Blarina Brevicauda

Blarina Brevicauda
eps 9 " pencarian "


__ADS_3

Alastor sudah bersiap siap pergi ke Kota B di Barat. Dia dengan setelan serba hitam bertemu dengan temannya.


" Kau akan pergi sendirian ??.." Ucap temanta mengkhawatirkan Alastor..


" Yah...ini adalah masalah yang harus di selsaikan dengan cepat..jika aku bergerak lambat mungkin Amel dan Risma sudah tak berdaya..." Jawab Alastor..


" Tapi...di barat terkenal dengan tingkat kriminal tinggi..kau tak bisa berbuat seenaknya di sana..daerah Barat di kuasai oleh Dark Blue..," Ucap temanya..


" Aku tau..tapi kali ini aku tak bisa diam dan menunggu..aku akan pergi sekarang.." Ucap Alastor..


Dia menaiki mobil, Temanya tampak khawatir dia pun menelpon salah satu family..


" Hey Black..kabari anak anak Family untuk berkumpul di lapangan sekolah..kita akan menyusul Alastor ke kota B..apa kalian sudah tau kabar Amel dan Risma di culik di sana ??.." Ucap Teman Alastor..


" Apa ???..Amel dan Risma di culik ???..aku baru tau..jadi sekarang Alastor pergi sendiri ??.." Tanya Black ..


" Iya..kumpulkan Anak anak..kita akan menyusul Alastor.." Ucap Teman Alastor..


Berganti ke Kota B di sana Dava sedang menghitung uang...


" Ahh..lumayan sekali...hhha..sudah nikmat aku dapat uang pula..cewek yang bernama Amelia itu cukup mengesankan..nikmat sekali..ahh aku jadi menyesal telah menjualnya.." Ucap Dava..


" CIH..kau tidak membiarkan aku menyentuh gadis itu..sialan enak sendiri.." Ucap Temanya..


" Ah..kau kan ku beri yang satunya lagi.." Ucap Dava..


" Tapi gadis itu sangat cantik..aku juga mau mencobanya.." Ucap teman Dava


" Maaf maaf..nih bagian mu.." Ucap Dava memberikan Uangnya..


" Cih.." Temanya mengambil Uang itu..


Nampaknya Amelia dan Risma sudah sampai di sebuah club malam..dia telah di jual untuk menjadi wanita penghibur..mereka pun di masukan ke ruang pelatihan,pelatihan yang sama seperti peristiwa penculikan jesica.


Sekarang kepala pemegang Club malam itu adalah Alex. Dia sedang di ruangan VIP bersama dengan Elsa ( penyanyi dangdut top ).


" Akhirnya kau ke mari juga..bagaimana apakah panggung mu lancar ??.." Tanya Alex.


" Sialan..apa yang kau mau..aku akan memberinkanya..berapa pun.." Ucap Elsa sangat marah..


" Kau membutuhkan uang untuk perawatan Ibu mu kan..tanda tangani kontrak ini..kau akan dapat uang,pekerjaan mu sebagai penyanyi pun akan lancar kembali.." Ucap Alex dia sangat santai sambil meminum anggur.


" Cih..sudah ku bilang aku tak mau bekerja seperti itu...apapun alasanya aku tak akan menanda tangani kontrak nya.." Ucap Elsa..


" Kau membuat ku kesal...lihatlah video ini..Ibumu akan segera mati..cepat tanda tangani kontraknya masalah pun akan selsai.." Ucao Alex dia sedikit kesal karena Elsa sangat keras kepala.


Terlihat dalam Video 2 orang sedang memegang pisau di kamar tempat Ibunya Elsa di rawat.


" Apa..apa yang kau lakukan..ini adalah kriminal..sialan..jangan menyakiti Ibuku.." Ucap Elsa berteriak..


" Aku memberi mu waktu 6 detik untuk berpikir..jika kau masih keras kepala..kau takan melihat Ibumu lagi..dan karir mu juga akan hancur.." Ucap Alex..


Elsa mengepalkan tangannya..ia tak bisa berbuat apapun karena ancaman Alex..


" 1...2...3..4...5..." Ucap Alex menghitung..


" Baiklah akan ku tanda tangani..tapi aku hanya perlu melayani pengusaha itu saja kan...aku tidak di jual pada orang lain ??.." Tanya Elsa..


" Yah..bacalah dulu surat nya...baru kau tanda tangani.." ucap Alex tersenyum..


