CINTA TERHALANG RESTU ISTRI SAH

CINTA TERHALANG RESTU ISTRI SAH
Kemarahan Arland.


__ADS_3

Hanna berangkat kerja dengan wajah kusut karena semalam kurang tidur semua gara - gara Arland mau sekeras apapun Hanna berusaha menghilangkan lelaki itu dari pikiran tetap tidak pernah bisa, Hanna bahkan membenci diri nya sendiri sekarang bagaimana bisa setelah semua yang dilakukan Arland Hanna masih mengharapkan lelaki itu begitu berat melepaskan meski sudah memikirkan nya semalam hingga berujung mata nya yang sepeti panda pagi ini.


Arland sampai tadi pagi masih meneror nya dengan panggilan dan pesan tapi Hanna masih tetap mengabaikan nya. sudah terlanjur kecewa dengan Arland Hanna ingin waktu sendiri dulu setelah agak tenang baru akan berbicara dengan Arland.


mau bicara sekarang pun percuma pasti berakhir dengan adu mulut nanti nya.


Berjalan dengan gontai memasuki cafe tempat nya mengais rezeki ditengah kota ini.


menuju kebelakang Hanna berpapasan dengan bos nya Arga, melihat wajah Arga yang sama kusut nya dengan nya membuat Hanna bertanya - tanya ada apa gerangan dengan lelaki yang selalu ceria itu berubah pendiam dengan wajah kusut bak mayat hidup.


" Pagi pak.. Hanna menunduk sopan menyapa atasan nya."


" pagi juga Hanna.. Arga sebisa mungkin tersenyum meski kepala nya mau pecah sekarang. Akibat menutupi hubungan Arland dan karyawan nya sendiri berimbas kepada nya Sabrina memarahi nya sepanjang hari, sekarang bukan masalah dirinya dan Dita yang dipermasalahkan oleh Sabrina melainkan perselingkuhan nya Arland "


Sabrina tau Arga menyembunyikan identitas pacar Arland membuat nya makin berang bahkan mengancam akan benar - benar menggugat cerai Arga kalau masih terus menutupi perselingkuhan sahabat nya.


Di rumah Arland pun sama kacau nya karena membatalkan rencana menginap diluar semalam membuat Raisa meninggalkan dirinya sendiri dikamar, dan semalam malah memilih tidur dikamar putra mereka, bahkan saat pagi menjelang pun Raisa masih mengacuhkan bahkan tidak menyiapkan pakaian kantor apalagi menyiapkan air untuk mandi atau membuat sarapan pagi.


Raisa benar - benar menyiksa nya Arland kelimpungan sendiri bersiap - siap ke kantor.


Bahkan saat bertanya pun Raisa hanya menjawab sekedar nya tanpa mau basi basi sedikit pun. emosi Arland yang belum meredam sejak semalam tambah panas pagi ini, Arland menegur Raisa karena mengabaikan kewajiban mengurus nya sebagai seorang istri mendengar perkataan membuat Raisa tersulut emosi dan berakhir mereka yang adu mulut setelah nya.


Mengingat Raisa yang sedang mengandung membuat Arland mengalah urung memperpanjang lagi keributan berakhir berangkat kerja dengan perut kosong.


Gak sarapan dulu kamu? Winda yang sedang menyuapi Dias dimeja makan bertanya melihat Arland yang langsung melewati meja makan.


Gak ma.. Arland sarapan dikantor aja nanti, Arland langsung pamit ya ma.


Iya.. meski sedikit heran dengan anak nya tapi Winda mengiyakan saja, memilih lanjut menyuapi sang cucu tanpa tau perdebatan Arland dan Raisa.


Adi datang bekerja dengan senyum yang cerah hari ini suasana hati nya sedang sangat baik apalagi kalau bukan karena pertengkaran Arland dan hanna semalam.


Begitu melihat Hanna dan Sri yang sudah siap dengan setelan kerja mereka.


Adi langsung berlari kecil menghampiri mereka.


Pagi semua nya... Adi menyapa mereka dengan senyum Pepsodent nya yang secerah mata hari pagi.

__ADS_1


Eh di ! lu kesambet atau baru dapat jackpot tadi malam tumben muka lu cerah amat hari ini. Sri langsung bertanya melihat Adi yang menjemur gigi nya padahal masih pagi begini tidak biasa itu anak sangat happy.


Ha ha .. Adi tertawa mendengar celotehan Sri, tau aja lu Sri kalau gue sedang senang.


" Ya tau lah.. dari senyum Pepsodent lu itu. pagi - pagi udah jemur gigi kagak bakalan kering di mending nunggu ntar siang dan biar kering itu gigi lu."


Enak saja lu kalau ngomong lu kira gigi gue jemuran apa yang mesti dijemur biar kering.


Sri hanya menanggapi nya dengan mengendikkan bahu doang. kalau diladeni kagak bakalan ada habis nya nanti.


sedangkan Hanna sendiri cuma tersenyum saja melihat perdebatan kecil kedua nya.


Kalau diliat - liat kalian memang cocok jadi jadi pasangan kalau sampai nikah bisa seru rumah tangga kalian nanti, saat berdebat pasti gak ada yang mau mengalah. Hanna menertawakan kedua teman nya memikirkan kalau memang benar - benar mereka sampai berjodoh.


