Cinta Sejati Geovin

Cinta Sejati Geovin
Terjebak hujan


__ADS_3

1 bulan berlalu kini ovin sudah resmi bercerai dengan lia, saat ini ovin baru saja keluar dari ruang persidangan dan baru sampai parkiran ovin dihampiri lia dan hilman.


"akhirnya ya sayang kamu berpisah juga dengan pria bodoh ini"ucap hilman bernada mengejek sambil merengkuh pinggang lia,sedang lia sendiri hanya terdiam sebenarnya lia tidak ingin menghampiri ovin tapi hilman memaksanya.


"tenang lah pria bodoh ini tidak akan menganggu kalian lagi,oh iya saya ucapkan selamat pak sudah berhasil mendapatkan MANTAN ISTRI saya"ucap ovin menekankan mantan istri di belakang kalimatnya dan kemudian menjalankan motornya karna sudah malas meladeni sepasang manusia yang tidak tahu malu itu. lia merasa tidak suka dengan kata mantan istri yang diucapkan ovin bahkan tadi lia menatap mata ovin yang dulu selalu memancarkan cinta untuknya tapi kini yang terlihat hanya kebencian dan kekecewaan membuat lia merasa sakit dihatinya.


ovin mengendarai motornya menuju pantai untuk melepaskan penatnya dari persidangan perceraiannya yang akhirnya selesai. yang dipikirkan sekarang dia harus segera mencari kerja uang tabungannya sudah sangat menipis dan lagi sampai sekarang ovin masih tinggal di panti.


aaaaaaarrrgggghhhhh.....teriak ovin didepan laut yang luas meluapkan perasaan lelahnya menjalani hidup yang selama ini menjadi orang bodoh. percuma dia pintar dalam akademik tapi bodoh dalam percintaan, rasanya ovin malas mengenal namanya cinta lagi.


ovin terduduk dipasir putih pantai itu memandangi laut yang terlihat indah saat senja datang. lalu ada seseorang perempuan yang mendatanginya dan memanggil namanya


"mas ovin..."panggil perempuan itu yang ternyata adalah sella, ovin menengok kearah perempuan itu


"loh mbak sella kan? bisa kebetulan kita bertemu disini ya mbak? ucap ovin yang terkejut ketemu sella dipantai yang jaraknya jauh dari kota itu.


"iya yah...mungkin kita berjodoh.."ucap sella yang keceplosan lalu menutup mulutnya


"maaf mas maksudnya berjodoh untuk berteman"ucap sella lagi dengan malu malu


"ga apa apa mbak.. mbak sella ada dipantai ini sedang liburan atau gimana? tanya ovin


"bukan...saya disini sedang kerja mengawasi proyek yang sedang dikerjakan kantor saya, itu disana.."ucap sella sambil menunjuk kearah sebuah villa yang sedang dalam masa pembangunan


"oh mbak bekerja diperusahaan contraktor hebat sekali" ucap ovin kagum dengan pekerjaan sella padahal ovin juga lulusan desain grafik.


"mas ovin sendiri dipantai ini juga sedang bekerja ya?tanya sella yang penasaran sedang apa ovin dipantai ini


"oh tidak mbak saya hanya sedang bersantai melepaskan penat"jawab ovin jujur


"boleh saya duduk disamping mas ovin? tanya sella gugup takut ovin tidak nyaman dengan keberadaannya


"tentu mbak ini tempat umum"ucap ovin dan sella kemudian ikut duduk dipasir pantai itu.


"mas ga kerja, atau memang sengaja sedang cuti" tanya sella memulai pembicaraan.


"ehm saya sedang menganggur mbak..saya.."ucapan ovin terpotong


"maaf mas bisa panggil saya sella saja tidak pakai mbak saya terlihat tua mas, kalo saya kan memanggil mas karna mas ovin lebih tua dari saya..heheh"ucap sella sambil tertawa kecil karna sebenarnya dia risih dipanggil mbak oleh ovin dari tadi.ovin menatap sella yang terlihat cantik.


