
bab 2
sebuah perjodohan membuat bingung
"prilly " harus men jawab apa, tapi tidak dengan "roby",
kalau " roby" setujuh dengan perjodohan ini, katanya,dengan senyumnya yang sulit untuk di antikan, membuat orang semua jadi tersenyum, tapi tidak dengan aku,
jadi kamu gimana nak,? kata nante aminah nanya sama aku,
aku pun bingung mau jawab apa, tapi sebenarnya dalam hati pengen bangat mau menolak,
sebelom aku ngomong mama sudah ngomong duluan,
perjodohan ini papa Dan om bagas yang merencanakan ini biar pun mama Dan tante aminah akhirnya setujuh,
tapi ini semua kami laku kan demi kebaikan kalian Dan keluarga kita nak, kata mama dengan Nada suara lirih,
mungkin mama teringat dengan mendiang papa,,
mama minta kamu ambil keputusan yang tepat menurut kamu nak, lanjut mama,
akupun berpikir sejenak,tapi ma, om Dan tante, prilly masih sekolah, kataku,
masalah sekolah kamu gak usah kamu pikirin nak, lagian sekolah kamu sekarang kan sekalah kita, biar om nanti yang urus, ok kata om bagas antusias,,
yang penting kamu setujuh aja dulu, lanjutny lagi
ya sudah, "prilly" ikut sama kak roby aja gimana dianya, kataku sambil menunduk, 😌
berarti 2 minggu lagi ya, hari pernikahan kalian, kata om bagas,
aku Dan kak roby langsung terkejut yang di bilang om bagas,
apa gak terlalu cepat itu yah, kata kak roby ke ayah nya om bagas,
itu tidak terlalu cepat sayang, kata tante aminah,
lebih cepat lebih baik nak, niat baik tidak bagus di tunda terlalu lam,sambung mama Mila,
Dalam hati "prilly" ini kak roby kenapa diam aja, apa dia setujuh pernikahan ini, prilly pasrah jadinya,
pokoknaya kalian tenang aja, biar bunda Dan mama ku yang urus semua pernikahan kalian, kata tante aminah,,
berarti sudah pada setujuh ya, kata om bagas, di jawab anggukuan olehku Dan kak roby,
karna kesepakatan sudah selesai,aku Dan mama pamit undur diri, karna hari semakin gelap,
mas, mbak kami pulang dulu ya, ini sudah semakin gelap, kata mama,
yang di jawab oleh tante aminah Dan om bagas,
biar diantar roby saja Mila, kata om bagas,
tidak usah mas, kami biar naik taksi saja tolak mama,
karna tante aminah juga memaksa, kami ikuti saja,
Ayo tante roby antar, katanya sama mama,
akupun berpamitan kepada om bagas Dan tante aminah, sambil cium tangan dengan sopan,
setelah beberapa menit perjalanan, keheningan terjadi, sampai mama yang ber suara duluan,
nak roby, terima kasih sudah mau menerima perjodohan ini,
seandainya papanya prilly masih hidup, mungkin perjodohan ini masih bisa dibatalkan, tapi karna ayahmu yang setia dengan janji mereka,mama tidak bisa ber buat apa apa,kata mama Mila lirih,,,
__ADS_1
tidak apa apa tante, roby iklas kok perjodohan ini, kayanya
jangan panggil tante dong,
panggil mama saja, seperti prilly,
sebentar lagi kan jadi mentu mama,
mulai sekarang biasa kan panggil mama, ok
kata mama sambil tersenyum,
ii,, ia tan eh mama.,,kata kak roby terbata bata,
sementara,aku cuma mendengarkan percakapan antara mama Dan kak roby, sambil berpikir,
apakah pernikahan kami nanti bahagia, karna menikah tanpa dasar cinta di antara kita,,,
setelah perjalanan kami, akhirnya sampai juga kerumah, kak robypun langsung pulang, karna hari sudah semakin gelap,
setelah masuk kerumah,,
