
Sudah beberapa lama berlalu Angel dan Melky belum saling dekat, mereka masih saja menjauh kan diri dan tidak ada yang mau melakukan komunikasi satu sama lainnya.
di satu sisi angel yang sifatnya pendiam dan melky yang cuek, tidak bisa membuat mereka bersatu, sebaliknya mereka tidak akan pernah dekat jika sifat mereka sama.
Angel merasa tidak ada artinya untuk mendekatkan diri kepada pria itu lagi, tetapi Juita dan Friska selalu memberikan semangat kepada Angel supaya bisa lebih mendekat kan diri kepada Melky.
"Ngel, jangan putus asa kalau jodoh tak kemana, kalau kamu jadi (menikah) nanti sama melky saya kasih kamu sprei lope lope". ucap juita (sambil tertawa terbahak-bahak) , begitu juga Friska ketawa begitu girang nya dengan ucapan Juita.
Angel pun ikut tertawa melihat kegilaan teman nya tersebut, tapi dalam pikirannya Ia tidak begitu yakin akan hatinya.
Sudah hampir setahun Angel beserta kawan-kawan nya telah menduduki kelas X, sebelum kenaikan kelas anak siswa dan siswi kelas X harus mengikuti tes IQ, yang dimana tes ini bertujuan untuk menentukan Siswa dan siswi mana yang berhak masuk jurusan IPA dan IPS.
(Beberapa hari kemudian Tes pun dimulai)
Pada saat tes dimulai angel menjawab tes tersebut dengan mudah. jika ia tidak tau jawaban dari tes tersebut biasanya ia main cap cip cup untuk menentukan jawaban yang akan ia pilih.
__ADS_1
Setelah selesai Tes IQ, mereka sangat lega karena sudah selesai mengikuti tes tersebut, tapi mereka takut jika tes nya keluar maka mereka akan tau seberapa bodoh IQ mereka.
Banyak siswa dan siswi ingin masuk di jurusan IPA, begitu pula dengan Angel, Juita dan juga Friska yang ingin masuk jurusan IPA.
Beberapa minggu kemudian, hasil tes IQ pun keluar, angel sangat kepo dengan hasil tes yang dimiliki oleh teman-teman nya tersebut. lalu ia pun bertanya " Berapa hasil tes IQ klian? " tetapi teman-teman nya enggan memberitahu Hasil mereka.
" mu lah dulu ngel beritau sama kami berapa hasil IQ mu? ". ucap Friska.
lalu angel menjawab " Disini tertulis IQ ku 95, maksud nya apa coba?".
"kalau aku IPS pra, ga sama deh nanti kita pra".Ucap Friska (agak murung). begitu juga dengan juita yang masuk ke jurusan IPS.
Saat itu angel merasa takut jika ia tidak sekelas dan sejurusan dengan teman-teman nya tersebut maka ia akan merasa kesepian dan harus memulai pertemanan baru.
Sepulang sekolah pun angel menceritakan kepada ibu nya bahwa ia masuk jurusan IPA.
__ADS_1
Saat itu ibu lagi kedatangan tamu yaitu teman arisan nya, Ibunda pun tidak terlalu menanggapi cerita angel mengenai surat tersebut.
Disisi lain wanita itu masih merasa bingung dan cemas jika ia masuk jurusan IPA dan tidak mendapat kawan baru, pasti sangat sulit ia rasakan.
Dimalam hari nya, Tiba-tiba ibu angel kambuh dari penyakitnya. tidak tau kenapa setiap masuk kekamar mandi ibunda nya mengalami pendarahan yang cukup serius.
Semua keluarga angel pun merasa takut dan khawatir, mereka buru-buru membawa ibu nya kerumah sakit terdekat.
Angel tidak ikut pada saat itu dikarenakan mobil sudah penuh.
ia sangat takut bercampur sedih akan tragedi yang menimpah ibundanya, ia tidak bisa tidur sama sekali sebelum ia mendengarkan kabar dari sang ibunda.
Beberapa jam pun berlalu, Angel beserta kakak nya bernama Lisa dan Dinar menunggu kabar dari Ayah mereka, dan mereka mendapatkan kabar bahwa ibu nya harus dirawat kerumah sakit yang ada diluar kota karena dirumah sakit itu alat medis nya lengkap dan juga lebih mudah untuk tes penyakit apa yang di derita oleh sang ibunda.
Ayah pun berkata "tidak perlu khawatir nak, pendarahan ibu uda reda, biar nanti ayah dan abang mu membawa langsung ibu kerumah sakit yang ada diluar kota sana. kalau nanti ada masalah, Ayah beri kabar secepatnya nya".ucap Ayah (menelepon).
__ADS_1
Pada saat itu mereka sedikit lega mendengarkan ucapan dari Ayah nya, dan mereka akhirnya bisa tidur dan melanjutkan aktivitas mereka besok.