"oh maaf mba..eh sella iy kalo sella tidak keberatan"ucap ovin yang terlihat salah tingkah


"tadi mas bilang sedang menganggur, emang mas sebelumnya kerja apa?tanya sella


"saya bekerja sebagai OB,sel"jawab ovin jujur


"oh lalu kenapa berhenti?tanya lagi sella yang penasaran. ovin diam ragu untuk menceritakan masalahnya pada sella yang notabennya baru dikenalnya, melihat ovin diam membuat sella mengerti mungkin ovin tidak ingin cerita

__ADS_1


"tidak apa apa mas kalau mas tidak mau cerita maaf saya bertanya yang tidak sopan"ucap sella merasa bersalah


"bukan begitu sel, saya hanya malu untuk ceritanya"ucap ovin dengan wajah sendu


"saya baru saja bercerai dengan istri saya sel karna saya tidak bisa membahagiakannya dan dia memilih pria yang lebih mapan dari saya, oleh sebab itu saya berhenti bekerja karna satu kantor dengan mereka"ucap ovin bercerita tentang alasannya berhenti bekerja membuat sella kaget dia iba pada yang terjadi pada ovin tapi entah kenapa hatinya senang mendengar ovin bercerai dengan istrinya


"yang sabar mas semoga hidup mas lebih baik nantinya"ucap tulus sella mendoakan ovin


"terima kasih sel"ucap ovin yang masih berwajah sendu membuat sella merasa bersalah dan berusaha menghibur ovin


"mas mau lihat proyek bangunan villa yang saya kerjakan ga, daripada duduk disini saja"ajak sella,ovin yang enggan menolak pun mengiyakan ajakan sella, mereka berdua berjalan ke villa yang sedang dibangun,villa itu sudah hampir jadi hanya bagian depannya saja yang masih sedikit lagi penyelesaiannya. dan sebenarnya itu adalah villa milik sella dan sengaja sella mendesain sendiri villa itu


mereka masuk kedalam villa, ovin merasa terkagum melihat desain villa yang sangat bagus menurutnya


"ini kamu yang desain sel?tanya ovin dan dijawab dengan anggukan sella, ovin kembali menatap sekeliling villa.


"hebat sel, ini bagus banget, aku juga ingin sekali bekerja sebagai desainer bangunan, kamu tahu sel aku meski OB lulusan desain grafik tau" ucap ovin tertawa sambil menyombongkan dirinya sedikit


"oh ya, tapi kenapa kamu kerja jadi OB mas? tanya sella


"ehmm karna aku sudah nyaman dengan pekerjaan itu dan lagi..."tiba tiba ucapan ovin terhenti karna teringat alasannya bekerja jadi OB untuk bisa terus bersama lia, sella yang melihat ovin bersedih kembali lagi berusaha mengalihkan pembicaraan


"mas kita lihat bagian belakang yul disana ada taman yang aku desain mas bisa komentari juga bagus atau tidak"ucap sella seraya menggenggam tangan ovin tanpa sengaja dan membawa kebelakang villa


sesampainya dibelakang ovin ditampakan pemandang taman yang indah dengan ada air mancur di dipinggir taman itu.


"bagus sel, kamu benar benar hebat pasti pemilik villa ini akan nyaman jika berlibur dan menginap disini"ucap ovin yang belum tahu bahwa villa ini miliknya


hari sudah semakin malam dan cuaca sedikit mendung ovin berniat pamit pulang


"aku pamit pulang dulu sel, kalau kamu pulang naik apa? tanya ovin


"oh aku gampang tadi aku kesini dengan bawahanku tapi aku bisa menelpon sopirku untuk menjemput"ucap sella jujur karna tadi kesini dia dengan asistennya namun sang asisten sudah pulang terlebih dahulu sebenarnya tadi sella juga sudah mau pulang namun karna melihat ovin sella menyuruh asistennya pulang duluan


"kalau kamu mau aku bisa mengantarmu, lagipula ini sudah malam jika kamu menunggu sopirmu datang pasti sangat larut sampai sini"ucap ovin mengajak pulang bareng bukan maksud apa apa hanya saja tidak tega meninggalkan sella sendiri menunggu sopirnya yang dia tahu jarak dari kota kepantai ini cukup jauh, sella kaget mendengar ajakan ovin dan benar juga kalau menunggu sopirnya datang pasti sudah larut malam sampai sini akhirnya sella menerima ajakan ovin


"baiklah mas kalau tidak merepotkan mas ovin"jawab sella malu malu


akhirnya mereka pun pulang bersama tapi baru saja beberapa kilo meter hujan sudah turun deras membuat ovin menghentikan motornya didekat sebuah gubuk yang terlihat tidak dipakai untuk berteduh, ovin dan sella berlari mendekati gubuk itu dan berteduh. gubuk itu sangat usang namun ada tikar yang masih lumayan bisa diduduki mereka meski sudah bolong bolong


"maaf ya sel, niat nya biar kamu bisa cepat pulang eh malah kita terjebak hujan disini, tau gitu kamu divilla tadi saja menunggu sopirmu dari pada di gubuk ini"ucap ovin merasa bersalah pada sella apalagi dia melihat baju sella basah semua dan tubuh sella yang bergetar kedinginan