ma, mama serius mau jodohin aku, mama tidak bercandakan, tanyaku seakan aku belum percaya dengan perjodohan ini,
"prilly" jawab mama senduh,
mama pengen yang terbaik untuk kamu nak,
lagian kamu tadi sudah setujuhkan didepan keluarga om bagas, jadi apa lagi yang kamu pikirkan, jawab mama,
tapi kalau itu menurut mama yang terbaik, prilly akan turuti,kata prilly dengan mata yang berkaca kaca,
ya, sudah kamu istirahat lagi, hari sudah makin larut,jangan sedih sedih lagi, ok kata mama sambil tersenyum,
\*
keesokan paginya aku terbagun dari tidur ke dengan suara alarm d hand phone, per tanda waktu nya Sholat shubuh,
setelah Sholat shubuh akupun langsung ke dapur membantu mama me masak,
selamat pagi ma, kataku,
selamat pagi sayang jawab mama,
nak,, mulai sekarang kamu harus per biasa bangun pagi pagi ya, nanti setelah menikah biar tidak kaku lagi membuat kan sarapan untuk suami kamu, kata mama,
kan, ada mama disini yang membuat kan sarapan untukku Dan kak roby, jawab ku polos
"prilly" tidak bisa gitu dong, nanti setelah kamu menikah kamu Dan suami kamu bukan tinggal bersama mama lagi, nanti kemanapun suami kamu pergi kamu harus ikut nak, karna kamu sudah Tanggung jawab suami kamu, bukan Tanggung jawab mama lagi, kata mama, memberi pengertiannya,
jadi, mama mengusir aku dari rumah ini, kataku yang mulai mata berkaca kaca,
bukan mengusir, tapi itu sudah kewajiban kamu nak Sabagai istri, kamu harus menuruti Dan melayani semua kebutuhan suami kamu,
pokoknya kamu janji sama mama, kamu harus menghormati suami kamu baik lahir Dan bathin y nak, sambung mama, .
setelah 3 hari dari perjodohan itu,
aku kembali kesekolah, setibanya di sekolah aku langsung disambut oleh kedua sahabatku,
__ADS_1
yang bernama, serly Dan desi,
hay,,, "prilly"sapa serly Dan desi,
kenapa wajah kamu ditekuk gitu, kata serly,
ia nih, ini masih pagi sudah gak enak aja di lihat wajahnya, sambung desi,
sudahlah, aku lagi malas ngomong,
mending kita masuk aja, jawab prilly gak semangat,
dalam pikirina kedua sahabat prilly,
" prilly gak seperti biasanya, pasti ada yang disembunyiin dari kita,
tiba tiba, serly ngomong,
illy, , kalau kamu ada masalah, kamu bisa cerita sama kita,kita pasti bantu kamu dalam keadaan apapun, kata serly
ia, illy kita sudah sahabatan mulai SMP, jadi kita tidak ada yang boleh punya rahasia rahasian,ok, sambung desi,
"prilly langsung memeluk kedua sahabatnya itu,
terima kasih, tapi aku baik baik aja kok, katanya,
waktu terus berjalan, tak Terasa suara belpun berbunyi, tanda waktu nya jam pulang sekolah,
semua para murid bergegas pulang kerumah masing masing,
begitu juga dengan ketiga sahabat itu,
setibanya dirumah,sepertinya mama ada tamu, dalam pikiran prilly,
prilly pun langsung masuk Dan ucap Salam,
ASSALAMUALAIKU,
Waalaikum salam, jawab semua yang ada dirumah,
eh,,, ada tante sama om ternyata kataku,
langsung Salam tangan dengan sopan kepada tante aminah Dan om bagas,gak lupa juga mama,
jangan panggil om Dan tante lagi dong, bentar lagikan kamu, akan jadi istrinya roby,
panggil kami, seperti roby memanggil kami, kata om bagas,
ii,, iaa om, eh ayah,,
kataku terbata bata, 😌
jangan lupa dukungannya ya akak akak, 😍😍
**Bab 3**
lanjut ya sayang,
setelah berbincang bincang, ayah bagas Dan bunda aminahpun pamit pulang karna hari semakin gelap,
kini
__ADS_1