Cinta Bersemi Di SMA Putra Tazuya

Cinta Bersemi Di SMA Putra Tazuya
Chapter 5


__ADS_3

Sejenak Jordan melihat sekelilingnya setelah sampai di dalan ruang kesehatan. ia segera menempatkan Ran ran di ranjang dan dia duduk di samping ranjang yang di tiduri Ran ran.


“Gadis bodoh, kenapa kau terima tantanganku? " batin Jordan.


Tangan Jordan mengolesi obat di lukanya Ran ran dengan lembut. Tak lama kemudian Ran ran membuka matanya perlahan. Seketika tangan Jordan berhenti mengoleskan obatnya. Ran ran pun menatap Jordan yang memandang padanya. “Jordan?"


“Hn,"


Pandangannya lalu berpindah, ia memandang berkeliling ruangan yang bekomindasi biru itu. Ran ran nampak bingung sesaat sebelum teringat apa yang terjadi.Mendadak ia bangun ke posisi duduk membuat Jordan terkejut.


“Ahhhh.. apa yang kau lakukan disini??" tiba-tiba saja Xu yuran berteriak histeris.


“A..apa kau tidak melihatnya? Aku sedang mengobatimu. Apa kau pikir aku akan melakukan sesuatu seperti yang ku lakukan kepada setiap wanita yang ku kencani? kau terlalu berlebihan berpikir, atau kau sudah suka padaku, Ran ran.


“Apa.. Apa aku tidak salah dengar? kau bilang aku menyukaimu, seorang pria playboy dan menjijikan sepertimu. Itu tidak akan terjadi, dan aku sama sekali tidak menyukai pria yang menjijikan sepertimu.


Seketika Jordan terdiam sejenak mendengar perkataan dari gadis itu, dan membuatnya kesal.


'Jangan marah! tenanglag! gadis ini pasti Mencoba membuatku marah. batin jordan.


Ia menghela napasnya, dan kembali menatap pada Xu yuran.


“Oh, ya. Apa kau pikir kau pantas untuk aku kencani? Kau sama sekali tidak pantas aku sukai. Aku tidak sama sekali tertarik padamu, dan kita lihat saja nanti, kau akan menyukai pria yang pria yang menjijikan seperti ku. “Baiklah Jika kau sudah bangun dan aku juga sudah selesai mengoleskan obat di lukamu. Kalu begitu aku pergi dulu, jaga dirimu baik- baik.


Sesudah membalas perkataan Xu yuran, jordan pun melangkah pergi ninggalin Xu yuran sendirian di ruang kesehatan.


Sedangkan Xu yuran menatap kepergian jordan yang ninggalin ia sendirian.


“ Sepertinya dia marah padaku, Apa perkataan ku sudah keterlaluan? Apa aku harus meminta maaf sama dia?" Ya aku harus minta maaf padanya, bagaimana pun juga dia sudah menolongku." batin Xu yuran kerana merasa bersalah nya pada jordan.


Xu yuran pun berjalan pergi ninggalin ruang kesehatan, kemudian dia mencari kamar asramanya.


-**********-


-


Lihatlah ia sekarang, Xu yuran saat ini tengah bingung mencari dimana kamar asramanya berada.


Salahkan jordan sialan itu, Seenaknya saja pergi duluan tanpa menunggunya, dan meninggalkan dia sendirian di dalam ruang kesehatan.


Saat sedang sibuk berjalan sendirian mencari kamar dimana kamar asramanya, ia berpapasan dengan andrew.


"Ah Andrew! teriak Xu yuran

__ADS_1


Dan yang dipanggil pun menghampiri harus dengan tatapan bertanya.


"Sudah sore begini kenapa kau masih ada disini Ran Ran?" tanya Andrew heran.


"Ini semua karena jordan sialan itu!" teriak Xu yuran penuh emosi.


"Kelihatannya kau sangat membencinya, ya?" tanya Andrew.


"Tentu saja aku sangat membenci nya!


Dia itu sungguh menyebalkan" teriak Xu yuran geram.


"Siapa yang kau sebut menyebalkan hmm?" tanya suara dingin yang tiba- tiba mengingtrupsi teriakan Xu yuran.


Xu yuran yang menyadari siapa pemilik suara dingin itu pun segera berbalik dan menatap pria itu dingin.