"tidak apa apa mas ovin, kan sella yang mau menerima ajakan mas,ga dipaksa,hehehe"ucap sella tertawa kecil yang membuat ovin terpesona lagi dengan sella


"kamu kedinginan ya sel?tanya ovin yang melihat sella semakin gemetaran karna hujan semakin deras


"iya mas dingin banget ya mana hujannya deras sekali, semoga saja cepat berhenti hujannya"ucap sella sembari menggosok gosokan kedua tangannya

__ADS_1


10 menit sudah mereka menunggu tapi hujan tak tampak akan berhenti melainkan semakin deras, ponsel sella berdering tertera nama daddy, sella mengangkatnya


"hallo dad"ucap sella dengan bibir yang gemetar


"sella kamu dimana nak, kenapa belum pulang?tanya daddy sella yang khawatir puterinya belum ada dirumah


"ehm...tadi sella ke villa yang sedang sella bangun dad, dan disini hujan deras jadi sella belum bisa pulang, daddy tenang saja sella baik baik saja.


"ya ampun nak kamu sama siapa disana? sama gilang?tanya daddy yang semakin cemas mengetahui anaknya ada ditempat yang cukup jauh dari rumah


"gilang sudah pulang dad, tapi aku disini berdua dengan teman nanti hujan berhenti kami akan..."tiba tiba ucapan sella terhenti rupanya ponsel sella kehabisan baterai.


"hallo sel,..kok mati telepon nya"ucap daddy sella dan kemudian mencoba menghubungi sella kembali namun nomornya tidak aktif


"astaga ini anak buat daddynya cemas saja,tapi syukurlah tadi dia bilang bersama temannya dan dia baik baik saja"gumam daddy sendiri menyakinkan bahwa sella baik baik saja


di gubuk tempat sella dan ovin berteduh


"lah...mati lagi ponselnya"ucap sella kesal ponselnya mati. kemudian sella melihat ovin yang juga kedinginan sambil menatap hujan yang masih deras, kemudian ovin pun menatap sella yang sedang menatapnya membuat sella terkejut sekaligus malu membuat wajahnya menjadi merah. tiba tiba


jeddddaaar.....


suara petir mengagetkan sella yang kemudian reflek memeluk erat ovin membuat ovin terkejut tapi ovin tidak menolaknya melainkan ovin menepuk nepuk pelan punggung sella


"tenang sel, jangan takut ada aku"ucap ovin menenangkan sella.


"aku takut mas suara petirnya kencang sekali"ucap sella yang masih memeluk erat ovin, kemudian sella perlahan merenggangkan pelukannya dan menatap dalam ovin begitupun sebaliknya, entah mengapa ovin melihat sella sangat cantik sekali,wajah ovin perlahan mendekati wajah sella yang masih terdiam kemudian


cup....sebuah ciuman ovin daratkan dibibir sella, karna sella diam saja ovin kembali menempelkan bibirnya dan kini sedikit **********. sella tidak membalas karna ini ciuman pertamanya meski sella pernah pacaran tapi dia tidak pernah ciuman.


lama kelamaan ciuman ovin menjadi lebih gairah, ovin menggigit bibir sella sehingga bibir sella terbuka dan lidah ovin menerobos masuk. ovin yang sudah lama tidak merasakan surga dunia akhirnya terbawa nafsunya.


saat ini sella sudah berbaring di atas tikar dengan ovin berada diatasnya, ovin terus mencumbu sella membuat sella mengeluarkan suara yang terdengar merdu untuk ovin. seluruh helaian benang yang menempel pada sella dan ovin sudah tidak ada. ovin mencoba menerobos dinding milik sella yang sangat sulit berbeda saat dengan lia yang dengan mudah nya menerobos. beberapa kali ovin berusaha dan akhirnya


jleb... ovin berhasil ditandai teriakan kesakitan sella dan air mata sella, kini sella sudah menjadi wanita akibat perbuatan ovin, ya sella menyerahkan kehormatannya untuk ovin karna memang dia mencintai ovin dari dulu.


ovin merasakan kenikmatan yang berbeda saat bersama sella, dia terus merengkuh kenikmatan itu, sella yang awalnya kesakitan pun ikut merasakan kenikmatan itu sampai akhirnya


arrrrrggghhh... ada sesuatu kental yang keluar membasahi rahim sella. ovin yang kelelahan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh sella.


ovin memandang sella dengan tatapan bersalah, dia sudah menodai gadis di bawahnya ini. gadis yang baru dia kenal. tapi sella hanya tersenyum menandakan dia baik baik saja atas perlakuan ovin.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


sedikit panas ya ceritanya. nantikan kelanjutannya


TBC

__ADS_1


__ADS_2