
Suwasana kantor sangat tegang bagi gresya, apa lagi sebentar lagi dia akan memasuki ruang singa, yang katanya tak banyak bicara tpi kalau sekali bicara bisa nusuk jantung.
ceklek suara pintu ruangan pak andri terbuka jantung ku tambah kenjang berdetak, pak rian keluar dari sana asisten pribadi pak andri ini matanya lebih tajam bahkan lebih menakutkan dari pak andri,saat ada kariawan melakukan kesalahan, dia tidak segan segan memukul bahkan memecatnya bahkan tampa ijin dari pak andri karna asisten yang satu ini memiliki kuasa untuk memecat tampa ampun,
" kamu gresya?? ayo ikut saya"
aku belum jawab,udah di ajak ayo ajja, kata ku dalam hati,
"kenapa diam disitu!! tuan andri tidak suka sama orang tidak cekatan, apa perlu saya serett untuk masuk kesini"
"iyaa pak.. ehh engga pak.. a a anu saya ikut bapa kesana sekarang juga" dengan lari kecil aku mengikuti pak rian dari belakang,, sungguh menegangkan apa lagi nanti bagaimana nasip ku saat ada diruangan itu, apa kah aku bisa keluar dengan tetap dengan muka cantik?? apa kusut kaya kain pell...
aku tidak perlu takut kita sama sama makan nasi kecuali kalo mereka makan besi baru aku harus takut apapun nanti aku harus brani, kata ku dalam hati untuk menyemangati diri aendiri, karna tidak ada lagi seperti dulu,kalo dulu doni yang selalu memberi aku semangat jadi apapun setuasinya aku sangat percaya diri karna doni selalu ada tempat keluh kesah ku tapi sekarang sudah tidak mungkin lagi,, dasar doni brengsek nyunsep tu dalam kersek gara gara kamu aku ada disetuasi ini.
Saat masuk ruangan pak andri terasa sekali kaya kutup es,
"tuan ini yang seketaris gresya"
pak andri yang tadi sibuk dengan kertas kertas didepannya diam sejenak menoleh arah kami.
"yaa" jawabnya singkat, lalu dia kembali lagi sibuk dengan kertasnya.
__ADS_1
"ohh yaa rian, gimana dengan masalah yang ada di kantor cabang apa ada perkembangan baru??.
"sudah pak, saya sudah temukan semua bukti bukti penyelewengan dana yang mereka buat"
"baiklah kamubpergi kesana selesaikan mereka semua yang berani main main dengan ku"
" baik tuan, saya pergi sekarang,, permisi tuan"
rian berbalik badan meningal kan diri ku sendiri yang masih berdiri dengan tegap seperti lagi upacara bendera, rian menujubaudut ruangan ternyata disana ada laki laki paru bayah,, entah apa yang mereka bicarakan lalu rian berpamitan pergi dengan orang tersebut, wajah laki laki tersebut tidak begitu asing bagi seakakn pernah ngeliat tapi dimana,, tapiaku sama sekali tidak mengingatnya.
ku tarik napas ku dalam dalam dan ku hembuskan,, ku liat jam tangan ku sudah ampir delapan menit aku berdiri tapi kehadiran ku sama sekali tidak terlihat oleh tuan besar yang ada di depan ku ini, sangat kesal rasanya kuvtarik lagi napas ku dalam dalam ku hembuskan lagi pelan pelan aku takut kedengaran suara napas,, dan memberanikan diri untuk mengeluarkan suara..
"maaf tuan, saya grsya? yang membantu seketaris bu ani.
"duduk lah sana"
" baik tuan" untuk pertama kalinya aku bertemu dengan tuan andri, emang benar yang di gosikan para gadis gadis dikantor ini kalo tuan andri sangat ganteng meski demikian tuan ini bukan tipe saya..
sudah hampir lima belas menit aku duduk di sofa, si tuan yg disitu sama sekali tidak menghiraukan ku, dianggapnya aku angin kali yang ngomong tadi padahal dia yang menyuruhku masuk keruangan ini tapi ko aku sama sekali tak dianggap ada, kubtoleh muka ku kearah laki laki paru baya yang disana yang lagi sibuk dengan koran ditangannya.
Aku bingung apa yang harus aku lakuakan karna aku hanya disuruh duduk disofa tampa di suruh apa apa boro boro fmdisuruh bantu pekerjaannya di ajak ngomong ajja kagak...
__ADS_1
Ku branikan diri untuk berdiri mendekati meja tuan andri.
"maaf tuan apa yang bisa saya bantu kerjakan"
"kamu ???"
" saya gresya seketaris yang membantu bu ani tuan"
" ohh.. duduk lah disana,,"
apaaaaa berarti dari tadi aku memang diangap tidak ada diruangan sini, sehingga dia menanyakan aku lagi, dan lagi lagi dia menyuruh aku duduk untuk menunggu. adohhh benar benar luar biasa si tuan ini ingin rasanya aku komplin toi bisanya komlin dan menggerutu dalam hati...
aku kembali duduk disofa ku main kan tangan dan pundak ku untuk melonggarkan urat urat tegang, ku geleng geleng kepala lu kekiri dan kekanan untuk mengurangi ketegangan ku yang rasanya emosi ku dipunjak ubun tapi tidak aku brani tampak kan tampa sengaga mata ku terarah ke laki laki parub baya yang ada di sudut ruangan, bapa itu tersenyum lucu melihat ku, yangvtadinya muka ku masam seketika kurubah raut muka ku denyan senyum sambil mendudukan kepala ku tanda hormat, laki laki tersebut berbiri menghampiri ku, sekitika aku berdiri...
"duduklah... tidak usah berdiri"
aku pun kembali duduk.
"kita berjumpa lagi yaa nak gresya?"
aku diam sejenak, berpikir,, berjumpa lagi,,, berarti aku pernah bertemu dengan orang tua ini sebelumnya tapi dimana, aku sama sekali tidak mengingatnya..
__ADS_1
bersambung.......