Bukankah Hujan Dulu Sebelum Menciptakan Pelangi Yg Indah

Bukankah Hujan Dulu Sebelum Menciptakan Pelangi Yg Indah
menghalau segala pikiran buruk


__ADS_3

 


sore harinya juna mengajak anali pulang kerumah yg sengaja dia berikan untuk anali tempati,dan itu memudahkannya untuk selalu berada didekat anali.


 


juna sendiri tau kalau keluarga anali tidak merestui hubungan mereka karna perbedaan kasta dianta dia dan anali dan dilain sisinya juga mencemaskan kalau orang tuanya tau dia menjalani hubungan dengan wanita yg berkasta rendah orang tuanya akan menyakiti anali kekasih yg amat dicintainya.


juna tau dirinya egois untuk memiliki anali dengan mengekang wanita nan cantik yg kini rela meninggalkan keluarganya hanya untuk bersama dengannya.tapi dia tidak ada pilihan lain karena anali lah yang menjadi tumpuan cinta kasihnya.


" sayang kamu mandi gih nanti kita pergi makan diluar" kata juna saat menuntuk kekasihnya kekamar mereka


" baiklah kak,tapi apa sebaiknya makan dirumah saja ana malas kalo makan diluar,capek" kata anali langsung duduk disur diikuti oleh juna


" baiklh kalau begitu kakak pesan makanannya dulu yaa.."

__ADS_1


"oke,ana mandi dulu yaa"


saat anali sedang mandi bel pun berbunyi,juna membukakan pintu dan ternyata makanan yang dia pesan sudah sampai.


juna menyiapkan makanan diatas meja makan lalu pergi kekamar untuk mengajak ana makan bersama.


"sayang ayo kita makan dulu,kamu pasti laparkan.." ajak juna saat melihat ana yg sedang mengancingkan baju tidur pendeknya.


ana tidak sempat menjawab saat juna mendekapnya dan melahap bibirnya dengan rakus.terdengar suara deru napas anali yg memburu membuat juna semakin memperdalam ciumannya.


saat juna mulai meremas payudara anali,juna menghentikan gerakannya dan melepaskan ciuman pada bibir anali yg kini tampak membengkak.


"tidak sayang,kakak tidak akan menodaimu sebelum kakak menikahimu" jawab juna tegas.


ya selama ini juna hanya mengecup dan membelai tubuh indah anali saja dan selalu menahan hasratnya untuk memiliki anali seutuhnya.juna tidak ingin menodai anali sampai nanti dia menikahi kekasihnya itu.untuk mereda nafsunya pada anali juna meniduri wanita diluarsana.

__ADS_1


" yaudah sayang kita makan dulu kamu pasti lapar"


merekapun pergi ke ruang makan dan makan dengan tenang.setelah makan anali membereskan dan mencuci piring yg kotor tadi.ana membuka percakapan saat menghampiri juna yg sedang asik menonton tv.


"kak kapan kita akan menikah...?" tanya anali pada juna.


juna agak terkejut dengan kekasihnya krna menanyakan soal pernikahan padahal selama ini anali sama sekali tidak pernah menuntut itu.tapi dengan lembut juna menjawab pertanyaan kekasihnya itu


" setelah kamu lulus sekolah sayang,dan mestinya kamu masih ingin meneruskan sekolahmu bukan..?" juna meyakinkan.


" iya kak,tapi anali takut saat anali lulus nanti kakak akan pergi ninggalin anali.apa lagi anali sangat yakin ortu kakak pasti tidak akan merestui hubungan kita"kata anali sedih


sesaat juna hanya diam mendengar ucapan anali yang begitu menyesakkan dadanya


" sayang kamu percaya sama kakak ya,walaupun nanti keluarga kakak gak merestui hubungan kita kakak akan perjuangkan asal kamu mau bersabar" juna mengecup kening anali yg sedang rebahan didada bidangnya.

__ADS_1


"aku percaya sama kakak,aku harap semuanya baik baik saja" anali memeluk kekasinya dengan sangat erat


" yaudah sekarangkan udah malam besok kamu mau sekolah dan kakak akan pergi ke keluar negeri untuk beberapa hari.kamu baik baik ya dirumah jangan sampai telat makan.nanti kakak akan usahakan cepat pulang " mereka menuju kamar dan langsung tertidur dengan mimpi masing masing.


__ADS_2