
Kantin sudah sepi kala itu, Darel masih sibuk dengan imajinasinya tentang perempuan yang selama ini menghantuinya. Danang sahabat Darel setia menemani nya dengan alasan malas mengikuti pelajaran fisika, walaupun mereka murid yang berprestasi tapi jangan ditanya tentang kebandelan dan kenakalan manusia yang di kenal sebagai idola ini. Semua orang terheran ketika Danang dan Darel mengikuti ujian mereka akan keluar kelas duluan dan mendapatkan nilai sempurna. Jadi tidak ada guru yang berani memarahi mereka karena tidak mengikuti kelas.
Nasib menjadi orang yang tampan dan pandai tidak semua dapat di miliki oleh orang pada umumnya.
Darel selalu menjadi peringatan pertama dan Danang menjadi peringatan kedua, itulah yang menjadi semua orang iri. Mengapa ada makhluk yang sempurna seperti itu?
Tidak jarang juga Darel di mintai tolong guru untuk mengajar di kelas lain, Darel akan dengan senang hati mengajar teman-temannya dengan metode yang mudah dipahami. Terkadang guru malah kalah dengan cara pembelajaran Darel tersebut.
Darel merasa frustasi karena tidak menemukan perempuan yang menjadi perhatian nya selama ini memutuskan untuk masuk ke kelas. Sesampainya di kelas ia di panggil oleh pak Supri selaku guru fisika kelas tersebut. Dengan nada tinggi, pak Supri memarahi Darel karena tidak mengikuti pelajaran nya. Darel di suruh mengerjakan tugas yang ada di papan tulis. Alasan pak Supri sampai marah karena dari tadi dia menunggu tidak ada yang bisa mengerjakan tugas tersebut, dengan hitungan detik Darel mengerjakan tugas tersebut dan menjadikan senyum pak Supri terbentuk kembali. Kini giliran Danang yang kena amuk, Danang di suruh menjelaskan kepada teman kelasnya. Hal itu merupakan hal paling mudah bagi seorang Danang dan teman-temannya senang bila mendapat penjelasan dari Danang karena penjelasannya singkat dan yang menjelaskan sangat tampan.
Kelas fisika telah selesai, Danang dan Darel di suruh untuk mengajar kelas 8 dan 7. Dengan kesempatan itu Darel tidak ambil pusing dia malah dengan senang hati mengajukan diri mengajar kelas 7 sedangkan Danang tentu saja kelas 8.
__ADS_1
Dalam seminggu mereka akan mengajar adik kelas, dimulai kelas A hingga F. Jadi seminggu full mereka menggantikan pak Supri mengajar kelas fisika tentu saja dengan izin kepala sekolah. Tujuan pak Supri menyuruh mereka karena pak Supri akan izin selama satu minggu untuk menemani isterinya yang sedang melahirkan. Untuk kelas 9 kepala sekolah sendiri yang akan mengisinya.
*Hari pertama mengisi pelajaran fisika kelas 7 B.
Kelas dimulai dengan biasa dan nihil tidak ada perempuan yang selama ini menjadi perhatian Darel.
*Hari ke dua kelas 7 F
*Hari ke tiga kelas 7 C
Sudah tidak ada harapan bagi Darel karena ini sudah kelas ketiga yang ia masuki. Tapi ia tak putus semangat masih ada empat kelas lagi yang akan di ajar nya.
__ADS_1
*Hari ke empat kelas 7 A
Dimana tempat murid pandai berada. Awalnya Darel malas untuk masuk ke kelas tersebut karena kurang seru baginya untuk mengajar kelas yang sudah pandai. Darel sengaja masuk telat dari biasanya untuk mengajar karena ia sudah berpesan kepada ketua kelas untuk membaca halaman 78-80 dan akan masuk bila ada yang bertanya.
Tapi Darel tidak akan lepas dari tanggung jawab, ia tetap masuk walaupun hanya absen kelas tersebut. Saat ia masuk ke kelas tersebut ada perasaan menyesal dalam dirinya..
'kenapa ia tidak masuk awal saja' batinnya
~apa yang bikin Darel menyesal?~
~nantikan cerita selanjutnya~
__ADS_1