Billionaire Princess Love Story

Billionaire Princess Love Story
Asrama Putri


__ADS_3

" APA ??? PINDAH ???".ucap radhit,william,dan verrel terkejut serempak.


vasya hanya menganggukkan kepalanya.


" apa kau sedang bercanda sya? ".tanya verrel.


"aku seriusan,, aku ingin pindah." jawab vasya.


"apa alasanmu? kenapa kamu ingin pindah? apa fasilitas di rumah ini tidak membuatmu puas? atau pelayanan para pelayan yang kurang? ".tanya radhit.


"tidak tidak.. justru karna rumah ini seperti istana,, dan semua fasilitas nya mewah, aku tidak bisa tinggal disini.. dan para pelayan juga baik-baik semua, hanya saja.. "


" hanya apa???.tanya william.


"hanya saja.. kalau aku tetap tinggal disini maka itu akan membahayakan penyamaranku. dan lagi, aku tidak mungkin terus menerus menolak teman-temanku untuk berkunjung kerumahku, kalau aku menolaknya terus,, bisa-bisa mereka akan curiga."jawab vasya.


"tidak. aku tidak setuju."ucap radhit dingin.


"ayolah kak,, aku mohon, aku gak mungkin membawa teman-temanku berkunjung kerumah ini kan."pinta vasya sambil memohon.


"sekali tidak,tetap tidak. kalau kamu pindah dari rumah ini, maka aku akan kesulitan mengawasimu. "tegas radhit.


"oh ayolah kak,, bukankah kakak mempunyai banyak prajurit. kakak kan bisa menugaskan mereka mengawasiku 24 jam.dengan begitu kakak tidak perlu khawatir"pinta keyra


"mereka itu prajurit militer,, bukan nya pengawas keamanan. "ucap radhit tegas.


"lah, bukan nya kakak selama ini memerintahkan bawahan militer kakak untuk mengawasiku selama aku berada di luar rumah? lalu apa bedanya?. jika kalian semua tidak mau menyetujui keinginanku. maka mulai malam ini aku tidak mau lagi bicara sama kalian, dan besok aku akan menelfon papa untuk menjemputku. aku akan kembali ke london dan gak mau bertemu kalian lagi. buat apa aku tetap disini,jika apa yang aku inginkan tidak bisa kudapatkan."ucap vasya setengah mengancam.


vasya sengaja mengancam kakak-kakak nya karna kini ia tau kelemahan kakak-kakak nya. karna kelemahan kakak-kakak nya adalah dirinya sendiri. dengan mengancam ia tidak mau bicara dan bertemu lagi,vasya sangat yakin ketiga kakaknya mau tidak mau akan menuruti keinginannya.


radhit, william, dan juga verrel terkejut saat mendengar ancaman dari vasya. tentunya mereka tidak ingin adik kesayangan mereka membenci bahkan tidak ingin bertemu mereka lagi. mereka pun dalam di lema, bagaimana tidak, jika mereka menyetujui permintaan vasya, mereka takut hal-hal buruk terjadi pada vasya.sedangkan jika mereka tidak menyetujui nya, maka vasya akan marah dan tidak ingin bertemu mereka.


seketika vasya bangkit dari duduk nya,ia hendak pergi kekamar nya. saat vasya melangkah kan kaki...

__ADS_1


" TUNGGU " ucap radhit.seketika menghentikan langkah vasya.


radhit : hoouufftthh (membuang nafas kasar).baiklah kami setuju.


vasya yang mendengar itu langsung membalikkan badan nya menatap radhit, ia lalu mengalihkan pandangan nya menatap william dan verrel yang menjawab dengan anggukan. vasya pun tersenyum bahagia dan berlari memeluk kakak-kakak nya satu persatu.


radhit : tapi,, ada syaratnya. syaratnya kamu harus selalu melaporkan semua kegiatanmu dan bersama siapa saja kamu. handphone harus selalu aktif dan.. gak boleh keluar malam. kalau sampai aku tau kamu keluar malam, maka saat itu juga aku sendiri yang akan menyeretmu pulang. paham?


vasya : siaapp JENDRAL.(dengan posisi tangan hormat).


william : lalu,, kamu akan pindah kemana?


