Complicated Love [Bl]

Complicated Love [Bl]
-06-


__ADS_3

Pulang kampus telah tiba, waktu di mana itu di tunggu oleh semua mahasiswa mahasiswi yang tak terkecuali Mark dan Lucas. keduanya bak anak kembar berjalan keluar kelas dan menuju ke parkiran, menghampiri hyung nya yang sudah menjemput nya. tentu saja mereka juga tak lepas dari tatapan banyak mata yang menatap kearah mereka, namun tak ingin ambil pusing mereka terus berjalan hingga sampai di depan mobil yang sangat mereka kenali.


"Kai hyung!" seru Mark yang nampak senang, karna hari ini yang menjemput mereka adalah Kai.


Tetapi tidak dengan Lucas, dia nampak tidak suka dan tetap berdiri di luar mobil walaupun Mark sudah terlebih dulu masuk kedalam.


"Lucas hyung ayo cepat naik!" seru Mark tak sabaran, dan Lucas pun menggeleng.


"Tidak Mark! gue mau Baekhyun hyung yang jemput" ujar Lucas dengan datarnya menatap Kai.


"Baekhyun hyung sibuk, sudah cepat naik!" pintah Kai, namun Lucas tetap diam di tempat tak ada niatan untuk menuruti ucapannya.


"Tidak mau!" kekeuh nya.


"Lucas hyung udah deh buru naik! Baekhyun hyung kan emang lagi sibuk!" tegas Mark ikut membujuk hyung nya itu yang nampak keras kepala.


"Sudah ku katakan tidak mau! aku akan di sini sampai Baekhyun hyung menjemput ku!" Lucas terus teguh pada pendirian nya, dan itu membuat Kai makin kesal pun langsung menjalankan mobilnya meniggalkan dirinya.


"Huhhh.. dari tadi kek elah" gumam Lucas dan pergi ke salah satu bangku yang ada di ujung jalan.


Lucas yang menunggu Baekhyun menjemput nya dirinya memainkan handphone nya, namun sampai baterai handphone nya sudah ingin habis dan hari mulai sore Baekhyun hyung nya itu tak juga menjemput dirinya. tapi dirinya tetap kekeuh dan terus menunggu nya, sampai ada mobil yang berhenti di depan dirinya. dan Lucas tau itu bukan mobil Baekhyun hyung ataupun hyung yang lainya.


Hingga turunlah Minho, Choi Minho berjalan kearah nya dan duduk di sebelah nya. mengajak dirinya berbicara dan menanyai kenapa belum pulang juga. padahal jika di lihat-lihat di kampus ini sudah sepi dan mungkin hanya ada Lucas aja di sana.


"Lucas"


"Minho hyung?"


"Kenapa belum pulang hm? menunggu jemputan?" tanya Minho dan Lucas pun mengangguk.


"Iya hyung, nunggu Baekhyun hyung jemput" jawabnya dengan tersenyum.


"Lalu mana Baekhyun nya, apa dia sudah jalan kemari?" tanya Minho lagi, mengedarkan pandangannya menatap kiri kanan mencari keberadaan Baekhyun ataupun mobilnya.


"Belum tapi Lucas yakin kok bentar lagi Baekhyun hyung pasti jemput" jawab Lucas penuh yakin dan dengan tersenyum, membuat Minho ikut tersenyum.


"Tapi ini sudah mau menjelang malam Lucas apa tidak sebaiknya ikut hyung, sekalian hyung ada urusan dengan Taemin" tawar Minho namun Lucas menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah hyung.. Lucas tidak mau merepotkan, Lucas mau menunggu Baekhyun hyung aja yang jemput" jawab Lucas yang masih kekeuh, membuat Minho menghela nafas.


"Yasudah baik, kalau begitu hyung duluan ya" ujarnya sambil menepuk-nepuk kepala Lucas sekilas.


"Iya hyung hati-hati" jawab Lucas dan mendapatkan anggukan kepala dari Minho.


