
Ayahnya Xie'er yang bernama Chang Liu, tampak merasa ibah ketika melihat Pangeran Wang Han yang merasa sedih.
" Tenanglah aku akan mencarikan pekerjaan untukmu. Aku akan memberikan posisi yang bagus di perusahaan milikku!" Xie'er sampai terkejut mendengarkan ucapan dari ayahnya yang menjanjikan pekerjaan untuk Pangeran Wang Han.
" Tidak usah Pah! Karena dia tidak akan mungkin bisa mengerti bagaimana untuk bekerja di kantor milik papa!" ibunya Xie'er langsung mengkeplak kepala Xie'er karena Xie'er terkesan menyepelekan suaminya sendiri. "Ih, mama ko pukul aku sih?" protes Xie'er kepada ibunya yang benar-benar memukulnya demi Pangeran Wang Han.
" Habisnya kamu sama suamimu kok begitu sih? Kau sebagai istrinya, kau harus mencintai suamimu dan juga mendukung semua yang dia lakukan!" nasehat ibunya Xie'er kepada putrinya.
" Bukan masalah menyepelekan Mah! Masalahnya dia itu adalah pangeran dari Dinasti Ming. Dia tidak akan mungkin mengerti bagaimana pekerjaan di kantor Kecuali kalau mama menyuruhnya untuk berlatih memanah, menunggang kuda, bertarung, barulah itu keahliannya. karena Pangeran Wang Han adalah Jenderal yang terkenal pada era dinasti Ming." terlihat Xie'er yang tampaknya tidak menyadari apa yang dia katakan saat ini.
Chang Liu menyentuh dahi Xie'er. " Putriku apakah karena kau telah jatuh dari danau? Sehingga membuat otakmu jadi kemasukan air?" tanya Chang Liu benar-benar merasa khawatir kepada putrinya sendiri.
" Maksud Papa apa sih? Gak jelas benget! Aku baik-baik saja kok. Aku tidak sakit sama sekali Pah!" Xie'er tampak cemberut kepada ayahnya yang sudah mengira kalau dirinya saat ini sedang sakit ataupun sedang melindur.
" Kalau kau memang tidak sakit, terus kenapa kau berbicara hal yang aneh-aneh tegang suami kamu?? Jelas-jelas tadi suami suamimu mengatakan kalau namanya adalah Wang Min bukan Pangeran Wang Han seperti yang kau katakan tadi!" Xie'er tampak terkesiap mendengarkan ucapan Ibunya dan dia baru menyadari kalau dirinya telah membuka rahasia sang pangeran di hadapan kedua orang tuanya.
Pangeran Wang Han dari tadi hanya tersenyum melihat Xie'er yang benar-benar telah ceroboh membuka rahasia tentang dirinya kepada kedua orang tuanya.
Padahal mereka sudah sepakat bahwa identitas Pangeran Wang Han selama berada di alam masa depan, akan dirahasiakan oleh mereka. Sampai suatu saat nanti dirinya akan kembali ke Dinasti Ming!
__ADS_1
" Ya ampun kelihatannya memang benar gara-gara aku masuk ke dalam danau sehingga membuat otaku kemasukan air. Sehingga aku berbicara aneh-aneh!" Xie'er terlihat nyengir kepada kedua orang tuanya yang kemudian dia pun menarik tangan Pangeran Wang Han untuk masuk ke dalam kamarnya.
Pangeran Wang Han hanya mengikuti apapun yang dilakukan oleh Xie'er yang saat ini sedang berstatus sebagai istrinya di hadapan kedua orang tua Xie'er.
Pangeran Wang Han kemudian langsung memeluk Xie'er saat mereka sudah ada di dalam kamar Xie'er.
" Apa yang kau lakukan?" Xie'er tampak melotot pada Pangeran Wang Han.
" Bukankah aku adalah suamimu? Hmm? Apa kau lupa?? Kau sendiri yang mengakuinya di hadapan kedua orang tuamu!" Pangeran Wang Han tersenyum dengan bahagia.
