
Diana: ok ..siap janji yah jangan di tinggalin sahabat gue tunggu gue balik.
Ana dan Rendi pun berlalu dan menuju tempat yang memang sengaja di siapkan untuk bersenang- senang di hari terakhir pengukuhan.
Diana: Ka Rendi mau ngomong apa?
Rendi: Ana, hari ini kamu cantik dan sangat mempesona ,ini bunga buat loe ,makasih juga udah datang di kehidupan gue dan bunga ini sama cantiknya dengan seorang perempuan yang bagaikan bunga seperti yang ada di depan gue
Ana gue Cinta sama loe Na loe mau kan jadi pacar gue?
Bugh peryataan yang manis dan sukses membuat Diana bersemu merah namun juga bak di timpa batu yang besar.
Diana: Apa Ka Rendi cinta sama gue ,apa ga mungkin ah pasti gue yang salah denger runtuk Diana .
Apaan sich Kak Rendi,jangan bercanda Kak ga lucu kaya nya kuping Ana salah dengar kak masa Ka Rendi cinta sama Ana padahalkan pacar ka Rendi banyak loch kebanyakan nonton Drakor kayanya makannya bisa salah dengar ,ucap Diana berusah menepis ucapan yang tadi dia dengar walau dia yakin kupingnya tidak salah karena dia jelas mendengar peryataan cinta seniornya itu.
Rendi: Kamu ga salah dengar Ana ,gue emang cinta sama loe sejak pertama ketemu,jadi apa kamu mau jadi pacarku ini bunga dan boneka beruang biru kecil .
Bila kamu bisa membuang bunga itu bila kamu ga jadi pacar aku dan bila kamu mau kamu bisa cium atau peluk bineka beruang itu ucapnya sembari melihat kebawah untuk mempersiapkan hatinya tentang jawaban yang akan dia terima.
Namun seketika perhatian Diana teralih kepada sepasang insan yang sedang bepelukan di jauh.
__ADS_1
Diana:
Srek hatinya yang luka kembali terbuka dan rasanya sangat perih bagaimana lelaki yang di cintainya kini memeluk peremouan lain dan ketika pelukan mereka terlepas ,nampak sosok itu mencium kening perempuan itu air matanya hendak kembali mengucur tetapi dia tahan karena tak ingin trlihat lemah,dan tanpa sengaja menjatuhkan bunga mawar yang dia pegang dan memeluk boneka beruang biru kecil itu karena yang dia butuhkan saat ini adalah bemda yang bisa jadi sebagai pelampiasan sakit hatinya dan beruang itu sangat lembut ketika di peluk dan dapan mbatu meringankan kekecewaannya yangbke dua kali nya hari ini.
Rendi: Kamu nerima aku Ana makasih kau telah mau bersamaku ucapnya memeluk Ana spontan sebagai ungkapan kesenangannya.
Diana memang masih memiliki kekacauan bekas lukanya jadi ketika di peluk oleh Rendi pun dia tidak lagi peduli sungguh hatinya hancur berkeping-keping dan ketika Rendi menggengam tangan nya untuk kbali ke tenda pun dia hanya mengikuti dengan ekpresi Kacau,kosong dan sakit hatinya Ana hanya mengikuti kemana dia melangkah.
Sesampainya di depan tenda Agung dan Sisilia merasa heran akan pemandangan yang mereka lihat dan bertanya-tanya apa yang terjadi karena tangan Diana di genggam erat oleh Rendi dengan ekpresi senang sedangkan Diana nampak sedih.
Agung: Ana kenapa kak kok kaya yang mau nangis gitu?
Sisilia: Ya jangan-jangan Kak Rendi macem-macem ya sama Ana,tebak nya dengan ekpresi marah nan jutek.
Agung: Jangan pegang-pegang Kak.
Rendi:Kenpaa ga boleh sekarang Ana itu pacar gue jadi suka-suka gue.
Agung dan Sisilia kaget bukan main mendengar ucapan Rendi untung hanya mereka yang masih berada di luar yangblain sudah masuk tenda dan jarak tenda lain sekitar 5 langkah.
Agung : Apa pacar ga mungkin?ucapnya dengan amarah yang memburu.
__ADS_1
Sisilia: Diana emang bener apa yang di bilang Ka Rendi ,ga salah denger kan gue?
Diana tidak menjawab pertanyaan kedua temannya itu dia masih larut dalam kesedihannya karena sakit hatinya itu.
Agung: Ga mungkin ucap Nya lalu berlalu untuk kembali ke tendanya sungguh hatinya pun terluka bagaimana perempuan yang dia cintai sejak lama malah berpacaran dengan lelaki lain bahkan peryataan cintanya pad Diana pun belum dibjawab dan kini peremouan itu denga sangat mudah berkata iya pada seniornya itu apakah takdir sedang menertawaiku runtuk nya ketika sampai di tendanya.
Rendi: Ini udah malam kalian istirahatlah ,tadinya aku ingin lebih lama bersama pacarku tapi mengingat besok masih ada kegiatan sebaiknya kalian istirahat.
Bawa Ana ke dalam dan jaga dia jangan biarkan satu nyamuk pun menyentuhnya malam Sisilia ucapnya berlalu.
Sisilia: Ayo masyk sembari menuntun Sang sahabat ke tenda .
Sekarang loe...
Diana: Huwek...hiks...hiks ..
Ana sektika memeluk Sisil dan menangis sejadinya air matanya kini benar tumpah dwngan deras hingga mbasahi switer yang di kenakan Sisilia.
Sisilia memeluk Sang sahabat untuk memberikan ketenangan pada Sang Sahabat ke kepoannya pun harus dia tunda karena melihat keadaan Sang Sahabat yang sedang menangis.
Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.
__ADS_1
Mampur ke karyaku yang lain yah.