Setelah Minho pergi Lucas kembali memainkan handphone nya dan tak perduli dengan kawasan kampus yang nampak sepi, karna memang sudah hampir menjelang malam. Lucas akan terus menunggu Baekhyun sampai menjemput nya, karena tadi Baekhyun sudah berjanji akan kembali menjemput dirinya di kampus setelah urusan kantor dan menemui manager selesai.


Baekhyun memang leader tapi ia juga mempunyai perusahaan sendiri yang cukup besar, jadi terbayang bukan sibuknya Baekhyun seperti apa? belum lagi saat grupnya akan comeback, ia pasti sangat sibuk karna sebagai leader yang juga sedikit ikut menangani comeback grupnya itu.


.


Ting tong! Ting tong!


Taeyong berjalan dengan malasnya menuju ke arah pintu, ia kesal karna sejak tadi tak ada yang membuka pintu hingga bel itu terus berbunyi. mau tak mau Taeyong membuka nya, dan berpikir ini tidak mungkin Baekhyun hyung ataupun member lain, kalau iya mereka pasti langsung masuk tidak mungkin bersusah payah memencet bel dorm.


"Ya sebentar!" ucapnya saat ingin membuka pintu.


"Eoh Minho hyung.. Annyeonghaseyo?" ucap Taeyong sedikit membungkuk, dirinya kaget karena kedatangan Minho. Tentu saja siapa yang tidak kaget jika menemukan Minho Sunbae-nim nya datang ke dorm saat menjelang malam seperti ini.


Tapi setelah itu ia tau, pasti Minho Sunbae-nim nya itu ingin menemui Taemin hyung! tentu saja memangnya apa lagi? bertemu dirinya itu sangat jelas tidak mungkin! apalagi ingin bertemu dengan kalian? ckck jangan halu!


"Annyeong juga Tae"


"Ekhm omong-omong tidak di suruh masuk kedalam?" pecah Minho tersenyum, membuat Taeyong menepuk jidatnya.


"Aahh maaf hyung, dan ayo masuk" ajak Taeyong, di ikuti oleh Minho di belakangnya.


"Hyung pasti nyari Taemin hyung kan?" tanya Taeyong, saat ini keduanya menuju ke ruang tamu.


"Kau tau sekali Tae" jawab Minho, dan tersenyum kecil.


"Tentu saja aku tahu.. memangnya apa lagi jika kau datang kesini bukan karena Taemin hyung? aah iya sebentar aku panggilkan Taemin hyung dulu" ucap Taeyong, berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamar Taemin.


Minho pun duduk di sofa ruang tamu, menunggu Taeyong memanggilkan Taemin yang sedang ada di kamar nya. tak lama ia duduk di sana ada yang memekik merengek dan keras, membuat Minho sedikit terlonjak kaget.


"Hiks hiks markeu nannn.. BAEKHYUN HYUNG!"


"Eh? hey kau kenapa?" tanya Minho, saat melihat maknae SuperM yang nampak menangis kencang.

__ADS_1


Sedangkan Mark sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Minho, anak itu terus menangis membuat Taemin yang masih ada di tengah-tengah anak tangga langsung berlari cepat dan menghampiri.


"Hiks hiks hyung!"


"Markeuu.. hey ada apa sayang, kau kenapa hum?" tanya Taemin, ia langsung memeluk maknae nya yang menangis itu.


"Hiks hyung Markeuuuu mimpi buruk hiks hiks" jawab Mark, dan menangis puas di pundak Taemin.


"Auhhh yaampun kau mimpi apa memangnya hm? coba sini duduk dulu dan ceritakan dengan hyung" ajak Taemin, menarik Mark untuk duduk di sofa bersama Minho dan Taeyong yang sudah duduk di sana.


"Hiks hiks markeu mimpi.. Baekhyun hyung dia hiks kecelakaan saat naik mobil hiks..hiks, BAEKHYUN HYUNG HIKS HIKS!" tangisan Mark semakin pecah, dengan sesenggukan duduk di pangkuan Taemin dengan kepala menyender di pundaknya.


"Itu hanya mimpi sayang.. Markeu tahu mimpi itu hanya bung tidur dan itu tidak nyata sayang?" ucap Taemin menenangkan, dengan tangan mengelus-elus punggung Mark yang nampak bergetar karna terus menangis.


