
"kamu lagi apa sayang"ucap sang nenek sambil menghampiri cucunya yang sedang termenung di taman belakang rumah.
"eh nenek" ucap Lala tersentak.
"enggak kok nek Lala lagi lihat-lihat tanaman nenek aja"ucap Lala tersenyum.
Salma duduk di sebelah cucunya itu, sambil mengusap kepala Lala
"nenek tau kamu masih terpukul sayang, nenek juga begitu, tetapi takdir tidak bisa di bantah sayang"ucap sang nenek sambil memeluk Lala.
"enggak terasa ya nek, udah 4 bulan Lala di tinggal ayah sama bunda"ucap Lala mencoba tegar dan berusaha menahan air matanya yang ingin tumpah.
"doain aja bunda sama ayah kamu di tempat kan di sisi nya, Lala harus jadi anak yang Sholeha, dan rajin, banggain orang tua Lala"balas sang nenek.
"Lala gak nyangka aja nek, di umur Lala yang masih muda udah di tinggal jauh sama orang tua Lala"ucap Lala yang tak bisa membendung air matanya lagi.
"sayang, ini sudah takdir, Lala. Kita enggak bisa membantah kehendak Tuhan nak"ucap sang nenek menghapus air mata sang cucu.
"udah ih, cucu nenek kok jadi cengeng gini sih, nanti ayah sama bunda kamu sedih di sana, yuk masuk kita makan siang dulu"ucap sang nenek sambil beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
Lala pun mengikuti nenek nya, dan menuju meja makan.
Lala kini tinggal bersama sang nenek di rumah neneknya, semenjak orang tua Lala meninggal 4 bulan lalu, Lala di ajak oleh sang nenek untuk tinggal bersamanya.
"sayang, setelah ini kamu mau ngapain?"tanya sang nenek, sambil membereskan meja makan bersama Lala.
"Lala, gak mau ngapa-ngapain nek, Lala mau istirahat aja di kamar"ucap Lala
"oh ya sudah kalau begitu, kamu jaga kesehatan ya, jangan terlalu memikirkan hal lain"ucap sang nenek tersenyum kepada Lala.
"iya nek, Lala faham, Lala kekamar dulu ya nek"balasnya sambil berlalu meninggalkan sang nenek, menuju kamarnya.
Di kamar...
"Lala kangen sama bunda, sama ayah, bunda kenapa sih ninggalin Lala, katanya bunda janji mau nemanin Lala sampai Lala sukses, mau kasih adik untuk Lala, tapi kenapa bunda bohong sama Lala"ucap Lala sambil meraba foto dirinya dan kedua orangtuanya.
(bunda tau gak, sekarang Lala kesepian banget, meskipun ada nenek, tapi Lala tetap aja merasa kesepian Bun, yah). ucap Lala dalam hatinya.
setelah itu Lala pun tertidur dengan pulas di atas kasur nya sambil memeluk foto nya tadi.
__ADS_1
Malam hari .....
"Nenek, nenek di mana nek?"ucap Lala sambil mencari-cari keberadaan sang nenek.
uhuk uhuk, terdengar suara seseorang sedang batuk dari arah dapur, mendengar itu Lala bergegas ke dapur
"ya ampun nek, nenek kenapa, ayo nek Lala bantuin"ucap Lala sambil membantu sang nenek duduk di kursi meja makan.
"gak papa sayang, obat nenek habis nenek lupa beli"ucap sang nenek mencoba menenangkan Lala
"nenek kenapa gak bilang sih sama Lala, kan Lala bisa beli nek"ucap Lala semakin khawatir melihat nenek nya yang sepertinya menahan sakit di dadanya.
"yaudah nek,kalo gitu nenek kekamar ya, obatnya biar Lala yang beli"ucapnya sambil memapah sang nenek menuju kamarnya.
"gapapa Sayang, ini udah malam, besok aja, nenek gak apa-apa kok"ucap sang nenek berusaha menahan sakit,dan menenangkan sang cucu.
"gak bisa gitu nek, nenek harus minum obat malam ini, sebentar ya nek, Lala keluar dulu".ucap Lala bergegas keluar dari kamar sang nenek dan segera membeli obat.
(cucuku ternyata keras kepala juga) batin sang nenek sambil mencoba memejamkan matanya.
__ADS_1