
dia menatapku dari kejauhan,entahlah aku tidak pernah menduga dia datang,kapan rasa ketakutan ini datang. rasanya sesak dan dada ku seakan tidak bisa bernafas,seperti mimpi yang tidak nyata.
tin
tin
tin
tinnnnnnnn
braakkkk
terdampar
plaaakkkk
sial,aku aku baru saja menabrak seseorang.
brakkk
bagaimana ini
tangan bergetar
hi dik,kamu masih sadar?
terdengar suara pria itu khawatir dan berat,aku tidak tau apa yang terjadi.
oh tidak darahnya
aku tidak bisa bergerak,badan ku,aku tidak bisa menggerakkannya,kenapa suara pria itu ketakutan.
menggendong
rasanya sangat dingin,dan dingin sekali menusuk tulang ku
melaju kencang
bruuummm
dok tolong anak ini cepat obati dia.
apa aku akan mati?.
baik, baik pak Darin
aku dingin sekali
geeerrr
tidak punya tenaga
tap
tap
tap
bapak di larang ikut kedalam,biar kami periksa dulu
baik
brakk
tuhan,semoga dia baik-baik saja.
bagaimana ini,apakah ada saudara dia yang di hubungi iya
kenapa tidak ada handphone ataupun dompet
pasien kritis
"disaat ini,kenapa muncul ingatan itu"
dok bagaimana ini
"sebenarnya siapa pria itu"
tenang,coba kamu liat luka-luka dia
"ayah,ibu"
anu dok.dikepala ada luka yang dalam
"kenapa aku memanggilnya ayah dan ibu"
cepat itu itu,jangan sampai darahnya keluar terlalu banyak
"me me mereka orang tua ku "
seeettt
"wajah tersenyum sambil meneteskan air mata"
seeettt
"suara tembakan itu"
seeettt
"kecelakaan itu"
luka sudah tertutup semua,hanya di bagian kepala kita harus mengambil batu,karena sangat dekat dengan otak.
"aku mengingat semua hari ini"
kita bedah kepalanya
"aku mengingat semuanya,ayah ibu maafkan aku yang melupakan ini"
siap
"maafkan aku yang tidak mengingat kalian,maafkan aku,pasti kalian terluka bukan, bagaimana aku bisa tidak ingat engkau"
iya dok
mari kita lakukan
"bagaimana aku bisa melupakan orang tua ku,dan bahkan aku tidak tahu bahwa kalian sudah tiada."
seeet
"dan selama beberapa tahun ini aku tidak menengok kalian,tidak memberikan do'a untuk kalian,"
seett
__ADS_1
"maafkan aku"
seett
"maafkan aku"
seett
"maafkan aku"
Sekarang semua normal.
syukurlah
pasien sudah selesai di atasi,tunggu sadarnya 3-4 jam,biarkan pak Darin melihat Pasien.
baik dok
tap
tap
tap
kamu tidak apa-apa dik,maaf iya,aku harap kamu segera sadar.
beberapa jam kemudian
"aku ngantuk sekali,ayah ibu apakah aku akan bertemu dengan mu."
dok gawat, Pasien kritis
"akhirnya aku bisa bersama kalian"
apa?
cepat suntikkan
"aku sangat merindukan kalian,senyuman itu,pelukkan itu"
baik dok
"ayah ibu,maafkan aku,andai saja saat itu aku punya kekuatan,kalian tidak akan seperti itu"
setrum
"aku akan bersama kalian"
braakkk.
"tidak,aku tidak bisa bersama kalain"
braakkk
"aku harus membalas dendam pada orang yang membunuh keluarga ku."
nihil,tidak ada reaksi
"kamera itu ada di kamar,kalung itu juga."
tambah lagi dosisnya
"aku akan membuat pembunuh itu menyesal dan meminta ampun"
baik dok
braakkk
braaak
"aku tidak kuat"
braakk
"aku benar-benar tidak kuat,maafkan aku ayah ibu,aku tidak punya kekuatan lagi."
nihil,tidak ada reaksi
"nak"
tekanan darah xx
"nak"
kecepatan jantung xx
"nak."
