
jam 7 malam suci dan silvia berbaringan dengan melakukan kegiatan seperti memainkan hp masing masing.
"dek gak pergi main" tanya selvia
"lagi gak mood kak capek juga habis peraktek" jawb suci ketus
"ooh yaudah kalo gitu mah " ucap silvia
tak ada yang di berbicarakan lagi, akhirnya mereka memilih diam. tak lama kemudian hp suci berdering, suci pun lalu mengakatnya
"hallo" ucap suci
"hallo ci, kita jalan yuk" jawab seseorang seberang telepon yang tak asing suaranya bagi suci
"ha kak frans berarti yang nelpon kak frans" batin suci
tanpa menjawab suci melihat layar hape nya yang tertulis di papan hapenya FRANSISCHO
dia sanget kaget setelah tau yang menelpon adalah frans, padahal sebelum mengangkat telpon dari frans tadi dia tidak menghiraukan siapa yang menelponya
"hallo ci kok diam" suara frans
"ha kak ehh maaf uci baru tau kakak yang nlpon" jawab suci sedikit gerogi
"hoo iya, jadi gimana mau gak jalan mumpung jam 7" jawab frans santai
"ba ba ik lah kak, uci segera menunggu di kost"
"oke deh, gue 10 menit lagi sampai, soalnya gue lumayan tak jauh dari kostsan lu" ucap frans
"oke kak" jawab suci memutuskan sambung telepon.
setelah itu suci bergegas memakai baju soalnya tadi sebelum maghrib dia sudah mandi, dan tak lupanya dia berdandan sedikit feminim, dia kelihatan sangat manis
"ehh lu mau kemana ci tadi kata lu gak mau keluar" kata silvia keheranan
"tadi gak jadi kak, sekarang jadi. gue mau nunggu calon cowok gue dulu kak di depan, byeee hati hati di rumah" ucap suci sambil tergesa gesa pergi keluar kost
"sungguh aneh tuh anak tadi bilang gak mood sekarang mmmhh haa udahlah" batin silvia
*di perjalanan..
suci dan frans yang berada di atas motor sadari tadi hanya terdiam tidak ada yang memecahkan pembicaraan, suci pun duduk juga sedikit berjarak seperti memperlakukan frans tukang ojek.
"cii geser dikit kedepan dan jangan lupa pegangin, nanti kalo lu jatuh gimana? " sahut frans
"gak akan jatuh kok kak" jawab suci sambil memegang sedikit pinggang frans yang tak lain hanya baju. "haduuhh kok gue degdegan bangat yaa, malh disuruh pegangan frans lagi" batin suci
__ADS_1
karena suci tidak juga mau berpegangan dengan frans maka frans mengegaskan mendadak motor nya dengan kecepatan dan suci sangat gaket jantungnya merasa ingin copot dia takut akan terjatuh.
lalu dia memeluk erat frans dengan melingkarkan tangannya keperut frans.
frans tersenyum dia berhasil dengan tindakkan konyol nya ini membuat wanita kaku itu jadi memeluknya, akan tetapi suci tersadar dia merasa malu dia hendak melepaskan tangannya dari perut frans
tetapi frans mencegahnya dia memegang tangan suci dengan tangan kirinnya agar suci tidak melepaskannya.
"udah jangan lepaskan aku lebih nyaman begini daripada yang tadi, dan aku lebih takut kamu jatuh"
ucap frans sambil menoleh ke arah suci dengan nada suara yang lembut, sehingga kedengaran dengan suci membuat suci luluh tak membantah sedikitpun, dia merasa detak jantungnya kali ini sangatlah kencang dari yang sebelum dia takut jatuh pas disaat frans memakai kecepatan laju motornya. hingga kini rasa gerogi nya saat memeluk frans berubah menjadi rasa yang sangat nyaman.
tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di tempat tujuan, frans membawa suci ke pantai , di sana frans dan suci sedang duduk dan datanglah seorang pelayan membawakan menu makanan
"silahkan tuan, mbak mau pesan apa" ucap pelayan dengan ramah
"saya mau pesan jus mangga satu" *dan menoleh ke arah suci "lu mau pesan apa ci" tanya frans
"a.. a~anu kak" jawab suci gugup badannya masih bergetar pas disaat berada dia atas motor tadi
"anu apa sih ci, gue nanya lu mau pesan apa, bukan pesan anu" ketus frans
pelayan yang menunggu dari tadipun tersenyum melihat tingkah kelakuan anak remaja yang berada di depannya.
"uci gak pesan apa apa kok kak uci sudah kenyang sudah makan kok dari kost " jawab suci berbohong. padahal dari tadi dia di kost belum sempat makan
tanpa basa basi frans lalu...