vasya : emm mungkin aku akan pindah ke asrama putri.soal nya tempat itu gak jauh dari kampus. dan aku denger dari bella kalau masih ada kamar kosong.


verrel : asrama putri.. yang tempat nya seperti rumah dusun itu? kamu yakin sya?


vasya : memang nya kenapa?


verrel : bukan apanya, tapi.. tempat itu sempit dan kecil, bagaimana kamu bis.. (belum sempat melanjutkan perkataannya, vasya memotongnya).


verrel : ya, baiklah. kalau begitu aku juga akan pindah. untuk jaga-jaga.


vasya : haah ??? kakak juga mau tinggal di asrama putri? mana mungkin bisa, kakak kan cowok, ya kecuali... kakak jadi wani..


verrel : (menjitak dahi vasya) bodoh. siapa juga yang akan tinggal di asrama putri. kakak mu ini masih normal.kakak memang mau pindah, tapi di apartemen seberang jalan asrama putri.bukan di asrama putri nya.


vasya yang di jitak dahinya pun mengelus-ngelus dahinya sambil memanyunkan bibirnya.


radhit : aku setuju. verrel akan tinggal di apartemen dekat asrama putri,supaya bisa memantau vasya.


" houufftthh kenapa sih dari dulu selalu... saja di awasi, di kawal lah. kalau dulu aku maklumi karna masih kecil, nah sekarang kan aku udah gede. lagian aku juga pandai ilmu beladiri. yah ikuti saja lah, dari pada gak dapat izin. "gumam vasya dalam hati.


william : kapan kau akan pindah sya?

__ADS_1


vasya : besok, jadi besok aku akan minta izin libur kuliah. untuk mengurus pindahan ku.


william : sepertinya kakak akan merindukan mu.


vasya : kakak ngomong apaan sih. aku kan tidak pergi jauh. lagian kita bisa ketemu di kampus. aku juga akan sering-sering pulang kerumah nantinya.


setelah mendapatkan persetujuan ketiga kakak nya,vasya pun pamit.ia melangkah pergi menuju kamar nya untuk istirahat.sedangkan radhit, william dan verrel masih duduk terdiam.


william : bagaimana ini?


radhit : bagaimana apanya? bukankah kita sudah menyetujuinya.


william : ya itu karna terpaksa. aku tidak bisa berkata tidak jika vasya sudah mengancam begitu. karna vasya tidak pernah bermain-main dengan ucapan nya.


verrel : ya mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. dan tugas kita sekarang adalah harus lebih ketat penjagaan terhadap vasya. karna dunia luar itu kejam,apalagi dengan status palsu nya itu.


radhit : sudahlah.aku yang akan bertanggung jawab penuh atas vasya. aku akan mengerahkan bawahanku untuk mengawasi vasya 24 jam. dan menambah pengawalan untuk berjaga di area asrama putri.


"kasihan anggota militer itu. kenapa aku merasa mereka seakan turun pangkat yah. dari anggota militer yang siap tempur di medan perang, menjadi pengawal yang mengawasi seorang gadis.yah siapa suruh dia jadi bawahan nya kak radhit. untung aku adiknya,bukan anggota militernya he he. "gumam verrel dalam hati.


william : kau yakin ingin mengerahkan pasukan militermu?


radhit : tentu saja, kenapa tidak. disini akulah jenderal nya. siapa yang berani membantahku?


lagian,percuma dari kecil aku belajar militer dan masuk dunia militer hingga menjadi jenderal, jika aku tidak bisa melindungi orang yang ku sayangi. (dengan tatapan tajam).


william yang mendapatkan tatapan tajam oleh radhit pun mulai gugup.


william : ah oke oke.. santai. aku hanya bertanya. dan ingat aku juga adikmu, gak mungkin kan kamu ingin memakan ku dengan tatapan mu itu?


radhit : tegantung. siapa yang berani ataupun berniat melukai vasya, siapapun itu,tak terkecuali dirimu dan verrel. maka aku akan mengangkat senjataku siap untuk bertempur. (masih dengan tatapan mematikan).


verrel yang namanya di sebut-sebut pun ikut terkejut. ia menelan ludahnya kasar. tubuh nya seakan bergetar melihat tatapan radhit yang seperti ingin menerkam mangsanya.

__ADS_1


bersambung,,


__ADS_2