"Taemin hyung mau tanya, tadi markeu saat mau tidur sudah mandi dan berdoa belum hm?" tanya Taemin selembut mungkin, dan mendapatkan gelengan kepala dari Mark.


"Belum hiks" Mark menjawab, dengan tak tahu dirinya ia mengusap ingus nya di baju Taemin, yang malah dibubarkan saja oleh sang empu yang mempunya baju.


"Nah makanya.. bukanya hyung selalu ngingetin kan untuk berdoa dulu sebelum mau tidur? kenapa markeu tidak mau mendengarkan ucapan hyung huh?" ujar Taemin, dengan nada yang tegas. lalu menangkup wajah Mark yang sembab karna banyak menangis.


"Engga Markeu selalu dengerin ucapan hyung, tapi tadi lupa hiks.. maafin markeu ya hyung hiks hiks hiks, Markeu janji gak akan di ulangi lagi" Mark menunjukan kelingkingnya pada Taemin, dan Taemin pun tersenyum dan menautkan kelingkingnya dengan punya Mark, sang maknae kecilnya.


"Iya.. tapi lain kali jangan seperti ini lagi oke?"


"OKE!" jawab Mark penuh semangat, dan kembali memeluk Taemin erat.


"Ughh yaampun.. maknae siapa ini kenapa manja sekali?" tanya Taemin dan terkekeh geli.


"Tentu saja maknae SuperM dan maknae kesayangannya hyung-hyung! hehe" cengir Mark dengan sekilas mengecup pipi Taemin.


"Aduh-aduh manjanya kumat ini hm?" Taemin mengacak-acak rambut Mark, membuat sang empu meporrokan bibirnya lucu.


"Udah-udah jangan manyun-manyun kayak gini, mending sekarang kamu mandi dan habis itu turun makan.. hyung akan masak untuk kalian" ucap Taemin, menurunkan Mark dari pangkuan nya.


"Iya hyung baiklah" jawab sang maknae, Mark dengan patuh nya menuruti ucapan sang hyung.


"Minho hyung maaf ya" ujar Taemin tak enak hati karena sikap Mark yang menangis seperti tadi di depannya.


Tapi sebenernya Minho tak apa-apa, dirinya maklumlah karna Taemin saat di SHINee pun bahkan berbuat seperti hal yang sama dengan Mark. Bahkan mungkin lebih parah? tapi dirinya bangga saat melihat Taemin berada di SuperM. bayinya itu akan menjadi seperti orang tua untuk maknae di grup barunya.


Mungkin tak banyak orang tahu, Taemin itu sangat manja dengan hyung-hyung nya. dia akan merengek meminta apa yang dia inginkan hingga sampai dirinya mendapatkan nya, tak hanya itu dirinya juga sangat jahil hingga membuat Onew Hyung harus banyak bersabar, dan Kibum Hyung yang memang emosian itu selalu emosi menangapi nya dan tak lupa cerewet karna kenakalan nya.


"Tidak apa Tae" jawab Minho santai dan tersenyum.


"Bagaimana kabarmu di sini Tae? baik-baik saja kan?" tanya Minho, ingin mengusap-usap kepala Taemin namun dengan cepat Taemin menahan nya.


"Hyung! jangan seperti ini aku bukan anak kecil lagi?!" dan tanpa sadar Taemin malah merengek bak anak kecil, membuat Minho gemas dan mencubit pipi gembul nya.


"Kau ini kenapa? kau tahu Taeminie kau itu tetap bayi di mata hyung, jadi terima saja oke?!"


"Aku tahu tapi tetap saja hyung! jangan perlakukan Taemin seperti ini jika di dorm SuperM, lihat ada Taeyong di sini aku maluu!!" rengek Taemin lagi, sambil menunjuk ke arah Taeyong yang nampak tidak peduli.


"Jangan hiraukan aku hyung.. aku tidak akan mengganggu kalian" ucap Taeyong, sama sekali tak menoleh dari handphonenya.


"Lihat Taeyong saja tidak masalah" ucap Minho membela diri.