Lalu Elsa pun membaca Surat kontraknya..


" Eghh.." Elsa agak ragu..


Tapi dia akhirnya menanda tangani surat kontrak itu..


" Sudah..sudah ku tanda tangani..lepaskan Ibuku.." Ucap Elsa..


" Yah..baguslah..jadi kita sudah sepakat satu sama lain..tak ada pihak yang di rugikan..oke.." Ucap Alex..


" Sialan..jelas-jelas aku sangat di rugikan.." Gunam Elsa..


" aku sudah menanda tanganinya..sekarang lepaskan Ibuku.." Ucap Elsa..


" oke..." Ucap Alex..


4 jam kemudian..Alastor sudah sampai di Kota B...


Pukul 01:23 Malam..


" Kau carilah tempat untuk menginap aku akan pergi untuk mencari petunjuk dulu.." Ucap Alastor pada supirnya..


" Iya Tuan Muda.." Jawab Supirnya..


Lalu Alastor pun pergi..


" Dalam Cctv gang tempat Amelia hilang berada di sana.." Gunam Alastor..


Dia pun pergi ke gang tempat Amelia dan Risma hilang. Ia menelusuri gang itu di sana suasananya sangat sepi...dia terus berjalan sampai ia menemukan persimpangan..dan di sana ada sekumpulan remaja sedang mabuk mabukan..


Alastor pun menghampiri mereka. Semua orang melirik ke arah Alastor, mereka heran kenapa ada orang berpakaian rapih di tengah malam dan dia berada di gang sempit yang kumuh..


" Hey kalian..aku sedang mencari seseorang, apa kalian mengenal orang ini..dia memperlihatkan foto Dava.." Ucap Alastor.


Semua orang terkejut melihat foto Dava. Mereka pun menatap mata satu sama lain sambil mengisyaratkan untuk tidak memberikan informasi..karena mereka curiga Alastor adalah seorang polisi..


" kami tak pernah melihatnya..memangnya kenapa kau mencarinya.." Ucap Seseorang.


Alastor sudah tau jika mereka berbohong. Oleh karena itu Alastor pun membohongi mereka,ia mengaku sebagai anggota Dark Blue dan ingin mencarinya karena ada urusan pekerjaan.


" Aku salah satu eksekutif Dark Blue..aku mencarinya karena ingin memberikan pekerjaan untuknya..aku dengar dia sering ada di daerah sini..apa kalian beneran gak mengenalnya ?? " Ucap Alastor sambil tersenyum.


" Dia..dia eksekutif Dark Blue ??.." Gunam salah satu anak di sana.


" Oh..Maaf Tuan..coba aku lihat sekali lagi fotonya..siapa namanya ??.." Ucap seseorang dia mencari perhatian karena mendengae nama Dark Blue..


" Hhhe..ini kesempatan ku untuk terlihat bagus di depan eksekutif ini.." Gunamnya di dalam hati..

__ADS_1


" Oh..baiklah..ini dia..Namanya adalah Rava..oh nggak..Namanya Dava..iya dia Dava.." Ucap Alastor..


" Oh..Dava...aku mengenalnya..ini kebetulan..dia sering nongkrong di gudang kosong..kau mau ku antar.." Ucap Seseorang..


" Baiklah..Antar aku..kau sangat baik..sepertinya aku harus menyampaikan pada atasan dan memasukan mu ke dalam grup.." Ucap Alastor..


" ahh..Tuan tak perlu..aku jadi malu.." Ucap Anak itu..


Lalu mereka berdua pun pergi ke Gudang kosong tempat Dava dan anak buahnya berkumpul. Mereka berjalan cukup jauh dari sana.


Mereka pun sampai di tempat tujuan..di sana terlihat gudang tua bekas pabrik kain,di luar nampak sangat kotor dan tua..


Saat mereka mencoba masuk pintunya di kunci dari dalam. Alastor yang merasa bahwa di dalam ada orang pun mengetuk pintu gudangnya..


Di dalam terlihat ada 3 orang..mereka sedang tertidur pulas..di dalam gedung tua itu sangat bersih dan rapih berbeda dari luar yang terlihat sangat kotor dan tua.


Alastor terus mengetuk pintunya...


" Sepertinya dia gak ada..." Ucap Anak yang mengantar Alastor..


" Tidak..mereka mungkin sedang tidur..aku yakin karena gudang ini di kunci dari dalam.." Ucap Alastor..


