Cinta masa kecil Ceo

Cinta masa kecil Ceo
#2


__ADS_3

" hah! " Joshua tersentak mendengar ucapan sang tuan bola mata Josh membulat sempurna


" Ya tuhan mungkin kah nanti kepala saya terpisah karena lupa memberi tau tuan tentang wanita itu "


Josh terburu-buru mengejar sang tuan yang sudah hilang entah kemana.


...****************...


...Di dalam ruangan sidang...


Semua orang sudah berkumpul menanti keputusan terakhir hakim


Masa di luar semakin tidak terkendali karena mereka tidak ingin kehilangan malaikat dalam hidup mereka


Kumpulan masa terdiri dari anak-anak, orang, dewasa, serta lansia pun terus berdatangan dari berbagai daerah untuk mendukung Davina


" Hakim akan segera memasuki ruangan! " pukas polisi tersebut


Semua orang kembali berdiri memberi penghormatan pada sang hakim


" Persidangan di mulai "


Tok tok tok!


Tiga kali ketukan palu menandakan sidang terakhir siap di mulai


" Baik lah di sini saya akan mengumumkan keputusan saya dan rekan-rekan saya terhadap terdakwa Nona Davina sandra! " Hakim membuka lembaran selanjutnya

__ADS_1


" Nona Davina sesuai dengan ketentuan yang berlaku anda telah Melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narko.tika dan kami memutuskan hukuman ma.ti "


Tok tok tok!


" Keberatan yang mulia! " bela pengacara Davina


" Keberatan di tolak sidang selesai! "


Tok tok tok!


Air mata ambar tumpah mendengar keputusan hakim kini putri nya benar-benar di vonis hukuman mati tak kuat lagi menopang tubuh nya akhirnya ambar pingsan


Masa di halaman pengadilan semakin ngamuk mendengar keputusan sang hakim yang mereka anggap tidak adil bagi Davina


Davina dengan kawalan ketat para polisi keluar dari ruangan persidangan tangisan semua orang pecah mendengar keputusan hakim hati keluarga besar Davina sedang tidak baik-baik saja


" Silakan "


Davina berdiri tegak tanpa goyah menatap semua orang yang sudah di anggap nya seperti keluarga sendiri Davina tersenyum dan melambaikan tangan


" Assalamu'alaikum saya harap kalian semua tenang ini sudah sesuai dengan keputusan negara saya tau konsekuensi yang harus saya hadapi karena nya saya masih kuat sampai saat ini kerena kalian semua " Davina tersenyum bahagia tanpa satu air mata pun menetes


" Dan kalian harus tau saya tidak takut akan hukuman saya malah saya merasa bangga karena saya sudah mengenal kalian semua kalian sudah seperti keluarga bagi saya hanya satu pesan saya jangan pernah menangis akan kepergian saya namun berbahagia lah karena saya juga merasa bahagia dan satu hal lagi tanam kan pada hati kalian untuk selalu berbuat baik apa pun kondisi nya terimakasih saya sangat sayang pada kalian " Davina berlaku meningal kan kerumunan masa itu


Ambar yang baru saja sadar langsung bergegas menyusul sang putri di ikuti keluarga besar nya


" Davin! Davin! " teriak ambar

__ADS_1


" Lepaskan putri saya! " ambar menepis dan menarik tangan polisi-polisi itu


" Davin ayo pulang nak di sini tidak baik untuk kamu " Ambar menyeret tangan Davina namun Davina menolak nya


" Bu Davin mohon biarkan Davin pergi dengan tenang Davin akan menjalani hukuman davin bu " Davina menyeka sisa-sisa air mata yang ada di kelopak mata sang ibu


tangis seluruh keluarga pecah lagi betapa sulit nya bagi mereka melepaskan sosok yang sangat di cintai


Vina memeluk Davina menangis sekencang yang dia bisa dalam pelukan sang adik, namun berbeda dengan Davina, davina berusaha agar tidak meneteskan air mata hanya untuk menguatkan keluarga


" Ayah apakah kamu tidak ingin memeluk ku dan mengucapkan perpisahan pada putri mu? " Davina menghampiri sang ayah yang masih menundukkan kepala diam seribu bahasa Davina tau bahwa sang ayah pun juga dalam mode tidak baik-baik saja


Davina memeluk sang ayah sangat erat mencium punggung tangan sang ayah


" Ayah maafkan davin tolong bicaralah pada Davin yah " mohon Davina menatap sang ayah


Robert tidak kuasa lagi menahan rasa sakit nya akan kehilangan putri nya dalam waktu dekat ini menghambur memeluk dan mencium sang putri


" Sudah ayah katakan nak biarlah ayah saja yang mencari nafkah keluarga maka kamu tidak akan berada di sini hari ini " tangis Robert semakin pecah


" Ayah davin tidak menyesali apa yang sudah davin lakukan sekarang davin akan pergi dengan damai karena setidak nya davin tidak membiarkan kalian kelaparan lagi saat davin pergi kali ini "


Cup!


Davina mengecup pipi sang ayah, satu persatu keluarga di hampir Davina dan tidak lupa Davina meminta permohonan maaf baik di sengaja atau tidak yang pernah dia lakukan


" Davin pergi dulu jaga diri kalian baik-baik " pukas Davina menatap keluarga besar nya yang masih di penuhi tangisan

__ADS_1


...****************...


__ADS_2