Cinta Tidak Memaksa

Cinta Tidak Memaksa
Membuka Hati


__ADS_3

Delia mianhe pasti sekarang kau sedang bingung tapi bersabarlah sebentar lagi kau akan segera mengetahui statusku yang sebenarnya (suara hati Rama).


" Sudahlah jangan menangis lagi apa kau tidak ingin menaiki permainan yang lain?"


" Aniyo.."!


" Geurae . . Gaja(ayo pergi) ini sudah malam kau harus istirahat?"


" Aku bisa pulang sendiri tidak usah repot-repot aku bukan anak kecil"! ucapnya ketus


Delia turun dari bianglala tersebut tapi tangannya kembali di tahan oleh Rama


" Sudahlah hentikan semua ini aku tau kau marah pada Riehyok tapi aku berjanji akan membalasnya dan aku akan melindungi mu kau tenang saja? ucapnya lembut sambil membelai rambut delia


Seketika itupun tangis Delia pecah kembali di pelukan Rama yang tampan, dadanya yang bidang dijadikan tempat sandaran untuk Delia.


" Hyeong siapkan mobil kita pulang sekarang?"


Tanpa bertanya dulu kepada Delia Akhirnya Mau tidak mau Delia pulang diantar oleh Rama dan Arman tidak lama kemudian Delia sudah sampai di depan rumahnya.


" Masuklah diluar dingin?"


" Kenapa kau peduli padaku ?"


" Karena kau juga pernah peduli padaku"! Rama tersenyum dan mengacak rambut delia


" Lagi pula itu bukan apa-apa"! balas Delia malu


" Sudahlah jangan di pikirkan aku pergi dulu?"

__ADS_1


Delia hanya mengangguk dan pergi kedalam rumahnya Delia langsung menuju kamarnya kemudian berbaring dan memikirkan perlakuan Rama barusan padanya.


" Apa-apaan dia itu so kenal dengnku dasar pria yang aneh dan misterius"! Gumamnya


Rama didalam mobil sangat terlihat kesal dan sesekali berteriak


" Rama kau harus tenang"! ucap Arman


" Bagaimana aku bisa tenang hyeong aku tidak bisa melihat delia seperti itu?" ucapnya kesal


" Rama aku tau kamu seperti apa tapi dari sekian lama aku mengenalmu baru kali ini aku melihatmu terlihat marah karena satu wanita?"


" Diamlah hyeong aku sedang pusing, menyetirlah dengan baik"! perintah Rama


" Iye, algessoyo tapi aku masih tidak habis pikir?"


" Jangan banyak tanya hyeong"!


" Hyeong aku ke atas duluan?"


" Baiklah"!


Ramapun pergi meninggalkan Arman di parkiran bawah tanah, Rama pergi kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya kembali.


Tidak lama Rama keluar dengan handuk yang dililitkan dipinggangnya dengan rambut yang basah dan dada yang mengkilat.


Tiba-tiba dari luar ada suara knop pintu yang terbuka.


CEKLEK...

__ADS_1


Rama yang kaget langsung berbalik.


" Oh hyeong kau mengagetkan saja?"


" Mianhe ... Aku hanya ingin menyimpan kunci mobil?" Arman tersenyum polos


" Uh baiklah simpan saja disana?"


Armanpun menaruh kunci mobilnya di atas meja dan pamit.


" Aku permisi dulu dongsaeng ada hal lain yang harus aku kerjakan mengenai persiapan kedatangan Haraboji dan nyonya Amelia esok lusa?"


" Geurae pergilah hyeong, tapi kau harus ingat kau juga perlu istirahat"!


" Ne, arayoo."!


Armanpun keluar dan berlalu pergi dari hadapan Rama. Rama yang telah berganti pakaian dengan piyamanya langsung berbaring di atas kasurnya yang nyaman sambil sesekali tersenyum melihat tingkah delia yang menurutnya menggemaskan itu.


" Aku awalnya menolok untuk menerima perjodohan dengan dia, tapi setelah kejadian di mall kemarin aku berpikir kembali maksud dari Haraboji dan nyonya Amel untuk memintaku melindunginya.


Meskipun dia agak kasar tapi aku mulai menyukainya, aku berjanji akan mengobati luka di hatimu Delia"! Guman Rama sambil terpejam dengan senyum menyeringai


Ditempat lain delia yang sudah terpejam terbangun seketika setelah bermimpi bertemu dengan CEO tampan itu.


" Aishhh... Apa- apaan ini kenapa dia selalu ada dimana-mana sampai mimpipun aku masih bertemu dengannya dunia memang aneh?" Gumamnya prustasi sambil mengacak-ngacak rambut karena kesal


...


Bersambung...

__ADS_1


Jumpa dinext eps jngan lupa tinggalkan jejak dan maafkan mimin jika masih banyak penulisan yang belum tepat ditunggu setiap koreksinya agar cerita ini tambah menarik.


Annyeong!!


__ADS_2