" ...benarkah.." Ucap Anak itu.


Di dalam Teman Dava terbangun dia ( Fajar ). Dia sangat kesal karena ada orang yang mengganggunya saat sedang tidur.


" Brengsek !!!..siapa sih..tengah malam begini..mengganggu saja.." Gunam Fajar sangat kesal sekali.


Lalu dia pun pergi membuka pintunya..dia kaget melihat orang yang tidak ia kenal..


" Brengsek !!!, siapa kau ??..kau mengganggu sekali.." Ucap Fajar sangat kesal..


Tanpa banyak bicara Alastor langsung menghajarnya..ia mencekik leher Fajar sampai dia pingsan.


" Bangsat !!! Katakan di mana orang yang bernama Dava..." Ucap Alastor sangat marah..


" egghh..uhhkk..hhhkkk....hkkk..." Fajar terlihat kesulitan bernafas,ia menepuk nepuk tangan Alastor..


Dava dan Sendi pun bangun karena suara berisik. Mereka terkejut melihat Fajar tak berdaya di hadapan Alastor, nampak juga anak yang mengantar Alastor ketakutan..


Dava yang kesal mengeluarkan celurit miliknya...ia langsung menyerang Alastor dengan membabi buta..


Tampak Alastor tak terluka sedikit pun dia membalikan keadaan dengan merebut senjata milik Dava...


" kau..orang yang bernama Dava ??.." Tanya Alastor dengan wajah penuh amarah..hingga membuat Dava merinding..terlihat senjata milik Dava menempel di lehernya...sedikit saja bergerak Dava akan mati.


Tiba tiba Sendi menyerangnya...tapi Alastor menangkis pukulan Sendi lalu menghajar Sendi sampai tak sadarkan diri..


" Siapa kau brengsek ??..beraninya.." Ucap Dava sangat kesal..


" KATAKAN..DIMANA WANITA YANG KAU CULIK TADI PAGI..." ucap Alastor...


" Hhhhaaa...hahhhhahahahha...jadi kau teman mereka ???..kau mencari mereka ??...Sayang sekali aku sudah menjualnya..aku cicipi cewek yang sangat cantik itu..kalo gak salah namanya Amelia..dia enak sekali..kau pasti belum mencicipinya kan ??.." Ucap Dava dia memancing emosi Alastor.


"....." Alastor terdiam tak berkata apapun mendengar apa yang di katakan Dava..


Suasana menjadi mencekam..dengam aura membunuh dari Alastor..tiba tiba dia melemparkan celurit ke arah Dava, dan merobek telingannya..


" BRENGSEK...APA YANG KAU LAKUKAN PADA AMEL ??.." Tanya Alastor..


Alastor berjalan mendekat pada Dava..Dava yang ketakutan ia perlahan mundur..


" Sialan..telingaku berdarah..." gunam Dava..ia gemetar ketakutan..


Tap..


Tap..


Tap..


Tap..


Suara langkah kaki..


Alastor semakin mendekat...


" Dimana Amelia dan Risma ??..katakan !!." Ucap Alastor..


" Aku takan memberi tahu mu..dan kau harus tahu pemimpin ku lebih menakutkan dari mu.." Ucap Dava membicarakan Andi.


" Benarkah ??...kau membuatnya menjadi sulit..kau bilang..kau mencicipi Amel..apa maksudmu.." Tanya Alastor...


" ......tidak aku berbohong..aku tak melakukan apapun.." Ucap Dava..


Lalu Alastor menarik rambut Dava dan membenturkan kepalanya ke lantai. Dava nampak kesakitan, lalu alastor mematahkan Ibu jari tanganya...


CTTRAAKK..


" Kkhhhhhwaahhhhhh ....bangsat...." Teriak Dava kesakitan..


" Katakan..di mana mereka..dan apa yang kau lakukan pada Amel ??.." Tanya Alastor..


Dava nampak menahan rasa sakitnya..dan dia tetap tak membuka mulut. Alastor pun mematahkan jari telunjuknya,lalu jari tengahnya. Dava berteriak kesakitan..


" Bangsat..hentikan..hentikan..oke aku membawanya ke markas pusat..markas pusat berada di kota C.." Ucap Dava..


" Maksud mu, Kau itu berkelompok ??.." Tanya Alastor..


