Chaction: Chaos And Destruction

Chaction: Chaos And Destruction
Di alam bawah sadar


__ADS_3

Arumi memasuki wilayah Tyga yang menjadi wilayah kekuasaan Rex api untuk mempersiapkan sebuah tempat tinggal dan bisnis disana agar Castella tidak perlu


repot-repot mencari tempat tinggal lagi.


Sementara itu di wilayah Tonitru, Azami menghabiskan waktunya untuk mengobati Castella selama berhari-hari


Raiden:


Bagaimana keadaannya?


Azami:


Dia sudah bebas dari titik yang berbahaya


Raiden:


Jadi bagian mana yang masih memerlukan perawatan?


Azami:


Sejauh ini hanya tinggal mengobati fisiknya saja, beberapa tulang rusuk dan tulang tangannya patah


Raiden:


Aku mengerti


Raiden mengambil sebuah pisau


Azami:


Whoa..tunggu sebentar Rin!


Azami mengambil cangkir untuk menampung darah Raiden


Raiden:


Kenapa tidak langsung saja?


Azami:


Ini hanya pem-formalan saja


Raiden:


Ya ampun


Raiden merobek jarinya dan langsung memasukkan darahnya ke dalam mulut Castella


Azami:


Hmph!


Selagi Castella dirawat, Ia terjatuh ke dalam ruang kesadaran miliknya. Ia mengingat lagi semua ilmu bela diri yang Rex batu ajarkan padanya


Castella:


Apa memang harus selama ini pemulihanku?


Swuuushhh.....


Castella:


Angin?


Sssrraaaaakkkkk!!!!


Kertas-kertas beterbangan ke arahnya


Castella:


Kertas apa ini?


Castella mengumpulkannya


Bling.....


Terciptalah sebuah buku dari kertas-kertas tadi


Castella:


Menarik


Ia membuka bukunya dan buku tersebut memperlihatkan sesuatu yang tak pernah Ia bayangkan. Castella melihat dirinya sedang berjalan dengan seseorang yang tak lain adalah Raiden


Raiden:


Mau membelinya?


Raiden menawarkan Castella sebuah jajanan di pusat kota


Castella:


Hwaaahhh!! Aku mau!


Raiden:


Hihi..baik baik


Raiden membeli jajanan tersebut dan memberikannya pada Castella


Castella:


Nyam! Enak


Whuufff....


Gambaran dari buku itu sirna, Castella menitikan air matanya tanpa Ia sadari


Castella:


A-apa itu tadi?


Air matanya mulai mengucur deras


Castella:


Kehangatan itu..tatapan Ibu....raut wajahnya


Castella:


Apa itu.....mengapa terasa hangat sekali

__ADS_1


Castella membuka lagi lembaran selanjutnya


Swuungg....


Castella melihat dirinya bersama Raiden sedang piknik bersama di tanah lapang dan berbaring diatas tanah sambil melihat langit yang dihiasi oleh daun-daun yang berguguran


Raiden:


Bayangkanlah sebuah pohon yang besar Suna


Castella:


Ehem..lalu?


Raiden:


Pohon itu tercipta dari sebuah benih kecil yang diberi kehidupan oleh alam


Raiden:


Kemudian benih itu tumbuh dan mulai menjalani hidupnya, Ia tumbuh bersama dengan rumput di sekelilingnya


Raiden:


Pohon itu mulai menumbuhkan daun dan ranting-rantingnya seiring bertambah besarnya dirinya


Raiden:


Perlahan, terciptalah bunga dan buah yang menjadi hasil dari pertumbuhan pohon


Raiden:


Buahnya akan menghasilkan benih yang akan melahirkan pohon yang baru


Raiden:


Apa kamu paham?


Castella:


Tidak....