"Haih terserah mu saja hyung, sudah ya aku ingin masak dulu.. dan kau juga harus makan di sini dulu ya hyung!" pinta Taemin, sembari berdiri dari duduknya menuju ke dapur.


"Hah? sejak kapan anak itu mau memasak?" tanya Minho cengo menata Taemin yang mulai hilang dari pandangan nya. bukanya apa-apa, perlu di ingat Taemin tidak bisa memasak! ahh bukan, bahkan Taemin sangat malas jika berhubungan dengan alat dapur!


"Sejak aku mengajari Taem hyung masak" jawab Taeyong, mengalihkan padanya pada Minho dan berdiri dari duduknya.


"Minho hyung ku tinggal ke dapur tidak apa-apa kan? aku ingin membantu Taemin hyung masak" ucapnya, dan di angukin oleh Minho.


.


"Tae hyung butuh bantuan?" tanya Taeyong yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Ah kebetulan sekali Tae, bantu hyung cuci sayuran dan juga beras nya kau bisa kan?" pinta Taemin, sibuk mengambil beberapa sayuran di ruang penyimpanan.


"Ya tentu saja bisa hyung, kau pikir yang mengajari mu masak itu siapa hyung?" tanya Taeyong, dengan tersenyum mengejek Taemin.


"Iya iyaa udah jangan di bahas, cepat lakukan pekerjaan mu!" tegas Taemin, dan Taeyong pun mengikuti perintah nya.


"Oiya Kai hyung dengan Ten kemana ya hyung, dari tadi aku tidak melihat nya?" tanya Taeyong sembari mencuci beras untuk di masak.


"Mereka tadi bilang ingin ikut Baekhyun hyung pergi menemui manager, dan setelah nya mereka mungkin sekarang sedang di kantor membantu Baekhyun hyung.. entahlah hyung juga tidak tahu" jelas Taemin, Taeyong hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Taemin, hyung nya itu.

__ADS_1


.


Sedangkan di ruang tamu Minho sekarang sudah di temani oleh Mark, Minho membuka-buka fotobook yang ada di bawah meja ruang tamu.


Minho menggeser satu persatu melihat melihat foto-foto itu, dan dirinya menemukan Baekhyun Taemin dan juga seluruh member SuperM.


Bahkan ia juga menemukan photo shoot seluruh member bersama, entah itu yang sama persis seperti di album mereka, ataupun foto saat mereka sedang makan ataupun liburan bersama, tak kadang pula dirinya bertanya tentang foto-foto itu pada Mark yang duduk di samping nya.


Tak terasa Minho sudah membuka di foto paling akhir, dan saat itu pula Kai Ten dan juga Baekhyun datang. mereka memasuki ruang tamu dan langsung di sambut oleh pekikan Mark yang langsung berlari menghambur memeluk Baekhyun, dengan senang hati pula Baekhyun menerima pelukan Mark, si kecil alias maknae nya.


"Baekhyun Hyung!"


"Aduh-duh Lee Minhyung ada apa hm?"tanya Baekhyun, berusaha mengimbangi diri agar tak terjatuh kebelakang bersama Mark.


"Hyung Markeu pikir hyung kenapa-kenapa tahu.. tadi markeu mimpi hyung" ucap Mark dengan nada yang nampak khawatir, dan langsung mendapatkan cubitan di pipinya.


"Aduh-aduh hyung tidak apa-apa Markeu, kalo gak percaya tanya Kai sama Ten" ujarnya menoleh pada Kai maupun Ten, dan keduanya hanya tersenyum.


"Kai hyung itu benar?" tanya Mark memastikan, dengan mata yang menyimpit menatap curiga.


"Iyaaa.. Baekhyun hyung dan kita semua tidak apa-apa, kenapa markeu berpikir Baekhyun hyung kenapa-kenapa hm?" tanya Kai mengelus rambut Mark lembut.


"Tadi markeu mimpi Baekhyun hyung kecelakaan hiks" Mark kembali menangis, dan langsung di tangani oleh Baekhyun yang tahu kalau anak itu sedang menghawatirkan nya.


