Cinta Mr. Alter Ego

Cinta Mr. Alter Ego
Perlawanan


__ADS_3

BRAKKK!!


Hempaskan kasar membuat pintu ruang kerja Bastian terbuka lebar. Tangan kekar Rico kuat menempel di dinding pintu dengan mata nanar menatap Bastian yang duduk dengan angkuhnya tanpa ekspresi kaget atau marah di kursi kebesarannya dengan tatapan sinis ke arah Rico.


"Terlalu! Benar-benar gak punya hati! Kenapa Opa tega seperti itu!!" ujar Rico memuncak emosinya hingga hilang rasa sopannya kepada Bastian sang kakek.


Bastian tak menyahut dia hanya tersenyum sinis lalu kembali serius membaca buku kedokteran kuno yang ada di tangannya. Sikap dingin Bastian membuat Rico makin memuncak emosinya.


"OPAA!" teriak Rico meninggikan suaranya membuat Bastian mengangkat kepalanya menatap tajam ke arah Rico.


"Keluar atau rendahkan suaramu!" hardik Bastian tegas dengan suara Bass nya penuh wibawa membuat Rico seketika berubah ekspresi wajahnya berusaha tenang.


Rico menarik nafas dalam, membuka kepalan tangannya dan berusaha menetralkan urat wajahnya. Rasa marah yang tadinya hendak meledak, berusaha dia tahan sekuat tenaga. Kekuasaan dan sifat otoriter Bastian sepertinya tak mampu untuk dia lawan.


Dengan langkah tegap dan tatapan datar Riko menghampiri meja kerja Bastian, sementara Bastian kembali larut dan serius dengan buku di tangannya.


"Opa, Koko minta waktu untuk bicara." Rico meminta izin membuka pembicaraan setelah dia duduk tepat di kursi depan meja kerja Bastian.

__ADS_1


"Hmm," satu kata yang terdengar dari mulut Bastian yang sulit sekali diartikan.


"Cabut syarat itu dari Safitri Opa, Koko mohon." terdengar jelas posisi lemah Rico di hadapan Bastian.


"Kanapa?" satu kata tanya sinis meluncur dari mulut Bastian.


"Karena dia istriku Opa, bukan Mesin penghasil benihku. kalau suatu Hari nanti kami mendapatkan anak itu karena cinta bukan kar-"


"Stop! jangan bicara cinta di depan ku! Kamu tahu kan, Bastian Raharjo tidak pernah suka dengan kata-kata sampah seperti itu." bentak Bastian mendelik ke arah Rico.


"Dan ingat satu lagi, jangan buat gadis rendah itu jatuh cinta kepada cucu kesayangannya ku! Camkan itu!" hardik Bastian tampak emosi penuh ancaman.


"Rendahkan suaramu!" bentak Bastian membuat Rico menyadarkan tubuhnya lemah di kursi.


"Lepaskan jiwamu dari Kemal, kau tau tak layak dan tak pantas menguasai tubuh dan pikirannya." cela Bastian dengan sinis.


Gigi Rico gemeretak hingga menimbulkan bunyi dengan bibir mengatup. Menahan emosi yang pada puncaknya membuat aliran darahnya mendidih di sekujur tubuh hingga membuat suhu badan terasa panas luar biasa.

__ADS_1


"Semakin Opa paksa Koko pergi dari jiwa dan tubuh ini akan semakin membuat ku ingin mempertahankan apalagi sekarang ada Safitri istri yang sangat Koko cintai. Koko akan terus bersaing untuk menguasai jiwa dan tubuh ini sampai maut menjemput kita berdua." tak kalah sengit Rico meluapkan ancaman sekaligus keinginan nya.


"Dasar anak pembawa sial! Seandainya kalau bukan karena kebodohanmu, Putri kesayanganku dan juga menantuku tidak akan hilang nyawanya di tangan mautmu!" cecar Bastian memojokkan dan menyalahkan Rico yang notabene nya adalah cucunya sendiri.


BRAKKKK!!


"STOP 0PAA!" lengking suara Rico memenuhi ruangan sambil terhenyak berdiri memukul meja kerja Bastian.


Seluruh tubuh Rico tiba-tiba bergetar hebat, tangannya di atas meja kerja Bastian ikut gemeteran. Mata merahnya tajam melotot ke arah Bastian. Bayangan kematian kedua orang tua Rico muncul tiba-tiba seperti slide dengan jelas di pikiran Rico, membuat dia tiba-tiba merasa sakit sekali kepalanya.


"AAAKKKK...!! teriak Rico sambil kedua tangan nya meremas rambutnya sendiri dengan kuat.


5 Detik kemudian Rico jatuh di atas kursinya.


"RICOO!!" teriak suara wanita langsung menghambur ke tempat di mana Rico


pingsan.

__ADS_1


Siapa kah wanita itu ?


ikut next episode nya kk 🙏


__ADS_2