Cinta Dan Salju

Cinta Dan Salju
Bab 10: Ketulusan dan Rahasia


__ADS_3

Musim dingin masih berlanjut, membawa suasana yang dingin dan sejuk. Di tengah dinginnya musim, Ethan dan Sophia menjalani kehidupan mereka dengan cinta yang semakin tumbuh dan menghangatkan hati.


Mereka sering menghabiskan waktu bersama di taman, berjalan-jalan di antara pohon-pohon yang berselimut salju. Setiap langkah mereka diiringi oleh suara kerikil salju yang renyah di bawah kaki mereka.


Sophia: (menggenggam tangan Ethan) Melihat taman ini dalam musim dingin memberiku rasa damai yang luar biasa. Meskipun semuanya terlihat dingin dan beku, ada keindahan yang tersimpan di dalamnya.


Ethan: (tersenyum) Begitulah cinta kita, Sophia. Meskipun kita melewati banyak musim dalam hubungan ini, ada ketulusan dan kehangatan yang selalu hadir di antara kita.


Sophia: (tersenyum penuh kasih) Aku bersyukur setiap hari memiliki kamu di sisiku, Ethan. Kehidupan kita bersama, meski tidak sempurna, adalah bukti bahwa cinta yang tulus dapat melewati segala rintangan.


Ethan: (mengusap pipi Sophia lembut) Dan aku bersyukur setiap hari karena kehadiranmu, Sophia. Kamu adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan bagiku.


Mereka berjalan beriringan di tengah salju yang lembut. Matahari pagi menerangi langit, membuat salju berkilau dan menciptakan panorama yang menakjubkan di sekitar mereka.


Sophia: (menatap pemandangan dengan kagum) Ethan, lihatlah betapa indahnya musim dingin ini. Dunia ini begitu menakjubkan, dan aku merasa beruntung bisa mengalaminya bersamamu.


Ethan: (memeluk Sophia dengan lembut) Aku tidak bisa meminta lebih dari hidup ini, Sophia. Memiliki kamu di sisiku adalah hadiah terindah yang bisa kuterima.

__ADS_1


Di tengah heningnya musim dingin, cinta mereka tumbuh dengan lebih dalam. Kepercayaan dan pengertian saling menguatkan hubungan mereka. Mereka belajar untuk menerima kekurangan satu sama lain dan selalu saling mendukung dalam setiap langkah yang mereka ambil.


Saat senja tiba, mereka duduk di bangku taman yang dikelilingi oleh pepohonan yang berselimut salju.


Sophia: (menggenggam tangan Ethan erat) Ethan, aku ingin bersamamu selamanya. Aku ingin kita melalui musim dingin ini dan semua musim lainnya yang akan datang, bersama-sama.


Ethan: (menatap mata Sophia dengan penuh cinta) Sophia, kamu adalah segalanya bagiku. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu. Bersamamu, aku tahu bahwa kita bisa menghadapi apapun yang datang.


Sophia: (tersenyum lembut) Aku mencintaimu, Ethan. Kita telah melewati banyak hal bersama, dan aku yakin bahwa cinta kita akan tetap abadi di setiap musim yang kita hadapi.


Musim dingin berlanjut, dan dalam kehangatan hubungan mereka, Ethan dan Sophia saling berbagi kehidupan mereka. Namun, di balik senyum mereka, terdapat rahasia yang tersembunyi.


Suatu hari, ketika mereka sedang duduk di dekat perapian yang hangat, suasana menjadi serius di antara mereka. Sophia tampak gelisah, mencoba menemukan keberanian untuk mengungkapkan sesuatu.


Sophia: (berdebar) Ethan, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Ada rahasia yang selama ini aku simpan.


Ethan: (memperhatikan dengan khawatir) Apa yang terjadi, Sophia? Kamu bisa berbagi dengan aku.

__ADS_1


Sophia: (bernapas dalam-dalam) Sebelum aku pindah ke desa ini, ada sesuatu yang terjadi dalam hidupku. Aku memiliki seorang mantan kekasih, Alex. Kami telah berpisah sebelum aku bertemu denganmu.


Ethan: (terkejut) Sophia, aku tidak tahu tentang hal ini. Mengapa kamu tidak pernah memberitahuku sebelumnya?


Sophia: (menangis) Aku tidak ingin menyakiti perasaanmu. Aku tidak pernah berniat menyimpan rahasia ini, tetapi aku takut itu akan merusak hubungan kita.


Ethan: (memeluk Sophia) Sophia, aku menghargai kejujuranmu. Tetapi mengapa kamu merasa perlu untuk mengungkapkannya sekarang?


Sophia: (menatap mata Ethan dengan tulus) Karena aku mencintaimu, Ethan. Aku ingin hubungan kita didasarkan pada kejujuran dan saling percaya. Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita.


Ethan: (menenangkan Sophia) Sophia, aku mengerti mengapa kamu merasa perlu mengungkapkannya sekarang. Aku percaya bahwa cinta kita bisa mengatasi segala rintangan, termasuk masa lalu kita.


Sophia: (mengusap air mata) Terima kasih, Ethan. Aku sangat mencintaimu, dan aku ingin kita bisa melangkah maju bersama, dengan kejujuran sebagai dasar hubungan kita.


Mereka duduk berdampingan, membiarkan kata-kata dan pengakuan mereka meresap ke dalam hati satu sama lain. Meskipun rahasia itu terungkap, cinta mereka tetap teguh, dan mereka bersumpah untuk membangun masa depan yang jujur dan terbuka.


Dalam kegelapan musim dingin yang seakan-akan melambangkan masa lalu yang berlalu, Ethan dan Sophia menemukan kekuatan dalam cinta mereka yang tulus dan saling pengertian. Mereka belajar untuk menerima satu sama lain sepenuhnya, dengan segala kekurangan dan masa lalu yang pernah mereka jalani.

__ADS_1


__ADS_2