayahnya tampak sibuk dengan teleskopnya.
"Maaf Dadd telat,mana Marvin kok nggak ada?" tanya Jessy yang sebenarnya mengetahui saudaranya berlari keluar.
__ADS_1
"Dia lagi ke kamar mandi,kebetulan kamar mandi Daddy tadi aku pakai." ucap Jimi yang masih asik dengan aktifitasnya.
Namun setelah cukup lama Marvin tidak kunjung muncul,hingga akhirnya Roberto bangun dan berdiri.
"Sebaiknya kalian disini saja,biar Daddy yang mencari Marvin.Jangan ada yang keluar dari kamar ini." ucap Roberto kemudian meninggalkan mereka.
"Jimi jangan keluar,tadi kan Daddy sudah bilang.Jangan membantah perintahnya,disini saja bareng kita." ujar Lily yang mengetahui diam diam hendak pergi.
"Cuma bentar doang " ucap Jimi sambil membuka gagang pintunya kemudian pergi keluar.
"Dasar dibilangin ngeyel,Lily kamu disini saja jangan kemana mana." ucap Jessy sambil berjalan menuju balkon.
Ceklek
"Ayo masuk Marvin sebentar lagi,bulan purnama nya habis kalau kamu tinggal." ucap Roberto yang datang bersama Jimy.
"Maaf Dadd soalnya aku tadi ngejar burung di depan."
"Burung,burung siapa malam malam terbang." ucap Roberto.
"Daddy Jimmy kok lama banget ya perginya." ucap Jessy sambil masuk ke kamar dan menguap.
"Apa Jimmy pergi,dasar anak itu di bilangin ngeyel.Kalian semua tunggu disini jangan ada yang keluar." ujar Roberto kemudian pergi dan mengunci pintunya dari luar.
Jessy nampak tertidur di kasur,sementara Marvin dan Lily tengah asik sampai akhirnya mereka ketiduran juga karena sudah larut malam.
Mereka semua terbangun saat hari telah pagi,namun mereka kaget saat mengetahui ayahnya terduduk lemas di sofa.
"Daddy kenapa muka Daddy murung,lalu dimana Jimy? Tanya Jessy yang sudah bangun terlebih dulu.
"Jimmy tidak ada,Daddy sudah mencari di semua tempat."
"Apa Daddy sudah mencari di kamar Baek Hyeon dan Anastasia." ucap Jessy sambil mendekati ayahnya.
__ADS_1
...Seketika wajah Roberto yang tadinya tertunduk kembali tegak ,serta berdiri kemudian berjalan keluar diikuti Jessy di belakangnya....
..."...