
Saat sansan tengah memeriksa ponsel suaminya, Brian pun selesai mandi dan bertanya kepada istrinya." siapa yang barusan chat aq". Sansan terdiam sesaat dan sedikit terkejut." ohh itu tadi hanya chat dri operator, sungguh menyebalkan sekali di ponselku juga banyak masuk chat dari operator ". Brian merasa lega dia percaya dengan ucapan istrinya.
Keesokkan harinya di malam itu Brian minta ijin istrinya untuk berkunjung ke rumah temannya sendirian, Sansan hanya mengiyakan saja dan Sansan berpesan jangan oulang terlalu malam karna besok harus bekerja dia tidak ingin suaminya kurang tidur dan kelelahan saat bekerja. Brian tersenyum dan setuju dengan istrinya, setelah Brian pergi Sansan sudah mengetahui tujuan suaminya dia langsung mengganti bajunya untuk mengikuti suaminya, dan dia menitipkan anak-anaknya ke mertuanya yang kebetulan rumahnya tidak jauh dan dia berkata kepada mertuanya hanya keluar sebentar untuk berbelanja, karena suaminya lagi ke rumah teman jadi tidak bisa menjaga anak mereka maka Sansan ijin dan menitipkan anaknya ke mertuanya dan mertuanyapun setuju saja dan senang di temani cucu2nya. setelah Sansan menitipkan anaknya dia langsung pergi mencari suaminya karna kehilangan jejak Sansan sedikit bingung dan mencari kemana-mana, akhirnya Sansan putus asa dan ingin pulang, tanpa sengaja dia melintas di jalan pinggiran danau di dekat jembatan kayu kecil di tempat yang sedikit remang -remang dia melihat bayangan seorang pria dan wanita, Lantas Sansan langsung mengenali sosok pria itu yaitu adalah suaminya tentu istri mana yang tak mengenali suaminya sekalipun jadi abu😉. Sansan mencoba mencari tempan yang tersembunyi untuk menyelidiki suaminya, melihat mereka berdua semakin lama semakin tak karuan Sansan keluar dari persembunyiannya dan langsung melabrak suaminya dan selingkuhannya. Sansan geram melihat mereka berdua dan mendaratkan tamparan di wajah selingkuhan suaminya kemudian Brian ingin menghalat Sansan yang berutal lantas Brian langsung mendapatkan tamparan yg kedua dari istrinya dan Sansan tidak ingin si ketahui orang banyak dia langsung mengajal suaminya pulang untuk membicarakan baik-baik apa yg di inginkan suaminya dan menjelskan apa maksud dari yang barusan terjadi. Brian meng'iyakan ajakan istrinya dan pulang ke rumah untuk membicarakan semuanya baik-baik.
__ADS_1
Sesampainya mereka di rumah, Sansan langsung membuka topik perbincangan. "Brian apa yang kamu inginkan? apa yang barusan terjadi? apakah kamu tidak menginginkan rumah tangga ini?".
Brian " Sansan aku tidak ingin berpisah denganmu, aku...aku...aku hanya".
__ADS_1
Sansan " Hanya apa Brian?, kamu hanya main-main, atau tidak sengaja atau apakah itu? maaf Brian kita berpisah saja jika ada sekali maka akan ada yang kedua kali, sungguh aku tidak ingin anak-anak mengetahui sifat menjijikanmu lebih baik kau pilih jalan yang kau pilih sendiri".
Sansan " ayo kita jemput anak-anak di rumah ibumu besok kita urus sidang perceraian kita"
__ADS_1
Keesokan harinya baik Brian maupun Sansan mereka berdua seperti tak ada masalah apapun dan mereka berdua mengatakan ke kedua orang tua nya kalau mereka akan berpisah, tentu saja orang tua mereka kaget dan menanyakan alasan mereka namun mereka berdua hanya memberikan alasan kalau jodoh mereka sudah habis dan ini semua atas dasar kemauan mereka berdua. orang tua mereka tidak setuju dengan perceraian itu namun mereka bersikeras dan itu rumah tangga mereka mana mungkin orang tuanya dapat menghalangi jika kemauan kedua belah pihak, setelah Brian dan Sansan mengurus perceraian, setelah tanggal sidang keluar maka mereka ingin membawa anak-anak mereka jalan-jalan bersama.
Pada pagi itu mereka mempersiapkan untuk berlibur dan besoknya mereka harus pergi ke sidang perceraian an, namun Pada hari itu benar-benar merupakan hari terakhir mereka bersama.
__ADS_1