Eh kagak ada ya gue berjodoh sama dedemit ini bisa mati berdiri gue dengar suara dia yang ngalahin toa di masjid.. Adi langsung menyela perkataan Hanna.


Lu kira mau jodoh sama lu.. ih amit - amit dah. Sri bergidik sendiri membayangkan nya.


Adi yang langsung mau membuka mulut lagi langsung dibekap oleh Hanna, bisa berabe kalau mereka sampai adu mulut disini.


Udah - udah gue cuma bercanda kali kagak usah di anggap serius.. ayok kerja kerja nanti lanjut ngobrol lagi.


Kalau kalian emang saling suka gue dukung kok. ujar Hanna sambil berlari menghindari mereka berdua.


Membuat Adi dan Sri mencak - mencak sendiri mendengar nya.


Tapi gue suka nya sama lu Han bukan nya Sri, kapan lu bisa sadar kalau dan peka dengan perasaan gue. batin Adi


Sri yang melihat pandangan Adi tidak pernah lepas dari punggung Hanna yang yang sudah menjauh, menepuk pundak nya pelan.


" Udah jangan selalu ditatap diam - diam kalau lu memang suka dikejar dong, jadi laki kok lembek amat."


Adi melotot mendengar Sri yang mengatai nya lelaki lembek, lu ya kalau ngomong gak kira - kira mana pedas banget lagi perkataan nya.


Sri mengacuhkan nya berlari menyusul Hanna.


membuat Adi dongkol setengah mati dengan perempuan bermulut pedas itu.

__ADS_1


Lagian kok bisa Sri tau gue sering menatap Hanna diam - diam. Adi pikir selama ini dia sudah menyembunyikan perasaan dengan sangat baik tanpa diketahui siapa pun tapi kenyataannya Sri tau dia menyukai Hanna diam - diam.


Hanna bekerja seperti biasa melayani pelanggan dengan senyum ramah. mengesamping kan kekacauan hati yang sudah dibuat oleh Arland.


pukul jam 17:00 waktu nya pulang. Hanna bergengas keruang ganti untuk menganti pakaian.


Hanna menunggu angkot lewat dihalte dekat cafe. Sri sudah dijemput oleh kakak nya sedangkan Adi sudah izin pulang lebih awal karena ada hal mendesak di rumah nya membuat laki - laki itu buru- buru pergi tanpa sempat berpamitan dengan Hanna ataupun Sri.


Hanna duduk sendirian di halte yang entah kenapa hari ini terlihat begitu sepi padahal biasa nya ramai.


tiba - tiba sebuah mobil mewah menepi didekat nya Hanna melihat dan langsung mengenali sang pemilik mobil orang yang sangat dia hindari dari semalam.


Arland keluar menghampiri hanna.. kenapa kamu mengabaikan telpon dan pesan mas? Arland bertanya selembut mungkin agar tidak memancing kemarahan Hanna, Arland menekan sedikit ego nya berbicara dengan Hanna meski dari semalam sudah sangat emosi.


Aku lagi gak mood ngomong sama mas. mending mas pulang aja deh jangan gangguin aku. Hanna berbicara acuh sekali karena masih sakit hati dengan Arland masih sangat kecewa dengan lelaki yang sangat dicintai nya.


Mas mau bicara dengan kamu baik - baik Han, jadi jangan mancing emosi mas. mas sudah cukup emosi melihat kedekatan kamu dengan dengan lelaki itu jadi jangan ditambah lagi dengan omongan kamu. Arland hendak menggenggam tangan Hanna dari segera ditepis oleh Hanna.


Kalau mas emosi melihat kedekatan aku dengan Adi, lalu apa kabar dengan aku mas yang melihat kamu begitu mesra memperlakukan istri kamu bagai permata. kamu pikir aku gak punya hati apa yang tidak merasa sakit melihat kalian berdua.


Itu beda Han.. Raisa istri mas sedangkan Adi itu bukan siapa - siapa kamu.


Lalu mau kamu apa mas? mau aku menjadikan adi sebagai suami aku supaya kita impas dalam hal saling menyakiti. tanya Hanna


HANNA HANISSA!!! mendengar perkataan Hanna Arland berteriak tanda emosi nya benar - benar meledak sekarang Hanna sangat menantang nya. Arland menggepalkan tangan nya.


Hanna tersentak kaget. sudah dua kali Arland meninggi suara dengan dengan nya pertama didepan toilet sekarang lagi.


Hanna buru - buru bangun hendak pergi dari hadapan Arland sekarang juga sakit dihati nya akibat semalam belum berkurang ditambah lagi dengan bentakan Arland hari ini.


Arland langsung mencegat nya Hanna memberontak menepis nya.


tanpa banyak kata Arland langsung mengangkat nya seperti membawa karung beras. Hanna memukuli punggung Arland sekuat tenaga dan menendang apapun yang bisa dijangkau kaki nya.


Arland benar - benar kelewatan membawa nya secara paksa.


Arland tetap tidak bergeming meski Hanna terus memukuli punggung nya. memasuki Hanna dalam mobil dan berlalu pergi meskipun Hanna terus meneriaki nya sepanjang jalan.

__ADS_1


Kita perlu bicara mas akan Carikan hotel terdekat biar kita bisa lebih leluasa ucap Arland dengan nada dingin tanda tidak ingin dibantah.


Membuat Hanna langsung diam seketika. karena takut dengan Arland yang seperti banteng mengamuk saja.


__ADS_2