Raiden:


Hal ini sama seperti apa yang tiap orang jalani


Raiden:


Mereka terlahir dan bertumbuh dengan hal-hal disekitarnya


Raiden:


Pengalaman, Perasaan, Pengetahuan, Kemampuan, semuanya perlahan tumbuh dari dalam dirimu


Raiden:


Kemudian kamu akan bertemu dengan


orang-orang yang akan memiliki hubungan denganmu


Raiden:


Raiden:


Dari kenangan itu lah yang akan menghasilkan berbagai pengalaman hidupmu


Raiden:


Kamu bebas menulis kisahmu


Raiden:


Takdir hanya menentukan dimana dirimu lahir, tapi tidak dengan apa yang akan terjadi setelahnya


Raiden:


Kamu adalah orang yang berhak menentukan bagaimana kamu melewati seluruh peristiwa yang terjadi dan menciptakan masa depanmu


Raiden:


Semua hanya bergantung pada dirimu, terdapat kemungkinan yang tak terbatas dari diri seseorang


Raiden:


Tulislah kisahmu dan ceritakan padaku nanti apa saja yang sudah kamu alami


Castella menatap kosong ke Raiden


Raiden:


Jika kamu belum paham, tidak apa-apa, perlahan kamu akan memahaminya


Raiden:


Ibu akan senantiasa bersamamu


Raiden mengelus kepala Castella dan mengecup keningnya


Raiden:


’Setelah Abyss dimusnahkan, ayo kita menghabiskan sisa waktu kita sebagai seorang Ibu dan anak’


Shuu....


Gambaran itu berhenti lagi, tubuh Castella bergetar tanpa henti


Castella:


A-aku tidak kuat lagi


Buku itu terserap kedalam jiwa Castella


”Cepatlah sadar Suna”


Castella mendengar suara Raiden dari ruang kesadaran miliknya


”Jangan membuat Ibu cemas seperti ini”


Bunga-bunga pun tercipta di ruang kesadaran Castella dan Ia terangkat bersama dengan bunga-bunga tersebut


Swuushh.....

__ADS_1


Castella tersadar


Raiden:


Kamu akhirnya sadar Suna


Castella berkaca-kaca melihat Raiden


Castella:


Aku..aku berjanji padamu


Raiden:


Apa?


Castella:


Setelah Abyss dilenyapkan, ayo kita pergi piknik bersama-sama


Air matanya tak tertahankan dan Castella pun menangis tersedu-sedu


Raiden:


Te-tenanglah, Ibu tidak akan meninggalkanmu


Raiden berusaha menenangkan Castella


Raiden:


Ibu janji akan mengajakmu piknik bersama setelah Abyss benar-benar dilenyapkan


Raiden memeluk Castella sambil menenangkannya


Raiden:


’Apa imajinasiku tersalurkan padanya saat dia meminum darahku?’


Beberapa lama kemudian Castella akhirnya menjadi tenang, Raiden melepas pelukannya


Raiden:


Tunggu sebentar disini, Ibu akan mengambilkan makanan untukmu


Castella menganggukan kepalanya dan Raiden pergi keluar dari ruang pengobatan untuk sejenak, Ia meminta Sara untuk membuatkannya semangkuk bubur hangat


Azami:


’Aku ketinggalan berita apa ini?’


Raiden:


Tolong ya


Sara:


Baik Nona


Sara pergi dari hadapan Raiden


Azami:


Jadi bagaimana Rin?


Raiden:


Dia sudah pulih, hanya saja tanpa ku sadari darahku mengalirkan imajinasiku juga


Azami:


Apa maksudnya?


Raiden:


Biar ku ceritakan


Raiden menceritakan semua yang terjadi


Azami:


Masuk akal, dia juga pernah menyerap kekuatan leluhurmu hanya dengan menyentuh batu yang berlumur darah itu


Raiden:


Aku hanya takut Ia akan mengalami kesulitan saat menghadapi sesuatu yang akan datang


Azami:


Abyss hampir bebas, jangan membuang waktu yang diberikan Rex api


Raiden:


Ya


Azami:


Dan juga, Arumi belum terlihat belakangan ini


Raiden:


Benar, semenjak Ia pergi waktu itu


Azami:


Aku masih menaruh kecurigaan padanya


Raiden:


Ayolah, untuk sekarang anggap saja dia sebagai sekutu


Azami:


Tapi mau bagaimanapun dia adalah mantan dari tujuh jenderal besar Abyss di masa lampau


Raiden:


Tidak mungkin, dia sudah berjanji pada kita


Azami:


Huft....

__ADS_1


__ADS_2