" Eghh..yah..kami berkelompok..di sini para preman sekolah itu di pimpin oleh sebuah organisasi...namanya Brenus..kami hanya menjalankan perintah untuk mencari wanita cantik...aku tidak tau apapun lagi..tapi pimpinan Brenus itu terkenal kejam..dia adalah monster yang tak segan untuk membunuh..dan juga Brenus berlindung di bawah grup Dark Blue..hanya itu yang ku tahu.." Ucap Dava..


" Jadi Brenus adalah sebuah kelompok yang di buat untuk mencari keuntungan dari remaja yang nakal ??..Dan melindungi para remaja agar mereka bebas melakukan tindak kriminal ??.." Tanya Alastor..


" Ii-iya..mungkin seperti yang kau katakan..aku hanya bawahan..aku tak tau apapun.." Ucap Dava..


" Apa yang kau lakukan pada Amel..??." Ucap Alastor..dia melepaskan Dava lalu mengambil celurit yang dia lemparkan.


" Aku tak melakukan apapun..aku tadi berbohong.." Ucap Dava mengelak.

__ADS_1


Alastor menempelkan celurit pada Burungnya Dava..


" Sial...aku..aku hanya melakukan itu..( hubungan dewasa )..habisnya dia sangat cantik..aku jadi tertarik padanya..tolong..ampuni aku.." Ucap Dava menangis..dia merengek minta ampun pada Alastor..


Alastor mendengar perkataan Dava..tiba tiba wajahnya mengeluarkan aura mengerikan..


" Hanya melakukan ( Hubungan Dewasa ).." Ucap Alastor..


" gluk..." Dava menelan ludah...


" maaf..maafkan aku.." Ucap Dava memohon..


" Hey..larilah...larilah sekencang mungkin sampai aku tak bisa mengejar mu..jika kau berhasil kabur..aku akan melepaskan mu.." Ucap Alastor..


Lalu Dava bergegas kabur dari Alastor....dia nampak menelpon seseorang..


" Tolong...tolong aku..kirim pasukan ke markas ku...tolong bantu aku...ada orang gila yang mencari Wanita yang ku kirim tadi..cepatlah dia mengejar ku..." Ucap Dava dia berlari sekencang mungkin.


Alastor terlihat mengejarnya...Dava yang terus berlari dia pun tersandung. Akhirnya dia tertangkap..


" Kau gagal.." Ucap Alastor..


" Ku mohon..ampuni aku.." Dava merengek ...


" BERANINYA KAU..MENYENTUH WANITA KU !!! ." Ucap Alastor..dia pun menodongkan pistol ke arah Burungnya Dava..


BANG......suara tembakan...


Dava nampak kesakitan ia berguling guling di tanah..darah mengalir dari luka tembaknya..


" AHHKK...BANGSAT..BANGSATTT..." Teriak Dava..


Lalu Alastor pun meninggalkan Dava yang sudah tak berdaya..dengan wajah frustasi ia menelpon supirnya...


" Pak..jemput aku di tempat tadi..." Perintah Alastor..


Berganti ke Yuda...dia sedang menikmati keseharian nya sebagai pemimpin Dark Blue. Nampaknya Wendi juga sudah pulang dari Negara K.


" Dark Blue sekarang semakin sukses...apa kau memiliki rencana untuk menaklukan wilayah Timur ??.." Tanya Wendi..


" Entahlah..aku lebih tertarik pada Alastor..dia sudah sangat berubah..Anak kecil yang dulunya memiliki tatapan penuh kekosongan dan kehanpaan dalam hatinya itu..sekarang dia sangat ceria dan di kelilingi banyak orang...aku tak terima pahlawan ku berubah menjadi seperti itu.." Ucap Yuda..


" ....Yah..dia sekarang memiliki kehidupan yang bahagia.." Ucap Wendi..


" Tapi..aku akan mengembalikan Pahlawan ku menjadi seperti dirinya di masa lalu..aku dengar salah satu Wanita yang Andi kirimkan adalah Putri dari eksekutif BTR sekaligus saudara dari pimpinannya..Apakah itu benar ??." Tanya Yuda.


" I-iya..aku menyuruh Alex untuk membawanya kemari..apa kau akan membebaskanya ??.." Jawab Wendi dan bertanya balik..


" Tidak..aku akan menahannya...jika dia adalah Putri dari Keluarga pimpinan BTR..akan ada kemungkinan Alastor akan bergerak..bukan kah begitu ??.." Ucap Yuda tersenyum jahat..


" Tapi..perang mungkin akan pecah..ini akan menyebabkan konflik yang besar.." Jawab Wendi..


