
Setelah selesai untuk kedua kalinya kini Ales merasa puas, meski Genta yang merasa lelah, tapi terpaksa harus beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Genta...gw ikut" Rengek Ales sambil mengulurkan tangannya saat Genta bangkit dari pelukan Ales.
"Apasih lo ?" Ucap Genta.
"Gendong, gw pengen mandi bareng" Jawab Ales semakin manja.
Genta pun tak bisa menolak untuk menggendonggnya ke kamar mandi, mereka akhirnya membersihkan badan secara bersamaan.
Genta selesai terlebih dulu, dan meninggalkan Ales sendiri di kamar mandi, namun setelah Genta keluar, Ales panik ketika melihat darah yang tak berenti mengalir di kakinya dan berusaha memanggil Genta untuk kembali.
"Genta... " Teriak Ales.
Genta pun kembali masuk menemui Ales.
"Apalagi sih lo teriak - teriak mulu deh !"
"Lo liat ini ga berenti, cuciin cepet" Ucap Ales manja meminta genta.
"Iya, sini gw cuci"
Genta pun membasuh kedua kaki Ales dari mulai pangkal sampai ujung kaki.
"Sekarang lo ambilin pembal*t di laci meja rias gw sana"
"Parah lo.. " jawab Genta sambil meninggalkan Ales unruk mengambilkan yang Ales minta.
Ales pun sudah selesai, Genta sudah kembali duduk di sofa sambil menonton Tv, begitu juga Ales kembali duduk dan bersandar di bahu genta.
"Genta sayang, makasih ya" ucap Ales sambil mencium pipi Genta.
__ADS_1
"Apaan sih lo ?" Ucap Genta yng di balas cengiran manis Ales.
"Gen, gw laper ni, lo tadi liat ada makanan apa di bawah ?"
"Cuman ada roti yang gw liat"
"Ya udah lo ambilin sono, gw laper"
"Ko gw sih yang harus ngambil" Ucap Genta sambil mengerutkan keningnya.
"Gw sakit PA jalannya"
"Hemmm"
Genta pun terpaksa pergi meninggalkan Ales untuk mengambil makanan yang ada di ruang makan.
Ketika Genta menuruni tangga terdengar sebuah klakson dari mobil yang terparkir tepat di depan rumah Ales. Bi harti pun berlari untuk membuka gerbang.
Genta hanya melirik ke arah luar dan terus berjalan keruang makan. Setiba di ruang makan Genta pun tersenyum melihat sosok perempuan yang baru saja datang tersebut.
Ya Floyra datang dengan masih mengenakan seragam sekolahnya.
"Lo ko udah balik aja Floy ?" Tanya Genta sambil berjalan kearahnya.
"Gurunya males ngajar cuman nagsih rugas doang, ya udah mending gw balik"
"Ales mana Gen ?" Ucap Floy lagi
"Noh masih di kamarnya" jawab Genta sambil menaiki tangga beriringan dengan Floy.
Ales yang melihat kedatangan Floy pun histeris dan tak sadar berlari untuk memeluk Floy.
__ADS_1
"Aaw..." rintihnya sambil menahan sakit.
"Ales lo kenapa ?" Ucap Floy menghampiri Ales.
"Ga apa - apa ko, gw tadi keseleo lupa" jawab Ales.
"Yakin lo ga apa - apa ?"
"Iya ga apa - apa ko, Genta... buruan gendong gw ke sofa" kekeh Ales.
Melihat Ales yang merintih dan berbohong Genta hanya menahan tawanya.
"Udah ayo bangun ga usah di gendong, jalan aja pelan - pelan gw pegangin" jawab Genta.
Ales pun menurut kali ini, Sambil memutar bola matanya Ales cemberut melihat Genta yang tak mau menggendongnya.
"Nyebelin lo" Pekik Ales.
Genta hanya membuang muka melihat ekpreai Ales yang kesal. Sementara Floy berjalan dibelakang mereka berdua.
Merekapun duduk bertiga di sofa, Floy yang juga manja duduk di tengah antara Ales dan Genta. Merasa lelah setalah pulang sekolah Floy pun bersandar di bahu genta yang sedang menikmati roti yang telah di ambilnya.
"Eh enak aja lo nyender - nyender ama genta, gw yg lagi sakit yang boleh nyender sekarang, pindah sono lo" Usir Ales pada Floy.
"Apaan sih lo, rese banget" jawab Floy sambil beranjaj dari sandaran Genta, dan Floy pun mengalah untuk pindah ke samping kanan Genta.
"Floy lo udah pulang jam segini, lo sampein izin gw ga tadi ?" Tanya Ales.
"Ya lah orang gw cuman dapet tugas doang, tau gtu gw mending kaya kalian di sini dari pagi" Ucap Floy ketus.
"Eh Gen nanti malem lo temenin gw jalan ya, kita aja berdua ga usah ajakin dia cowonya rese malesin" Ucap Floy lagi.
__ADS_1
"Ga boleh, Genta di suruh Momy jagain gw" potong Ales.
"Apasih lo" Ucap Genta sambil merangkul Ales.