
ke esokan harinya sesuai dengan perintah ibu ely aku dan teman teman ku pun mulai merias kelas sesuai dengan arahan ibu ely, kita di bagi menjadi beberapa kelompok dan beruntungnya aku kebetulan aku satu kelompok dengan Sri siswi yang sangat ku kagumi kemudian kita pun membagi tugas perkelompok sepertinya memang dewi fortuna berpihak pada diri ku hari itu aku di tugaskan untuk memotong lakban bersama Sri tanpa pikir panjang aku pun langsung meng iya kan perintah tersebut dengan senang hati aku pun mulai menghampiri Sri dan mulai memotong motong lakban untuk di tempelkan di origami yang di buat oleh teman ku tidak sesuai dugaan ku ternya fisik ku belum siap untuk melakukan kontak langsung dengan Sri, saat sedang memegang lakban tangan ku gemetar tidak karuan melihat aku yang sedang gemetar Sri pun mulai membuka obrolan
"kenapa kamu Fir belum makan gemeter gitu?"
jantungku langsung berdebar kencang saat Sri bertanya padaku, aku pun menjawab dengan gagap
"Eee engga papa kok emang biasa kaya gini"
"padahal ini gara gara aku deket sama kamu" dalam hati ku
Entah kenapa tubuh ku bergetar semua saat dekat dengan Sri apakah ini yang namanya cinta pikirku.
Tak lama kemudian Sri pun membuka obrolan lagi
"gantian aja nih aku yang megang kamu yang gunting"
"iya"
tapi saat sudah bergantian tetap saja tangan ku bergetar tanpa henti
__ADS_1
"aku aja deh Sri yang megang kamu yang gunting aku takut malah kena tangan mu nanti gara gara aku gemeteran"
Sri pun menjawab sembari tertawa kecil dengan senyum khasnya yang sangat manis
"iya" katanya
Aku pun mulai mengumpulkan keberanian untuk bertanya maksudnya mengejek ku kemarin saat aku ingin bertanya tiba tiba ibu ely masuk dan membawakan kami makanan karna ada ibu ely aku pun tidak jadi bertanya setalah membagi makanannya bu ely pun kembali ke kantor dan saat itu juga aku langsung bertanya pada Sri
"eeee Sri"
"iya"
"boleh nanya ngga"
"kemaren kamu ngejek aku maksudnya apa ya?"
"kemaren"
"iya kemaren waktu kamu nyalip aku"
__ADS_1
"ooo yang itu ga ada sih cuma iseng aja hehe maaf ya"
deg jangtung ku pun langsung berdetak mendengar jawabannya ekspektasiku terlalu tinggi mengira dia menyukai ku mana mungkin wanita secantik dia suka pada ku ucap ku dalam hati
"ooo gitu ya, iya ga papa kok"
"kenapa marah ya kok gitu jawabnya"
"engga kok marah kenapa"
"siapa tau marah cuman di ejek gitu aja"
"engga"
Percakapan pun berakhir sejak saat itu suasana sangat hening hanya terdengar suara teman teman ku yang sedang melakukan pekerjaannya masing masing mulai dari melipat origami membuat bendera plastik membuat hiasan dinding tidak sedikit juga yang pergi ke luar untuk pergi ke kantin dan mengisi perut karna memang makanan yang di bawakan bu ely hanya sebatas cemilan jadi tidak cukup untuk membuat mereka kenyang. aku pun berfikir ingin mulai membuka pembicaraan dengan menanyakan hal hal privasinya "tapi apa tidak apa apa aku menanyakan hal itu, ah dari pada kita tidak saling berbicara dan hanya hening begini" aku pun mulai membuka pembicaraan dan memberanikan diri untuk bertanya
"Sri"
"iya"
__ADS_1
"boleh nanya lagi ngga?"
"boleh mau nanya apa?"