" Perasaan, kamu yang mengaku kalau aku adalah istrimu. Ah sudahlah! Berbicara denganmu lama-lama membuatku menjadi pusing. Eh, dari mana kau belajar syuting seperti itu? Aktingmu sungguh luar biasa dan layak untuk mendapatkan Grammy Awards!" Pangeran Wang Han hanya tersenyum kepada Xie'er.
Xie'er terlihat begitu takjub mendengarkan cerita dari Pangeran Wang Han.
" Sudah berapa lama kau selalu hidup di camp kemiliteran? Para dayang yang bekerja di kediaman Pangeran Wang Xue bilang kalau kau jarang sekali pulang ke ibukota." Xie'er tampak tertarik untuk bertanya tentang kehidupan Pangeran Wang Han selama berada di camp kemiliteran yang ada di perbatasan kerajaan.
Para prajurit itulah yang bertarung di Garuda terdepan. Ketika terjadinya pemberontakan ataupun serangan musuh dari kerajaan lain yang ingin berperang dengan kerajaan mereka yang selalu di jaga ketat di segala penjuru oleh para prajurit di kemiliteran yang memiliki dedikasi yang sangat tinggi terhadap istana kerajaan mereka.
Pangeran Wang Han kemudian duduk di ranjang Xie'er. Matanya mulai menerawang dan kembali mengingat masa-masanya ketika berada di camp kemiliteran bersama dengan para prajurit bawahannya yang selalu siap sedia untuk bertarung demi membela tanah air dan kejayaan kerajaan mereka.
__ADS_1
" Ah gara-gara kamu berbicara tentang para prajuritku membuatku jadi merindukan Dinasti Ming. Bagaimana kalau besok kita datang ke museum Dinasti Ming yang dikelola oleh Xiang Liu?" mendengarkan Pangeran Wang Han menyebut tentang Xiang Liu, Xie'er auto cemburu hatinya.
" Bilang saja kalau kau ingin bertemu dengan pemimpin dari museum Dinasti Ming yang dari kemarin selalu saja menggodamu!" Xie'er kemudian pergi meninggalkan Pangeran Wang Han yang tertawa senang karena melihat kecemburuan di mata Xie'er.
" Istriku kau begitu cantik ketika kau sedang cemburu!" Xie'er rasanya merasa geli mendengarkan Pangeran Wang Han yang terus saja memanggilnya dengan sebutan istriku.
Xie'er langsung berkacak pinggang di hadapan sang pangeran dan memintanya untuk berhenti memanggil dia dengan sebutan " istriku". Apabila mereka hanya berdia saja. Rasanya geli sekali.
" Kenapa?"
" Geli tahu!! Aku hanya takut kalau para selirmu yang ada di Dinasti Ming, nanti akan mengamuk padaku. Mengira kalau aku telah menggodamu selama kau berada di sini!" Pangeran Wang Han hanya tertawa terbahak mendengarkan alasan dari Xie'er.
" Kau tahu kan? Aku bukanlah kakakku yang mempunyai banyak peliharaan selir di dalam istananya. Aku adalah seorang pribadi yang bebas dan tidak suka sesuatu yang terikat!" ucap nya sambil mencium bibir Xie'er sekilas saja. Xie'er sampai melotot kepadanya.
Pangeran Wang Han menatap Xie'er yang saat ini sedang memutar bola matanya dengan malas. Karena tiba-tiba saja Xie'er mengingat tentang reputasi sang pangeran yang merupakan seorang Casanova kelas kakap yang memiliki begitu banyak penggemar di mana-mana.
" Bukankah karena semua penggemarmu kau bawa ke atas ranjang kamu dan kau hisap madunya saja tanpa kau mau menikahi mereka?" tanya Xie'er dengan tatapan sinis dan merasa tidak nyaman dengan reputasi sang pangeran yang sangat terkenal di kerajaan sang kakek.
Bahkan ayahnya sendiri yang meminta kepada Xie'er untuk bisa merubah sifat sang pangeran yang merupakan seorang player kelas kakap dan suka sekali memainkan hati para wanita yang mencintai dirinya.
__ADS_1