
Selamat baca š Jangan lupa Vote danĀ Komeennn maaf kalau banyak Typo š¤¤
" JACKSON !!! " bukan bambam tidak teriak justru dia juga bingung
Baik jackson , bambam , dan jisoo melihat kesumber suara
" Jin Oppa !! " ucap jisoo
" berani kau menyentuh jisoo kau akan berhadapan dengan ku " ucap jin dengan dinginnya
" Tapi Pangeran dia itu putri dari ! " ucap jack terpotong
" Siapapun dia , dari mana pun asalnya !! Kau gadak hak buat nyentuh dua baik seujung rambut pun jack !! Kau gk berhak juga buaat nentuin prasaan atau kehidupan saya !!! "Ucap jin dengan dinginnya
Jisoo yang melihat itu hanya bersikap hati hati jika tbtb jin marah besar ke jackson
" pergi jack !! " ucap jin tegas
" Tapi pangeran " ucap jack
" PERGI !!! "ucap jin sedikit membentak jackson
Jisoo hanya membulatkan matanya saja mengdengar bentakan dari jin yang benar benar membuatnya terkejut
Jackson juga pergi dengan wajah kesal nya dia masih menatap bambam dan jisoo dengan tatapan mematikan
Jin yang melihat ke arah jisoo dan jisoo juga melihat jin membuat bambam serasa ini momen sangat sedih
" emm Putri saya diluan " ucap bambam lalu pergi meninggalkan jin jisoo
Setelah kepergian bambam , jin mengenggam tangan jisoo membuat jisoo terkejut dan membawa jisoo kesebuah tamanĀ
" Kau ada yang luka " ucap jin
" tidak " ucap jisoo
__ADS_1
" Sooyaa " ucap jin lirih
Jisoo hanya berdehem menjawab jin
" kau tau awan itu dan air sungai yan mengalir ini " ucap jin serius
Jisoo hanya mengangguk mendengarkan itu
" entah aku atau pun kamu yang menjadi langit atau pun air sungai ini mereka sama sama tak bisa bersama , mereka indah sangat indah tapi keindahan mereka tak bisa mereka satukan " ucap jin
"Ā aku hanya merasa kita berada di posisi yang sama seperti itu " ucap jin
" jangan Begitu kita adalah unnue dan hyung bagi keluarga kita , aku hanya memikir kan bagaimana perang besok yang di hadapi oleh lisa " ucap jisoo
Mendengar itu jin melihat jisoo
" Kau tau ... Dia adiik ku yang paling dingin tp itu hanya di luar saja , dia sangat baik aku bahkan tak tau apa yang terjadi jika perang besok berakhir seperti yang tak aku ingini " ucap jisoo
" aniyaa ... kau harus tetap kuat lisa pasti kuat jisoo ya " ucap jin
" aku pergi dulu " ucap jisoo melesat pergi dari hadapan jin
" aku bahkan tak bisa menjamin keselamatan lisa " ucap jin lirih melihat kepergian jisoo
" Yak !!! Kau sedang apaĀ !! " ucap jisoo saat samapai di mantionnya
" hah ... hahh.. hah... aku huhhh sedang latihan unnie " ucap Rose
" latihan buat apa " ucap jisoo
" besok adalah perang bukan? " ucap rose
DEG !!!
" pe...pe..perang ? " ucap jisoo
__ADS_1
" ne , kata appa kita harus mempersiapkan semua " ucap rose yang belum sadar apa yang dikatakan besok perang artinya .....
" dimana lisa !! " ucap jisoo
" lisa? Sedang bersama jennie unnie di ruang latihan " ucap rose
Tanpa basa basi jisoo berlari kearah lisa dan benar saja lisa sedang bersama jennie
" LALICEE !!! " ucap jisoo
" wae unnie? " ucap lisa
Tanpa basa basi jisoo memeluk adiknya itu jisoo hanya merasa takut dia takut semua diluar dugaan , dia takut kalau adiinya ..... ah tidak tidak dia tidak akan membiarkannya
" Unnie kau kenapa ? " jennie
" A...a...a...aku aku sayang pada kalian ku mohon kita selalu lah bersama " ucap jisoo
" bukankah kita selalu bersama ? " ucap rose tbtb
" unnie... perang itu akan kita lewati bersama jadi tolong janga begini " ucap jennieĀ
Jennie benar mereka akan melewatinya bersamaa dan berjuang bersama , jisoo langsung menatap adik bungsunya ini dengan sayang dan mengelus wajah lisa
" Kau harus selalu didekat unnie lalice " ucap jisoo final
Lisa hanya bisa pasrah dengan unnie nya
Dia hanya megangguk kan kepala nya
" Yangmulia " ucap ratu
Yah entah kapan eomma dan appa mereka ada di situ dan melihat kekuatiran ke4 putri mereka jujur mereka juga merasakan hal yang sama tapi apapun itu Semua akan terlewatkan tanpa kurang anggota kekuarga mereka
" Aku janjii sayang aku jannie demi putri kita " ucap raja mengelus pucuk kapala istrinya itu
__ADS_1
Lalu mereka pergi meninggal kan kee4 putri yang masih berpelukan itu