
Arumi memasuki wilayah Tyga yang menjadi wilayah kekuasaan Rex api untuk mempersiapkan sebuah tempat tinggal dan bisnis disana agar Castella tidak perlu
repot-repot mencari tempat tinggal lagi.
Sementara itu di wilayah Tonitru, Azami menghabiskan waktunya untuk mengobati Castella selama berhari-hari
Raiden:
Bagaimana keadaannya?
Azami:
Dia sudah bebas dari titik yang berbahaya
Raiden:
Jadi bagian mana yang masih memerlukan perawatan?
Azami:
Sejauh ini hanya tinggal mengobati fisiknya saja, beberapa tulang rusuk dan tulang tangannya patah
Raiden:
Aku mengerti
Raiden mengambil sebuah pisau
Azami:
Whoa..tunggu sebentar Rin!
Azami mengambil cangkir untuk menampung darah Raiden
Raiden:
Kenapa tidak langsung saja?
Azami:
Ini hanya pem-formalan saja
Raiden:
Ya ampun
Raiden merobek jarinya dan langsung memasukkan darahnya ke dalam mulut Castella
Azami:
Hmph!
Selagi Castella dirawat, Ia terjatuh ke dalam ruang kesadaran miliknya. Ia mengingat lagi semua ilmu bela diri yang Rex batu ajarkan padanya
Castella:
Apa memang harus selama ini pemulihanku?
Swuuushhh.....
Castella:
Angin?
Sssrraaaaakkkkk!!!!
Kertas-kertas beterbangan ke arahnya
Castella:
Kertas apa ini?
Castella mengumpulkannya
Bling.....
Terciptalah sebuah buku dari kertas-kertas tadi
Castella:
Menarik
Ia membuka bukunya dan buku tersebut memperlihatkan sesuatu yang tak pernah Ia bayangkan. Castella melihat dirinya sedang berjalan dengan seseorang yang tak lain adalah Raiden
Raiden:
Mau membelinya?
Raiden menawarkan Castella sebuah jajanan di pusat kota
Castella:
Hwaaahhh!! Aku mau!
Raiden:
Hihi..baik baik
Raiden membeli jajanan tersebut dan memberikannya pada Castella
Castella:
Nyam! Enak
Whuufff....
Gambaran dari buku itu sirna, Castella menitikan air matanya tanpa Ia sadari
Castella:
A-apa itu tadi?
Air matanya mulai mengucur deras
Castella:
Kehangatan itu..tatapan Ibu....raut wajahnya
Castella:
Apa itu.....mengapa terasa hangat sekali
__ADS_1
Castella membuka lagi lembaran selanjutnya
Swuungg....
Castella melihat dirinya bersama Raiden sedang piknik bersama di tanah lapang dan berbaring diatas tanah sambil melihat langit yang dihiasi oleh daun-daun yang berguguran
Raiden:
Bayangkanlah sebuah pohon yang besar Suna
Castella:
Ehem..lalu?
Raiden:
Pohon itu tercipta dari sebuah benih kecil yang diberi kehidupan oleh alam
Raiden:
Kemudian benih itu tumbuh dan mulai menjalani hidupnya, Ia tumbuh bersama dengan rumput di sekelilingnya
Raiden:
Pohon itu mulai menumbuhkan daun dan ranting-rantingnya seiring bertambah besarnya dirinya
Raiden:
Perlahan, terciptalah bunga dan buah yang menjadi hasil dari pertumbuhan pohon
Raiden:
Buahnya akan menghasilkan benih yang akan melahirkan pohon yang baru
Raiden:
Apa kamu paham?
Castella:
Tidak....
