
Di sebuah kamar yang gelap ada seorang gadis yang sedang menumpahkan rasa kesedihan nya didalam kegelapan yang ditemani angin yang begitu dingin, hujan yang deras dan petir yang menyambar nyambar. Claudia Karina Riccardo atau sering dipanggil Clau, dia sedang menangis karena dia baru tahu bahwa kedua orangtua nya telah membohongi nya selama bertahun-tahun.
"mengapa Tuhan mengapa kedua orangtua hamba seperti ini hiks.. Hiks, Tuhan hamba adalah manusia yang lemah dan rapuh hiks.. , mengapa Tuhan, walaupun mereka tidak menyayangi hamba ini hamba tidak akan mempermasalahkan nya hiks.. Hamba akan menjalankan kehidupan seperti air yang mengalir, kenapa harus harta yang membuat mereka seperti ini hiks.. " isak tangis Claudia sambil memegang beberapa kertas yang di fotocopy nya, kertas itu dia dapat dari lemari pakaian orangtuanya saat mencari kalung peninggalan dari nenek nya. Jam terus berlalu dan udara semakin dingin, Claudia semakin terisak dalam tangis nya sampai sampai mata nya bengkak, hidung nya memerah, karena kecapean untuk menangis perbuatan orangtuanya lebih baik dia tidur dan menjalankan aktivitas nya seperti biasa untuk besok.
-pagi hari-
Dipangi hari yang cerah, kicauan burung yang merdu, udara yang sejuk, Claudia terbangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, sebelum itu dia membereskan tempat tidur nya, dan setelah 20 menit melakukan ritual mandi nya Claudia segera memakai pakaian sekolah nya dan setelah itu dia turun kebawah menuju meja makan, dimeja makan sudah hadir daddy Jennifer dan mommy Adelways dan anak kesayangan mereka siapa lagi kalau bukan Kesya atau sering dipanggil Key. Setelah di sampai dia langsung menarik kuris dan menjatuhkan bokong nya, bibi Ai sigap mengisi piring anak majikannya. Bibi Ai adalah orang yang menjaga, membesarkan Claudia semenjak dari bayi sampai sekarang.
"Terimakasih bi" kata Claudia sambil tersenyum
__ADS_1
"sama sama nona muda" jawab bibi Ai dan meninggalkan meja makan dan pergi menuju dapur. Setelah itu Claudia memakan sarapan nya dengan lahap, dimeja makan hanya sendok dan piring saja yang berbunyi. Beberapa menit kemudian pak Anton satpam mansion datang kedalam memberikan sebuah map kepada daddy Jennifer
"selamat pagi tuan, ini ada surat atas nama sekolah nona muda Claudia" kata pak Anton sambil memberikan map itu kepada daddy Jennifer
"matilah aku surat DO lagi pasti hadehh" batin Claudia
Plaakkk... Daddy Jennifer bangkit dari duduk nya dan langsung menampar Claudia
Aisshh... Kata Claudia sambil memegang pipi nya
__ADS_1
"Kamu kenapa selalu seperti ini haah! Kenapa kamu selalu buat ulah" kata dad
"Claudia kamu tau kan ini yang ke 10 kali kamu di keluarkan dari sekolah, kenapa kamu selalu berbuat ulah, daddy malu mau dibuat kemana wajah daddy kamu itu contoh kakak kamu key dia tidak pernah seperti kamu yang buat malu! " lanjut daddy Jennifer dengan nafas yang terengah engah karena emosi
" sudah lah dad ini masih pagi jangan marah marah, lebih baik kita lanjutkan sarapan nya" lerai mommy Adel. Sedangkan Claudia masih memegang wajah nya yang masih panas akibat tamparan dari daddy Jennifer.
"ini tidak bisa dibiarkan lagi mom, anak kurang ajar ini selalu berbuat ulah dan mencoreng nama keluarga Riccardo" kata daddy Jennifer yang emosi nya sedikit berkurang
"dan buat kamu Claudia ini yang terakhir kali ny daddy menerima surat seperti ini dan kamu akan satu sekolah dengan Key! Jika kamu berbuat ulah lagi di sekolah key dan di keluarkan daddy akan angkat tangan buat ngurus kamu.,kamu mengerti! " kata daddy Jennifer dan langsung meninggalkan meja makan.
__ADS_1