
Sesudah sampai bandara...Larisa melihat seorang nenek yang berlari gelisah sambil celingak celinguk....
nak.....apakah kamu lihat cicit nenek....
tidak nek...
nenek menunjukan foto cicit nya...
saya tidak lihat nek....
tolongin bantu saya cari cicit saya....
baik nek....
Larisa bingung...
satu sisi 5 menit lagi pesawat akan terbang suara pengeras bandara sudah mengumumkan agar para penumpang segera untuk menuju pesawat...
jika nenek itu tidak ditolong kasihan....Larisa iba...
nenek...sayup ...sayup terdengar suara anak kecil...
Larisa memutarkan kepalanya ke arah luar dia melihat anak kecil berusia 5 tahun dengan di apit beberapa pria berpakaian serba hitam dengan menodongkan senjata api ke tubuh anak tersebut ...
Larisa terkaget...bungkam...dengan perasaan takut cemas Larisa hanya menatap tidak berani menghampiri karena dia melihat situasi bahaya yang mengancam anak itu.
nak...apakah kamu lihat cicit nenek?
Larisa terdiam dan bergumam dalam hati jika saya beritahu nenek , nyawa cicit nenek itu akan terancam.
tidak nek...saya tidak lihat...
dorrr....bruk....padangan Larisa beralih ke gerombolan pria berbaju hitam yang roboh ....Larisa langsung cepat berlari menarik tangan cicit nenek tersebut
nenek....nenek....anak kecil laki laki tersebut berlari menghampiri neneknya. saya masih memegang tangan anak kaki kaki tersebut dengan berlari cepat ke arah nenek.
nenek...cepat pergi dari sini bawa Sony pulang kerumah ...pria tinggi tampan berkaca mata hitam memapah nenek dan menuntun anak laki laki tersebut.
Dady...anak laki laki yang bernama sony itu memeluk pria tampan dengan erat.
Mari nak...ikut nenek...nenek menggenggam tanganku...dengan terpaksa aku mengikuti nenek karena aku tidak tega meninggalkannya bersama cicit nya melihat situasi tadi yang mencekam walaupun situasi sudah tenang
baik nenek...
dengan tergesa gesa kami ke arah parkir...
mataku melihat kearah gerombolan pria yang roboh tertembak tadi...anehnya aku lihat tempat itu sudah tidak ada pria pria yang tertembak
kemana tubuh mereka....apa sudah di evakuasi...kenapa kok seperti tidak ada yang terjadi...padahal baru 5 menit yang lalu bunyi tembakan...keningku berkerut merasa aneh.
nyonya besar...silakan masuk ...
baik pak Renaldi...
sopir nenek membuka pintu...
nenek menarik tangan aku.
nenek langsung pulang ya..ucap pria tampan bermata hazel cucu nenek. aku masih ada urusan...
nenek menganggukkan kepala
aku masih merenung shock dengan kejadian yang tiba tiba.
setelah mobil diperjalanan
__ADS_1
Ting...bunyi sms masuk..
Larisa kamu kemana saja ...?tanya reineta di SMS nya. tadi kaysia cari cari kamu tidak ada...
dan sejak 30 menit lalu mely Anto menanyakan kamu...
kak reineta....
Larisa tertinggal pesawat...sekarang Larisa masih dibandara...
what....??
kenapa bisa begitu?
kakak pikir kamu sudah terbang....sekarang kamu sudah terlambat 26 menit...
Larisa kamu punya hutang penjelasan sama kakak..
baik kak...nanti aku jelaskan ...
hati-hati kamu dijalan Larisa! ucap reineta.
baik kak...bay....salam buat kely...
baiklah aku sampaikan salam kamu.
bay...
Assalamualaikum...
walaikumsalam
Larisa kamu ikut nenek ya...
kamu kemana saja?
nenek cari -cari kamu...
Sony menangis...hizks...aku mengelus rambut Sony dan memeluknya...tidak lama Sony tertidur.
aku langsung alihkan perhatian nenek dengan bertanya, nek...makanan apa yang nenek suka?
nenek tersenyum...aku suka apa saja nak...cuma nenek sekarang tidak bisa makan yang manis manis karena nenek punya sakit diabetes.
maaf nek...aku langsung diam menatap jendela mobil.
Nenek terlihat tidak shock dengan kejadian dibandara sepertinya mata nenek bermasalah apakah karena faktor usia, mata nenek tidak melihat jelas apa yang terjadi dengan sony cicitnya. harapanku semoga nenek tidak melihatnya kasihan sudah tua. aku lihat kecemasan nenek terhadap cicitnya
hanya takut kehilangan karena diculik.
kalau aku bukan main takut dan cemas...baru kali ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri orang yang ditodong dengan senjata api. sungguh tidak terbayang betapa takutnya aku...