tambah dosis lagi,
"ayah ibu"
"apakah ini nyata?"
tapi dok
"benar ini nyata sayang,tolong sadarlah"
aku bilang tambah dosis lagi,kamu tidak mendengar hah
"aku tidak kuat lagi,aku ingin tertidur "
tapi dok
"jika kamu tidur,maka semua percuma."
tidak ada tapi-tapian cepat tambah dosisnya
"kamu harus bangun,kami ingin melihat kamu menjadi orang hebat,dan menemukan semua pembunuhan itu"
baik dok
braaak
braakk
detak jantung menurun
tekanan darah juga menurun
"aku sangat menyayangimu dan sangat mencintaimu nak,bangunlah."
tit
tit
tit
tttttiiiiiiiitttttt
__ADS_1
"kembali kepada kehidupan mu"
tidak tidak
"jaga orang-orang yang kamu cintai"
apa ini
"jangan sampai melukai dia,ini belum saatnya kamu bertemu kami,maka kamu harus kembali sekarang"
teeeettttttt
ahh berhasil juga
syukurlah dia normal, sekarang tunggu dia tersadar,mungkin butuh beberapa jam sampai beberapa hari
baik dok
oh iya tolong katakan pada pak Darin agar tidak perlu khawatir dan dia sekarang boleh melihatnya
baik dok
permisi pak darin
iya, bagaimana keadaan adik itu?
pasien baru saja melewati masa kritis,jadi tuan harus menunggu beberapa jam sampai beberapa hari untuk menunggunya sadar
baik,makasih kalau dia baik-baik saja
iya pak Darin,ini berkat bapak,bapak membawanya tepat waktu,jika terlambat sedikit saja mungkin pasien sudah tiada.
oh tuhan,ini salah saya,saya yang menabraknya
tuan tenanglah, sekarang istirahat, bagaimana kalau kita kembali kerumah dulu?
tidak,tidak bisa aku harus menunggu anak ini sampai sadar.
tapi tuan,kesehatan anda lebih penting dari anak ini.
apa yang kau katakan.
kamu pikir nyawa seseorang adalah mainan?.
tidak bukan bukan seperti itu
kenapa aura tuan Darin sangat menakutkan,aku tidak pernah melihat dia semarah ini sebelumnya.
kamu pikir aku pernah melihat dia marah?
cepat pergi
aku akan menunggu anda di depan,jika anda memerlukan sesuatu tolong hubungi saya tuan.
tap
tap
tap
melangkah jauh
dia belum sadar
keluar
masuk
belum sadar iya
aku akan membacakan kamu cerita,biar kamu senang
dahulu kala ada seekor kelinci yang
BLA,,, BLA,,,, BLA,,,, BLA,,,,,
apakah kamu menyukainya?
liat ini,ini cerita baru
pagi hari
aku kerja dulu iya gadis kecil
siang hari
aku sedang makan siang,liat ini aku hanya memakan roti dan coffee saja
malam hari
aku baru selesai kerja,jadi aku mengunjungi mu sebentar,tapi aku akan kembali ke rumah untuk menganti pakaian ku dan kembali ke sini
beberapa hari kemudian dia melakukan hal yang sama
dimana Andina kenapa dia tidak pulang beberapa hari ini dan juga dia mematikan handphone dia,apa terjadi sesuatu?.
ahn Joon,apakah Andina datang ke tempat mu?
tidak,ada apa?
Andina beberapa hari ini tidak pulang?
apa maksud mu?
dia tidak pulang,apakah kamu tahu sesuatu?
tidak,aku akan pergi mencari tahu tentang itu
ayo kita pergi bersama
baik.
beberapa hari kemudian
"ayah ibu"
pasien sadar
dok pasien sudah sadar
coba saya cek
adik ini angka berapa
oh kamu normal
biarkan dia di rawat disini dulu untuk beberapa hari pak Darin,takutnya ada gejala-gejala yang sulit.
iya dok,yang penting saya harus memastikan dia sehat dan saya bisa tenang
__ADS_1
baik pak Darin,kalau begitu saya permisi dulu