"Hey itu hanya mimpi sayang.. lihat hyung tidak apa-apa kan? udah ya jangan nangis lagi hm?" Baekhyun membujuk Mark agar bocah itu tak menangis lagi.


Setelah itu mereka langsung menuju ke sofa, dan duduk di sana bersama Minho yang masih setia duduk di sana.


"Eh Minho hyung sudah lama datang?" tanya Baekhyun, duduk di sana dan tetap di tempeli oleh Mark yang tak mau lepas darinya.


"Iya lumayan" jawabnya tersenyum kecil dan Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Omong-omong Lucas mana kenapa dia belum masuk?" tanya Minho menatap arah pintu yang sama sekali tidak menunjukan kemunculan Lucas yang akan masuk.


"Lucas?" bingung Baekhyun, mengentikan alisnya tak mengerti.


"Iya, bukankah kau sehabis menjemput dia?"


"Menjemput Lucas? tidak, aku baru saja pulang dari kantor.. tunggu Kai jangan bilang kau tidak menjemput Lucas?!" tegas Baekhyun menatap Kai yang malah menggedikan bahu.


"Kurasa begitu, tadi dia yang gak mau pulang ya udah gue tinggal"jawab Kai acuh, sebenernya ads rasa cemas mengetahui Lucas belum pulang juga.


"KIM BODOH KAI!!" kesal Baekhyun lalu berdiri kembali, meraih kunci mobilnya dan ingin pergi menjemput Lucas.


"Hyung jangan pergi!!" tahan Mark dengan memeluk Baekhyun dari belakang.


"Mark lepas hyung harus menjemput Lucas" ucap Baekhyun sembari mencoba melepaskan tangan Mark yang melingkar diperutnya.


Tapi bukan Mark yang langsung menurut, dia menggeleng dan mengeratkan pelukannya pada Baekhyun, bukan apa-apa! Mark takut apa yang dia mimpin tadi menjadi kenyataan.


"LEE MINHYUNG HYUNG BILANG LEPAS?!" Baekhyun membentak, lalu melepaskan paksa pelukan Mark dan pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, untuk menjemput Lucas yang masih di kampus.


Taemin Taeyong yang mendengar keributan langsung berlari keruang tamu, menemukan Mark yang menangis di lantai dan menolak di bantu berdiri dengan Ten.


"OMO MARKEU!!" pekik keduanya, Taemin langsung memeluk Mark yang menangis.


"Hey ada apa hm, kau kenapa Mark?" tanya Taemin, namun tak mendapatkan jawaban dari sang maknae.


"Hiks hyung..! Baekhyun hyung pergi!"


"Pergi? pergi kemana apa Baekhyun hyung udah pulang??" tanya Taeyong menatap Kai dan Ten.


"Baekhyun hyung pergi untuk menjemput Lucas" jawab Ten, Taemin langsung menyela dengan pertanyaan lagi.


"Lucas belum pulang? Kai kau tak menjemputnya??" tanya Taemin, yang lagi-lagi sama dengan pertanyaan Baekhyun.


"Aku menjemputnya hyung.. tapi anak itu yang gak mau pulang, maunya Baekhyun hyung yang jemput" jelas Kai.


"Kenapa gak kamu paksa Kai? kau bisa menyeretnya untuk mengajak nya pulang??!" Taemin malah semakin kesal dengan Kai, ntah kenapa dirinya malah kesal.


"Ckk.. ayolah hyung kau seperti tidak tahu bocah itu seperti apa, mau dipaksa kayak gimana pun dia tetep kekeuh! suka seenaknya, manja, banyak drama!" kesal Kai menjawab pertanyaan dari Taemin yang nampak kesal padanya.


Taemin maupun mereka semua hanya diam, takut kalau terjadi sesuatu yang tidak-tidak pada Lucas. oh astaga semoga Lucas tidak apa-apa!


"Tae tenangkan diri mu.. ayo duduk dulu" Minho yang sejak tadi duduk dan menyimak pun langsung menenangkan Taemin.


Dan Taemin menurut, dirinya memangku Mark yang masih menangis sesenggukan.

__ADS_1


...Teebeecee!...


__ADS_2