
hari itu adalah hari libur nasional karena itu daysha pulkam (pulang kampung) daysha pergi ke rumah ku dan mengajak ku luar untuk nongkrong sama teman yang lain dan kebetulan disana dan di meja yang sama Adam juga ada disana entah siap yang ngajak atau emang kebetulan dia kesini dan di tawarin gabung oleh mereka tiba-tiba daysha berbalik dan menarik ku keluar dari cafe itu.
cepat keluar gue ngak mau liat Adam gue takutnya dia tau kalau gue blom bisa move on katanya dan aku masih mengumpulkan nyawa ku karna kaget ditarik,kalau lo ngak mau dia tau Tris kenapa lo lari justru itu yang membuat dia tau dan semakin jelas klau lo lari dari dia karena blom bisa lupain dia, kata ku dan sambil menatap kedalam cafe.
trus gue harus gimana dong soalnya gue udah terlanjur kaget dan refleks aja langsung kabur dari sana ,jelas nya. klau menurut gue ni ya kita masuk lagi kedalam dan pura- pura ngak ada yang terjadi gimana.kata ku memberi solusi.
__ADS_1
tapi kan mereka semua udah liat udah la kita pulang aja. katanya frustasi, kalau menurut gue lo jangan pulang karena itu akan semakin jelas.kata ku yang juga ikut mikir solusi yang tepat untuk masalah daysha.
gimana kalau nanti mereka bertanya kenapa gue lari keluar apa yang harus gue jawab.katanya pasrah, itu mah gampang lo percaya aja sama gue nanti gue bilang aja kalau hp lo ketinggalan di parkiran dan lo pada saat lo liat Adam nanti di dalam lo harus tenang dan angap aja kalian baru kenal di sini jangan pernah ungkit masalahku ok.
dan akhirnya kami pun masuk kedalam lagi dan iku bergabung bersama mereka.
__ADS_1
dan saat itu Adam Adam ngak pernah berpaling dari menatap daysha dari pertama masuk sampai saat ini kita udah heboh Adam hanya memusatkan pandangan nya kepada daysha sebenarnya gue kasihan sama mereka berdua kenapa tidak mereka saling menyayangi tapi harus pisah karena ego orang tua.
*woi... ngelamun aja lo kita disini tu rame tapi lo ngak ada ngomong sedikitpun dan ngak ada nyapa gue ngapain lo ngelamun disini mending pulang tidur dan lo renunggin masalah lo sambil memikirkan jalan keluarnya jangan jadi pecundang yang bisanya lari dan pasrah dengan keadaan kalau gue jadi lo ngak bakal gue nyerah begitu aja apalagi lo masih remaja lo bisa nentuin hidup lo sendiri ngak dan bisa bedain yang benar dan salah yang baik dan ngak*.kata ku panjang lebar dan semuanya hanya melongo mendengar perkataan ku dan Adam seperti nya dia mencerna perkataan ku dengan benar dan akhirnya dia memilih pergi entah kemana yang pasti dia akan menemui Arya dan Albi di basecampnya dan akan melampiaskan kemarahannya disana yang pasti saat ini dia ngak baik\- baik aja dan gue yakin Albi dan Arya lh yang akan jadi Samsat nya nanti.
__ADS_1