"oke, gue pesan jus mangga dua. sama nasi goreng dua" ucap frans kepada pelayan yang di sampingnya
"baik tuan, akan segera saya sajikan secepatnya" ucap pelayan tersebut sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya pergi
"kak kok dipesan dua sih, kan uci sudah kenyang" jawab suci berbohong
"udah gausah bohong, gue gak suka dibohongin, gua lebih suka terbuka aja. dan gue gak merasa di repotin dan satu hal lagi jangan pernah tolak apa ajakkan gua" ciletuk frans
"siapa juga yang ingin merepotkan lu sih, gue gak ngerepotin cuma gue gak kuat kalo gue makan dalam keaadan gerogi seperti ini" gumam suci
tak lama kemudian pesanan mereka pun datang, mereka lalu memakannya . hingga kini piring frans hanya tersisa mentimun sama tomat dan berbutiran nasi, berbeda dengan suci nasi yang dimakan hanya separoh dia tidak kuat melanjutkan makannya karena dia sangat malu kalo dilihatin frans.
setelah itu mereka lalu saling berhadapan ke arah pantai di mana disitu hanya ombak laut dan dinginnya suasana pantai diiringi dengan pemandangan yang sangat indah.
frans lalu melirik suci yang sedang menikmati suasana pantai ! dia lalu memperbaiki duduknya menghadap suci dan menggeserkan sedikit badannya ke arah suci tanpa suci bergeming sedikitpun lalu suci menoleh ke arah frans.
"kaka mau apa" tanya suci dengan melihat frans yang sangat aneh
frans pun lalu memegang kedua tangan suci dan menatapnya sehingga membuat suci sangat kaget yang di buatnnya frans.
__ADS_1
"hmmm mungkin ini udah waktunya ci.
sebenarnya gue..?? sebenarnya.. "jawab frans dengan sedikit terbata bata
"sebenarnya apa kak?" tanya suci, suci mulai panik dan khawatir dia merasa takut kalo frans akan mengatakan sesuatu yang membuat dia sakit hati, dia sudah sangat menyayangi frans semenjak frans mengasih kecupan pertama kali di dahi nya dan pertama mereka bertemu sudah membuat suci tertarik kepada lelaki tampan itu
"****** nih gue, gue akan bersiap siap buat patah hati nihh, kalo seandainnya frans bilang kalo dia udah punya cewek dan bilang ke gue jangan terlalu berharap lagi ke dia. ya tuhan.. apa yang harus hamba laku kan jika hamba tersakiti, hamba sudah terlanjur menyukainya.. "gumam suci dalam hati
tak lama kemudian...
"gue suka sama lu" ucap frans memberanikan diri
suci terkejut mendengar ucapan frans barusan, dia tidak menyangka apa yang di duganya itu salah
"gue sayang sama lu, sejak pertama kali gue lihat lu di pasar.
gue mau lu jadi pacar gue" ucap frans dengan berharap
"a'a~a.. tapi kak" ucap suci terbata bata dan dipotong oleh frans
"gue tau mungkin lu meragukan gue karna ini sangatlah cepat, tapi please ci gue memang suka sama lu gue serius mau jalanin hubungan dengan lu, gue tau lu belum ngerasain perasaan apa apa sama gue, tapi yg penting gue udah jujur buat nyatain perasaan gue. gue gak mau berlama lama gue takut lu diambil orang. kalo lu nolak gue juga gpp gue terima dan nungguin sampai lu udah ada hati buat gue, dan terima gue" ucap frans dengan lantang
"tapi kak" ucap suci dan terpotong lagi dengan frans
"udah ci lu gausah jawab, gue tau jawaban lu kalo lu gak nerima gua" jawab frans dengan menggesarkan tubuhnya kembali ke tempat semula tetapi di cegah, dipegang lengan frans oleh suci. suci memberanikan diri mendekat kan muka nya ke telinga frans lalu berbisik
"tapi gue juga suka lu kak" kata suci berbisik
akhirnya frans tersentuh merasa tidak percaya diri dia pun tersrnyum mendapat balasan cinta dari suci.
"benarkah" tanya frans kembali dengan tersenyum
suci hanya mengangguk
"jadi lu mau gak jadi pacar gue" tanya frans lagi
"dengan senang hati" suci mengangguk sambil tersenyum
"yess.. "jawab frans sambil mengepalkan tangannya dan ingin memeluk suci tapiii..
"eeeiiitss.. tunggu dulu, gaboleh lancang" ucap suci cengengesan
"trus gak mau di peluk nihh" kata frans sedikit kesal
"yaa bolehh.. " jawab suci pun tersenyum
"aaahhh.. kamu ini" ucap frans memeluk suci tidak sabaran dan senangnya
__ADS_1
mereka pun lupa keadaan dengan saking senangnya mengungkapkan isi perasaan mereka sehingga mereka tak kenal tempat umum dengan sangat bahagia....