"Tentu saja KAU JORDAN!" ucap Xu yuran penuh penekanan.


"Hm" balas Jordan datar.


"Cih lihat gaya nya yang sok keren itu! menyebalkan!" batin Xu yuran kesal.


"Kenapa kau ada disini? tanya Ran ran kesana.


"Tentu saja untuk menjemputmu" ucap Jordan cuek.


"Hn, dia bukan pacar ku. Memangnya kenapa? Apa kau Cemburu Ran ran?" tanya jordan sambil menyeriangi seksi pada Ran ran.


Dan itu membuat Xu yuran hampir memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Cih sayang sekali aku tidak tertarik padamu jordan" balas Xu yuran dingin.


"Hn kalau kau tidak pulang bersama ku, ku pastikan kau akan tidur di luar malan ini Ran ran" ucap jordan licik sambil berlalu pergi dari tempat itu.


Mendengar ancaman jordan barusan, membuat Xu yuran menjadi 'sedikit' khawatir.


San tanpa berpikir panjang ia segera berlari mengejar jordan setelah berpamitan dengan Andrew.


"Hei playboy tunggu aku!" teriak Xu Yuran sambil terus mengejar langkah Jordan yang semakin jauh.


Meninggalkan Andrew yang masih berdiri disana dan menatap kepergian mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan.


.

__ADS_1


-****-


.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Xu yuran sampai di asramanya.


"Hah akhirnya sampai~" desah Xu yuran.


"Ah Jordan kau jangan mengganggu ku lagi, dan kamar martin dimana?" tanya xu yuran.


"Di sana" ucap Jordan sambil menunjuk sebuah kamar yang paling sudut." Sesudah menunjukan kamarnya Martin, jordan pun masuk kedalam asramanya.


Xu yuran melihat ke arah kamarnya martin dan ia pun berjalan ke arah asramah martin. tidak lama kemudian, dia pun sampai di asramanya martin, dan ia pin masuk ke dalam asramanya.


'Jadi ini kamarnya martin, semua barang ini tersusun rapi.Dan sepertinya dia tidur di kasur sudut kanan" batin xu yuran.


“hoamm.. aku lelah sekali, lebih baik aku tidur.


Kerena Xu yuran sangat lelah, dia pun dengan cepat naik ke ranjangnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya. kemudian dia pun tertidur pulas.


. l


.


-*****-


.


Matahari pagi yang menyinari dunia yang indah ini dengan kilau cahaya nya yang keemasan. Membangunkan seluruh manusia yang sedang tertidur untuk segera bergegas memulai hari yang baru di pagi yang cerah ini.


Begitu pula dengan Xu yuran yang kini masih meringkuk di bawah selimut tebal nya yang hangat, dan sama sekali tidak menghiraukan cahaya matahari yang mulai masuk di celah-celah jendela.


Berbeda dengan Xu yuran, seorang pria yang yang tampan berperawakan tinggi tegas kini tengah bersiap untuk memulai aktifitas nya pagi ini.


Jordan, pria tampan itu kini sedang sibuk mengancingi kancing seragam nya. Sesudah mengancingkan seragam serta merapikan penampilannya, dia pun keluar kamarnya.


Dia melihat ke arah kamarnya Xu yuran, jordan pun berjalan pergi ke kamar Xu yuran untuk membangunkannya. Dia pun mengetuk pintu kamarnya dan berusaha membangunkannya Xu yuran yang masih tertidur meringkuk di bawah selimut tebal nya.


“Ran ran, gadis bodoh bangun! Apa kau ingin terlambat Bu Aryi pagi ini hah! ucap jordan karena gadis itu tak kunjung bangun.


“Oi tukang tidur! bangun! teriak jordan untuk ksekian kalinya, dan kali ini mengetuk pintunya lebih keras.


Mau tak mau akhirnya gadis itu terbangun daro mimpi indahnya meskipun jordan membangunkan dia dikamar yang kosong itu.

__ADS_1


Dia pun langsung menatap jam nya, seketika dia pun terkejut dan langsung bergegas ke kamar mandi.


Sesudah membangunkan Xu yuran, jordan pun segera bergegas pergi ke kelas, dan meninggalkan Xu yuran seorang diri


__ADS_2