CINTA BUKAN CANDAAN

CINTA BUKAN CANDAAN
Galaunya papi irgi


__ADS_3

Menjauh dari rumah shalia,satya menepikan mobilnya,dia menghubungi raka.


Dimana lo tanya satya kepada raka???


Ada d markas balas raka.


Uang yang gue kasi buat gea masih?


Udah gue kasiin k gea tadi sore balas raka,kenapa lo??


Punya duit ngak lo ataw k anak anak pada bawa duit ngak??


Ada gue jawab raka tapi ngak banyak,lo butuh duit?


Tebusin jam gue d toko ladies mall thamrin,bilang nama satya ada ktp gue juga dsana??


Kok bisa ucap raka spontan,emang berapa belanjaan elo,kalau banyak gue ngak ada.Ntar coba gue tanya k temen temen juga.


Iya.6.500.000 sebut satya.


5.900.000 utang gue,600 ribunya kasi mbk itu udah bantuiiin.


Mendengar jawaban satya tak hayal membuat raka dan kedua teman lainya melonggo,bukan karena mereka ngak ada duit,cuma aneh banget seorang satya yang notabene nya anak konglomerat belanja ngak ada uang.Terus minta tebusin barangnya gitu,pasti ada yang ngak beres tebak mereka.


Apalagi cuma uang jutaan tak habis pikir mereka.


Oke,langsung kesana nih ucap raka.


Lo ngak ada masalah kan,tanya randi yang mengambil alih ponsel raka.


Ngak.besok gue cerita.


tolong bilangain ke raka jualin jam gue,dia kan sering jual barang seken besok gue kasi suratnya.


Serius lo jual itu jam tangan tanya raka,lo perlu duit gue ada simpenan ntar gue tranfer.


Ngak.ngak usah tranfer kartu gue ngak bisa d pakek.jual aja kalau udah chat ja gue butuh cas ngak terima tanfer.


Oke,oke jawab raka.

__ADS_1


Pangilan pun terputus.menyisakan banyak pertanyaan bagi anak kadal lainya.


Kenapa lagi tu bos kadal,ngak biasanya jual barangnya,aldi yang terdiam dari tadi akhirnya mengutarakan ke kepoannya.


raka dan randi sama sama menaikan bahunya tanda tak tahu.tak hayal hal itu membuat aldi merasa d asingkan.


Kampret kalian makinya.kompakan bener ucapnya lagii.


Ya udah gue muluncur kalian ikut tanya raka kepada anak kadal yang lain.


Ikutlah jawab aldi dah randi kompak.


Sementara satya yang langsung memarkirkan mobilnya begitu sampek rumah.


Ia begitu marah ketika sampai rumah sudah melihat mobil papinya d rumah.Padahal tadi satya puluhan kali menelponya tak kunjung d angkat,malah baru mulai rapat katanya.


Sial umpatnya.


Dia langsung membuka pintu,niat hati mencari langsung papinya bertanya kenapa kartunya tidak bisa d pakai.


Belum juga masuk ke dalam satya sudah d suguhkan pemandangan menegangkan.


Ya orang tuanya saat ini sedang ribut terdengar suara keras papinya yang menenangkan maminya.


mami ngak usah kuatirkan satya berlebihan seperti itu!


Papi ngak ngerti! Kasihan satya.


Harusnya papi kasi tahu dia atmnya d blokir jadi dia ngak jalan lagi.Gimana kalau dia lagi makan tapi ngak bisa bayar tanya mami dena?


Ngapain pusing soal makan,d rumah banyak makanan lebih sehat,lagian papi cuma memblokir kartu atm satya aja,masalah transport belanja sehari hari tetep papi berikan.


Iya,tapi itu mana cukup buat satya pi,50 ribu.bensin aja ngk cukup.tangisan mami dena masih terdengar.


Satya harus d didik dengan tegas,kapan dia mandiri.Dia harus berusaha mendapatkan apa yang dia mau sekarang dengan usaha,dia bisa bekerja kantor papi mulai besok jika dia mau.Mami tenang aja ini buat kebaikan satya juga.