" Kau benar..tapi ini sudah nasi menjadi bubur..Kau tau kan Wanita itu pasti sudah di cicipi banyak orang dan dia pasti trauma berat.. sama saja meski jika kita membebaskannya perang juga akan terjadi..jadi lebih baik kita menjadikan dia tawanan untuk menekan BTR." Ucap Yuda..


".....I-iya Tuan..kau benar.." Ucap Wendi..


Berganti ke Markas utama Brenus. Nampak Andi sangat marah..dia mengumpulkan seluruh bawahanya..


" Kau bilang Dava di serang ???..siapa yang melakukanya ??.." Tanya Andi pada Ganjar..


Ganjar adalah salah satu petinggi di Brenus..


" Dava bilang dia adalah temanya ke dua wanita yang dia kirimkan tadi..aku tak tahu siapa dia.." Jawab Ganjar..


" Kita harus segera menangkapnya...Dava terluka sangat parah..bagian vitalnya di tembak..dan jari jari lengan kirinya di patahkan.." Ucap Hilman..


" Apa ??.." Ucap Andi terkejut..


" Kau bilang Dava di tembak ??..Apa Dava membocorkan tentang markas ??.." Tanya Andi..


" Dia membocorkanya.." Jawab Ganjar..


" Si bodoh itu...sialan..hhha..dasar gila..kalian bersiap lah cepat atau lambat dia pasti kemari...siapkan senjata kalian..dan bunuh dia jika dia berani kemari.." Ucap Andi memerintah semua bawahannya..


Andi terlihat sangat kesal..dan memikirkan orang yang melukai Dava..


" Bedebah mana yang berani mengusik Brenus..aku takan pernah memberinya pengampunan..jika dia ke sini akan ku cabik cabik dia.." Gunam Andi..


Terlihat di dalam mobil Alastor nampak cemas dan penuh dengan amarah. Dia memikirkan keadaan Amelia dan Risma sekarang..


" Tuan kita mau kemana sekarang ??.." Ucap supirnya..


"....Ke kota C.." Jawab Alastor...


" Brenus yah.." Gunam Alastor dia mengingat perkataan Rivaldi..


Rivaldi adalah pemimpin SMK Yps di perbatasan..saat Alastor menaklukan Smk Yps 1 tahun yang lalu dia menanyakan soal wilayah Barat pada Rivaldi..


" Kau mau menakluka seluruh sekolah di Negara S..jangan bercanda..kau tau di wilayah barat ada sebuah Squad yang menggabukan hampir seluruh sekolah di barat...aku dengar mereka melakukan bisnis gelap dan tindak kriminal besar..mereka juga di lindungi oleh Dark Blue...kau mengerti maksudku kan ??.." Ucap Rivaldi..


" Yah..maksudmu..jika aku menyerang salah satu sekolah yang masuk Aliansi Brenus berarti aku sekaligus akan berurusan dengan Dark Blue...cih..ini menjadi semakin Rumit.." Ucap Alastor..


Berganti kembali pada Alastor..dia melihat keluar kaca mobil..tiba tiba Hpnya berbunyi..Yang menelponnya adalah sahabatnya..


" Kau di mana sekarang ??..beri tau aku..aku akan menyusulmu bersama anak anak.." Ucap Sahabatnya..


" Diamlah..dan jangan kesini..sekarang sepertinya masalanya bukan hal yang sepele...dan bilang pada anak anak untuk tidak mengkhawatirkan ku.." Ucap Alastor..


" Jangan bercanda..kau sendiri yang bilangkan.. Alvarez Family adalah keluarga..masalah mu adalah masalah kami juga..kita akan menyelsaikanya bersama.." Ucap sahabatnya..


" ..... Ini adalah perintah ku sebagai pemimpin..jangan ada yang ikut campur masalah ini..." Ucap Alastor dia langsung menutup telpon nya..


" Cih...apa yang dia pikirkan...kenapa dia sedikit menjadi seperti dulu lagi.." Ucap sahabatnya sangat khawatir..


" Baiklah aku akan menanyakan nya pada paman.." Gunam Sahabatnya..


Terlihat Alastor sudah berada di sebuah gedung..gedung itu adalah markad utama Brenus..

__ADS_1


Terlihat juga sudah banyak orang yang menyambut Alastor. Tapi dia tetap tak gentar dan menerobos para penjaga...


bersambung...


__ADS_2