Alhamdullilah semua bisa diatasi oleh pria tampan cucunya nenek.
aku terus merenung dengan diam
Ya Allah lindungi cicit nenek tersebut.
oh ya Larisa...aku belum menyebutkan nama ku.aku nenek Audrey, panggil saja nenek....ini cicit nenek nama nya sony.dan cucu nenek tadi yang dibandara itu dadynya Sony nama nya Erol . oh Larisa kamu nginap dirumah nenek ya...?
sekarang sudah hampir malam.besok nenek antar kerumah kamu.oh ya...sedang apa kamu di bandara? .saya mau ke Istanbul nek...cuma ketinggalan pesawat.
maafin nenek ya Larisa...besok nenek ganti tiket kamu...
tidak usah nek...Larisa mau beli sendiri...
__ADS_1
jangan menolak Larisa...nenek sudah berhutang Budi dengan kamu.kalau tidak ada kamu nenek tidak akan bertemu dengan cicit nenek...ucap nenek
aku bingung
bukannya yang menolong cicit nenek Audrey adalah cucunya.aku cuma menarik Sony saja dari kerumunan orang orang disaat roboh nya para penculik.kejadian begitu cepat aku juga tidak menyadari hal itu aku hanya sepontan berlari...menarik Sony untuk menghadap nenek saja.itupun setelah sampai dinenek Aku masih melamun dengan lutut gemetar saking takutnya.
Larisa kenapa kamu melamun....
aku melamun menatap mata nenek dengan hati ku yang masih sock ...aku belum bisa melupakan kejadian tadi.
Larisa apakah kamu sudah menikah?
aku sudah bercerai dua tahun lalu nek?
kenapa kamu bercerai?
tidak cocok banyak masalah nek....
sekarang kamu tinggal dengan siapa?
aku tinggal dengan kakak prempuan ku nek...
Larisa...
nenek mengusap lenganku..apakah kamu masih punya kedua orang tua?
kedua orang tua ku sudah meninggal nek...dengan sendu Larisa menjawab pertanyaan nenek andrey...
anggap saja aku nenek kamu ya...kamu panggil saja nenek...
baik nek...
nenek tidak henti mengusap hijab Larisa...
cantik sekali Larisa ini...berhati baik..lembut...keibuan...apakah dia mau aku jodohkan dengan cucu ku Erol ayahnya Sony....gumam nenek dalam hati.
Dimata Larisa cantik, nenek pikir pasti Larisa banyak pemujanya. padahal tidak demikian, saat SMP Larisa menyukai teman sekelasnya yang tampan tinggi. padahal ada teman kakak nya Larisa yang menyukai larisa hampir setiap hari Budi kerumah Larisa banyak alasannya Budi ingin ngajarin Larisa matematika lah, paskibraka yang dipikir Larisa semua modus.Larisa acuh dengan semua perhatian Budi .Larisa hanya menganggap budi kakak. yang bikin Larisa ketawa Budi jika salaman dengan Larisa tangan budi bergetar tangan dan dingin .Larisa bingung.tiga tahun Budi rajin mengunjungi Larissa sedikitpun Larisa tidak merasakan perasaan apapun pada Budi .malah jika Budi datang larisa bersembunyi.
flash back
"Larisa...itu ada mas Budi kenapa kamu tidak menemani nya kasihan loh jauh jauh datang...!" ucap mama nya Larisa.
"malas akhhh....!"
"Larisa bingung nga ngerti apa yang diomongi mas Budi . cerita nya selalu tentang masa depan pernikahan, Larisa nga ngerti mah...!"
"jangan gitu...temani saja...ajak ngobrol...kamu nga boleh judes sama tamu. biar bagaimanapun mas Budi adalah sahabat kakakmu.dia anak yang baik".
"baik mah...jawab Larisa dengan enggan sambil berjalan keruang tamu!"
Flash on
"Larisa apakah kamu sudah memberitahu kakakmu jika pemberangkatan mu ke Istanbul tertunda?"
"sudah, cuma Larisa belum jelaskan lebih rinci.nanti Larisa akan telpon kakak kembali nek...!"
"Erol kamu lama sekali...apa yang terjadi .. ? nenek cape nunggu kamu....Ini kenalkan Larisa yang menolong Sonny tadi di bandara!"
bersambung....
lopelope...thank you.....
tetap semangattt guys....
jangan lupa like....ππππππ
__ADS_1