Mami dena hanya diam,dia tidak menjawab ataupun bertanya kepada papi irgi.Yang dia pikir gimana dengan satya kedepanya.


Sedangkan satya yang mendengarkan pertengkaran itu cuma diam.

__ADS_1


Apa semenyusahkan itu dirinya,iya dia akui selama ini kerap menggunakan uang untuk hal tidak berguna.


Tapi apa tidak bisa bantu dia sekali ini,untung shalia ngak marah walaupun sempat ngamuk,untung juga mbak sana mau d nego dengan jam tanganya.


Satya melangkahkan kakinya masuk k dalam rumah.Terlihat mami dan papinya masih d ruang tengah.Satya enggan untuk menoleh,dia langsung menuju lantai 2 kamarnya.


Sat,kamu udah pulang sayang sapa mami dena ketika melihat satya hendak menaiki tangga menuju kamarnya.


Satya berhentin sebentar,tak lama dia melanjutkan langkah kakinya tanpa menoleh atawpun menjawab pertanyaan maminya.


Satya yang sopan tegur papi irgi.


Mami itu bertanya dimana sopan santun mu sebagai anak omel papi irgi.


Maaf tuan irgi balasnya,maaf karna saya mengecewakan anda dan istri anda.


Saya memang bukan anak berbakti,saya selalu membuat anda susah,saya selalu menghabiskan harta anda.


Saya minta maaf untuk itu,ucapnya lagi dan melanjutkan langkahnya k kamarnya.


Jangan kurang ajar kamu satya,biar bagaimanapun kami tetap orang tua mu.Ngak sepantasnya kamu berbicara seperti itu teriak papi irgi.


Orang tua mana yang membuat malu anaknya sendiri balas satya dengan intonasi tak kalah tinggi juga.


Seorang anak konglomerat tidak mampu membayar barangnya yang hanya beberapa juta,dimana harga diri satya pi,ucap satya mengebu.


Satya malu pi,semua menatap satya seperti pencuri.Harusnya papi bilang sebelumnya,satya akan terima.Satya tahu itu semua punya papi.Satya ngak berhak marah kalau papi mengambilnya lagii,lirih satya.


Papi irgi cuma menarik napas dalam dan menghembuskanya perlahan.sementara mami dena cuma bisa menangis dan pergi meninggalkan suaminya seorang diri d ruangan itu.


Papi irgi bukanlah sosok yang kejam,dia cenderung membebaskan apa yang d lakukan satya mengingat satya adalah anak satu satunya yang dia punya.Mami dena termasuk sulit untuk memiliki anak,padahal mereka tidak memiliki gangguan penyakit apapun,mungkin Tuhan belum memberi mereka kepercayaan.hingga usia pernikahan yang k 8 tahun barulah mereka memiliki satya.Itupun hingga kini mereka belum lagii kembali d percaya lagi menjadi seorang ayah.


Sampai detik ini pun papi irgi masih menginginkan seorang bayi lagi hadir d rumah mereka,walaupun usia sudah menginjak 47 tahun dan mami dena 44 tahun mereka tetap berusaha,berdoa dan berharap semoga memiliki adik untuk satya.


Satya yang terlalu sibuk dengan dirinya dan temen temenya membuat mereka kesepian,Apalagi usia satya yang hampir menginjakn 18 tahun,ia semakin jarang terlihat d rumah.


Andaikan aku punya anak lagi mungkin satya ngak akan terlalu seperti ini.Aku hanya ingin dia sedikit bertanggung jawab dengan hidupnya.Kalau terjadi apa apa dengan ku setidaknya,aku bisa mengandalkan dia untuk menjaga maminya.


Semua salahku ucapnya lirih.harusnya aku tidak memanjakan nya dengan harta sedari kecil.

__ADS_1


Harusnya aku mempertebal imamnya,biar jadi anak sholeh,syukur bisa jadi ustad sesuai cita cita satya waktu kecil,ucap papi irgi sambil terkekeh.


Gimana mo jadi ustad si satya,wong tingkah laku kayak gitu.


__ADS_2