
" ruangan ini sangatlah kuno, tirai dengan kain rajutan bermotiv bunga dan tembok yang terbuat dari kayu, ini mirip seperti gudang." ucap Leona sembari melihat lihat di dalam ruangan itu.
" aw silau, ternyata cuma kaca, cantik! aku sudah tau jika tubuh ini cantik tapi ini jauh berbeda dengan yang ku lihat di alam bawah sadarku." ucap Leona sambil mengagumi kecantikannya.
" pakaian yang ku gunakan sudah robek dan lusuh, apa aku ganti saja." ucap Leona sedang berpikir.
- Membuka lemari pakaian -
" pakaian yang di dalam sini semua sudah lusuh dan kotor sungguh malang nasibmu putri." gumam Leona.
"Hal pertama yang harus ku lakukan adalah mencari uang" Leona mengambil sebuah jubah dan pedang yang ada di atas lemari pakaiannya untuk berjaga jaga, jubah untuk menutupi identitasnya dan pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan.
keluar istana bukanlah hal sulit karna ia tinggal melewati dinding yang sudah rusak di sebelah rumahnya sekarang.
sesampainya Leona di pasar ia melihat orang orang berbondong bondong membentuk barisan.
ternyata orang orang yang membentuk barisan untuk ikut serta dalam pertarungan yang di adakan setiap minggunya disana dengan imbalan yang lumayan banyak koin emas.
-arena bertarung pedang-
Note: hanya 40% penduduk di sana memiliki sihir dan 60%nya tidak memiliki energi sihir.
'aku dulu sangat mahir bela diri dan berpedang apakah aku harus ikut atau tidak, sepertinya aku harus ikut untuk beli pakaian dan lain lain' fikir Leona.
__ADS_1
sang juara bertahan kita silahkan maju untuk hadiahnya akan di berikan sebesar 300 koin emas"ucap seorang panitia yang menjalankan pertandingan tersebut.
banyak orang orang yang ingin ikut tetapi tidak punya nyali yang kuat.
"aku ikut" ucap Leona kepada panitia penyelenggara acara tersebut. semuanya terkejut membuat para warga melihat ke arah Leona yang sekarang sedang memakai jubah dan tudung untuk menutupi identitasnya.
hening sesaat kemudian berganti dengan riuhnya suara tawa warga dan cacian pun keluar dari mulut busuk mereka.
" ini bukan tempat untuk bermain anak kecil pergilah jika tidak aku akan menendang bokongmu itu." ucap si juara bertahan yang di tantang.
" kau pikir aku bodoh menganggap ini tempat bermain?." ucap Leona dengan kesal.
" tutup mulutmu jika tidak aku akan merobek mulutmu!!" ucap si juara bertahan yang di tantang.
" jangan banyak basa basi ayo mulai pertandingannya." ucap Noela dengan kesal.
crying...
prank...
hyah...
suara si penantang dengan keras mengayunkan pedang ke arah Noela.
__ADS_1
sebelum pedang yang di ayunkan si penantang terkena tubuh Noela, Noela sudah mengayunkan pedangnya secepat kilat ke arah pedang si penantang.
crankkkkk...
suara pedang yang saling beradu menjadi irama yang masuk dengan keras ke dalam telinga orang orang yang sedang menonton di sana.
saat pria bertubuh kekar itu berpikir jika Leona selalu menangkis serangannya tanpa terlihat rasa kelelahan sama sekali.
" gadis ini, dia kuat tapi aku tidak boleh menunjukkan sisi kelemahan ku." batin pria bertubuh kekar tersebut.
" hai paman, apakah paman sudah kelelahan menyerah saja jika tidak kuat untuk bertarung lagi." ucap Leona memprovokasi pria bertubuh kekar tersebut.
pria itu merasa telah di provokasi dan menyerang membabi buta ke arah Leona.
sampai pada serangan terakhir pria bertubuh kekar tersebut menyerang Leona dari sebelah kanan merasa menemukan celah pria bertubuh kekar tersebut mengayunkan pedang dengan sekuat tenaga mengarah ke tubuh Leona.
Dann
crashhh...
darah keluar deras menyiprat ke wajah leona....
🎗️BANTU SHARE KE TEMEN TEMEN KALIAN , BUAT AUTHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULIS NOVELNYA.🥰
__ADS_1