Raiden:
Hal ini sama seperti apa yang tiap orang jalani
Raiden:
Mereka terlahir dan bertumbuh dengan hal-hal disekitarnya
Raiden:
Pengalaman, Perasaan, Pengetahuan, Kemampuan, semuanya perlahan tumbuh dari dalam dirimu
Raiden:
Kemudian kamu akan bertemu dengan
orang-orang yang akan memiliki hubungan denganmu
Raiden:
Raiden:
Dari kenangan itu lah yang akan menghasilkan berbagai pengalaman hidupmu
Raiden:
Kamu bebas menulis kisahmu
Raiden:
Takdir hanya menentukan dimana dirimu lahir, tapi tidak dengan apa yang akan terjadi setelahnya
Raiden:
Kamu adalah orang yang berhak menentukan bagaimana kamu melewati seluruh peristiwa yang terjadi dan menciptakan masa depanmu
Raiden:
Semua hanya bergantung pada dirimu, terdapat kemungkinan yang tak terbatas dari diri seseorang
Raiden:
Tulislah kisahmu dan ceritakan padaku nanti apa saja yang sudah kamu alami
Castella menatap kosong ke Raiden
Raiden:
Jika kamu belum paham, tidak apa-apa, perlahan kamu akan memahaminya
Raiden:
Ibu akan senantiasa bersamamu
Raiden mengelus kepala Castella dan mengecup keningnya
Raiden:
’Setelah Abyss dimusnahkan, ayo kita menghabiskan sisa waktu kita sebagai seorang Ibu dan anak’
Shuu....
Gambaran itu berhenti lagi, tubuh Castella bergetar tanpa henti
Castella:
A-aku tidak kuat lagi
Buku itu terserap kedalam jiwa Castella
”Cepatlah sadar Suna”
Castella mendengar suara Raiden dari ruang kesadaran miliknya
”Jangan membuat Ibu cemas seperti ini”
Bunga-bunga pun tercipta di ruang kesadaran Castella dan Ia terangkat bersama dengan bunga-bunga tersebut
Swuushh.....
__ADS_1
Castella tersadar
Raiden:
Kamu akhirnya sadar Suna
Castella berkaca-kaca melihat Raiden
Castella:
Aku..aku berjanji padamu
Raiden:
Apa?
Castella:
Setelah Abyss dilenyapkan, ayo kita pergi piknik bersama-sama
Air matanya tak tertahankan dan Castella pun menangis tersedu-sedu
Raiden:
Te-tenanglah, Ibu tidak akan meninggalkanmu
Raiden berusaha menenangkan Castella
Raiden:
Ibu janji akan mengajakmu piknik bersama setelah Abyss benar-benar dilenyapkan
Raiden memeluk Castella sambil menenangkannya
Raiden:
’Apa imajinasiku tersalurkan padanya saat dia meminum darahku?’
Beberapa lama kemudian Castella akhirnya menjadi tenang, Raiden melepas pelukannya
Raiden:
Tunggu sebentar disini, Ibu akan mengambilkan makanan untukmu
Castella menganggukan kepalanya dan Raiden pergi keluar dari ruang pengobatan untuk sejenak, Ia meminta Sara untuk membuatkannya semangkuk bubur hangat
Azami:
’Aku ketinggalan berita apa ini?’
Raiden:
Tolong ya
Sara:
Baik Nona
Sara pergi dari hadapan Raiden
Azami:
Jadi bagaimana Rin?
Raiden:
Dia sudah pulih, hanya saja tanpa ku sadari darahku mengalirkan imajinasiku juga
Azami:
Apa maksudnya?
Raiden:
Biar ku ceritakan
Raiden menceritakan semua yang terjadi
Azami:
Masuk akal, dia juga pernah menyerap kekuatan leluhurmu hanya dengan menyentuh batu yang berlumur darah itu
Raiden:
Aku hanya takut Ia akan mengalami kesulitan saat menghadapi sesuatu yang akan datang
Azami:
Abyss hampir bebas, jangan membuang waktu yang diberikan Rex api
Raiden:
Ya
Azami:
Dan juga, Arumi belum terlihat belakangan ini
Raiden:
Benar, semenjak Ia pergi waktu itu
Azami:
Aku masih menaruh kecurigaan padanya
Raiden:
Ayolah, untuk sekarang anggap saja dia sebagai sekutu
Azami:
Tapi mau bagaimanapun dia adalah mantan dari tujuh jenderal besar Abyss di masa lampau
Raiden:
Tidak mungkin, dia sudah berjanji pada kita
Azami:
Huft....
__ADS_1